Nyaris Jadi Korban Jebakan Oknum Polisi! Driver Ojol di Lampung Ini Diminta Antar Paket Baju yang Ternyata Berisi Sabu, Begini Ceritanya

Seorang driver ojol di Lampung hampir dijebak oknum polisi dengan paket berisi sabu.
Seorang driver ojol di Lampung hampir dijebak oknum polisi dengan paket berisi sabu. Source: Foto/Tangkap layar Youtube tvOneNews

Lampung, gemasulawesi - Seorang driver ojek online (ojol) di Bandar Lampung hampir menjadi korban jebakan oknum polisi setelah menerima pesanan yang dikira berisi baju bayi, namun ternyata mengandung narkotika jenis sabu. 

Makmuri (29), warga Telukbetung Timur, Bandar Lampung, menerima pesanan tersebut untuk mengantar paket ke sebuah alamat di belakang puskesmas Jalan Yos Sudarso.

Menurut keterangan yang diberikan, Makmuri mulai merasa curiga ketika melihat bahwa paket yang seharusnya berisi baju bayi tampak lusuh dan tidak rapi. 

Saat tiba di lokasi tujuan, kecurigaannya semakin menguat. 

Baca Juga:
Diduga Malpraktik, Polisi Bakal Periksa Dokter yang Tangani Wanita Asal Medan hingga Meninggal Usai Sedot Lemak di Depok

Untuk memastikan isi paket tersebut, Makmuri memutuskan untuk membukanya di hadapan teman-temannya.

Setelah dibuka, betapa terkejutnya Makmuri ketika menemukan satu klip sabu di dalam paket tersebut. 

Panik dengan temuan itu, Makmuri segera melaporkan kejadian tersebut ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung.

Petugas BNN yang segera tiba di lokasi tidak berhasil mengamankan pelaku meskipun ada barang bukti berupa satu klip sabu berbungkus kecil.

Baca Juga:
Kembali Jadi Sorotan Usai Diviralkan Sandi, Selang Mobil Damkar Bocor Saat Padamkan Kebakaran di Dekat Simpangan Depok

Insiden ini menyoroti risiko yang dihadapi oleh driver ojek online dalam menjalankan tugas mereka, serta pentingnya kewaspadaan terhadap paket yang mencurigakan. 

Makmuri berharap agar kejadian serupa tidak menimpa rekan-rekan seprofesinya. Dia juga mengimbau para driver ojol untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan mengantar paket.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung buka suara terkait insiden ini. 

Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol Budi Wibowo, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dari Makmuri mengenai penemuan sabu dalam paket yang ia terima. 

Baca Juga:
Usai Viral, Wanita yang Jatuh Gegara Salip Ambulans hingga Minta Ganti Rugi Rp4 Juta ke Sopir Bus Akhirnya Buka Suara, Tegaskan Hal Ini

"Memang benar ya kemarin ada ojol yang melapor ke BNN, kemudian sudah ditindaklanjuti, di situlah baru ketahuan bahwa yang memesan barang itu ternyata oknum Polri," katanya, dikutip pada Minggu, 28 Juli 2024.

Lebih lanjut Brigjen Pol Budi Wibowo menjelaskan bahwa setelah menerima laporan tersebut, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan Polda Lampung untuk menangani oknum polisi yang terlibat. Paket baju yang diterima ojol ternyata berisi narkoba jenis sabu. 

"Menindaklanjuti hal itu Polda Lampung segera mengambil tindakan internal yang diperlukan selanjutnya diserahkan ke BNN agar segera diproses," ucapnya. 

Adapun oknum polisi itu sendiri berinisial RR yang berdinas di salah satu Polsek di wilayah kota Bandar Lampung.

Baca Juga:
Menyelami Keindahan Danau Dendam Tak Sudah, Destinasi Wisata di Bengkulu yang Dihiasi Legenda Memikat dan Alam yang Mengagumkan

"Oknum Polri yang bersangkutan juga telah dilakukan tes urine dan hasilnya positif," sebutnya. 

Saat ini, jelas Brigjen Pol Budi, oknum Polri berinisial RR tengah ditangani oleh BNNP Lampung untuk dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut. 

"Pemilik barang narkoba itu masih kami lakukan upaya pengejaran," tuturnya.

Kejadian ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kejujuran dalam menjalankan profesi, serta peran aktif masyarakat dalam melaporkan hal-hal mencurigakan demi terciptanya lingkungan yang lebih aman. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Tak Bergerak 20 Menit Lebih dan Hendak Dievakuasi Gegara Dikira Meninggal, Driver Ojol di Tasikmalaya Ini Ternyata Hanya Tertidur

Hendak dievakuasi karena dikira meninggal, seorang driver ojol di Tasikmalaya ternyata hanya tertidur, diduga sedang sakit.

Gegara Tak Terima Ditegur, Sopir Towing yang Ugal-ugalan di Jalan Graha Raya Bintaro Ini Malah Ngamuk dan Pukul Pengemudi Ojol

Sopir towing melakukan pemukulan kepada pengemudi ojol karena tidak terima ditegur lantaran mengemudi ugal-ugalan di Tangsel.

Curah Hujan Tinggi, Longsor di Dusun Ogomojolo Kecamatan Tomini Parigi Moutong Akibatkan 2 Kendaraan Tertimpa Longsoran

kendaraan dikabarkan terdampak bencana longsor yang terjadi di Dusun Ogomojolo, Desa Palasa Lambori, Parigi Moutong.

Heboh! Keluarga Ini Terlibat Cekcok dengan Rombongan Ojol yang Demo di Sekitar Gedung Sate Bandung, Padahal Hendak Jemput Jemaah Haji

Sebuah video yang menunjukkan ketegangan antara keluarga yang ingin menjemput jemaah haji dan sopir ojek online viral di media sosial.

Bikin Emosi! Lewat di Jalur Pesepeda, Driver Ojol Ini Malah Ngamuk ke Bocah yang Bersepeda di Kawasan Senayan Jakarta Selatan

Diduga tak senang jalurnya dihalangi di jalur khusus sepeda, seorang driver ojol emosi dan terlibat perkelahian dengan bocah pesepeda.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;