Geger! Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Sejumlah Anggota DPRD Riau Mencuat, Puluhan Ribu Tiket Pesawat Diduga Fiktif Ini Ditemukan

Dugaan korupsi yang dilakukkan sejumlah anggota DPRD Riau terkait perjalanan dinas tengah menjadi penyidikan polisi.
Dugaan korupsi yang dilakukkan sejumlah anggota DPRD Riau terkait perjalanan dinas tengah menjadi penyidikan polisi. Source: Foto/ilustrasi/Freepik

Riau, gemasulawesi - Kasus dugaan korupsi yang melibatkan surat perintah perjalanan dinas (SPPD) fiktif di Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Riau tahun 2020-2021 terus mengundang perhatian publik. 

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Riau saat ini tengah intensif mengusut kasus dugaan korupsi ini dan telah memeriksa sebanyak 26 orang saksi.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Nasriadi, penyidikan masih terus berlanjut dan jumlah saksi yang diperiksa dalam kasus dugaan korupsi ini kemungkinan akan bertambah. 

"Saat ini, kami telah memeriksa 26 orang saksi, termasuk dari berbagai jabatan dan institusi terkait. Proses ini akan terus berjalan untuk mengumpulkan bukti-bukti tambahan," ujar Nasriadi, dikutip pada Minggu, 4 Agustus 2024.

Baca Juga:
Bawa Senjata Tajam dan Molotov, 11 Remaja di Jatinegara Jakarta Timur yang Hendak Tawuran Ini Berhasil Diamankan Polisi

Saksi-saksi yang telah diperiksa mencakup berbagai pihak, termasuk dua orang dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), 12 orang Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), lima orang dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), tiga orang tenaga harian lepas (THL), satu orang Kasubag Perjalanan Dinas, satu orang Bendahara Pengeluaran, dan satu orang Kasubag Verifikasi. 

Salah satu saksi kunci yang diperiksa adalah Kaharudin, yang merupakan Sekretaris Dewan DPRD Riau periode 2019-2020.

Selama penyidikan, penyidik menemukan indikasi adanya 12.604 SPPD fiktif untuk periode 2020-2021.

Selain itu, ditemukan pula 35.836 tiket pesawat dari Lion Grup yang diduga fiktif, mengingat pada periode tersebut penerbangan pesawat sedang tidak beroperasi akibat pandemi Covid-19. 

Baca Juga:
Semua Dokter Ahli Masih dari RS Tora Belo, Pemkab Sigi Pastikan Pelayanan Kesehatan di RS Kauria Kecamatan Kulawi Telah Mulai Beroperasi

"Temuan tiket pesawat yang terindikasi fiktif ini sedang dalam proses verifikasi lebih lanjut dengan pihak maskapai untuk memastikan kebenarannya," tambah Nasriadi.

Kasus ini juga melibatkan mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Muflihun, yang saat itu menjabat sebagai Setwan DPRD Riau. 

Muflihun dijadwalkan untuk diperiksa sebagai saksi, namun ia tidak hadir pada panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Riau.

Muflihun mengirimkan surat konfirmasi melalui kuasa hukumnya, yang menyatakan ketidakhadirannya karena alasan urusan keluarga yang mendesak. 

Baca Juga:
Sebabkan 6 Warga Palestina Terluka, Pemukim Penjajah Israel Dikabarkan Menyerang Penduduk Desa al-Mughayyir di Tepi Barat

Nasriadi mengungkapkan mengungkap bahwa pihaknya menerima konfirmasi dari Muflihun melalui kuasa hukumnya yang menyebutkan bahwa ia tidak dapat hadir karena ada keperluan keluarga yang mendesak.

Kasus dugaan korupsi perjalanan dinas ini telah menjadi sorotan publik dan viral di media sosial, menambah tekanan pada pihak berwenang untuk menyelesaikan penyidikan dengan transparan dan adil. 

Penyelidikan ini diharapkan dapat mengungkap semua pihak yang terlibat dan memastikan bahwa tindakan korupsi semacam ini tidak terulang di masa depan. 

Polda Riau berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini dengan cermat, mengumpulkan seluruh bukti yang diperlukan, dan menindak tegas setiap pelanggaran yang ditemukan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Heboh Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS di Kecamatan Tempurejo, Tim Pidsus Kejari Jember Turun Tangan, Periksa 9 Kepala Sekolah Ini

Sebanyak 9 Kepala Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, diperiksa terkait dugaan korupsi dana BOS.

Dalami Kasus Korupsi 109 Ton Emas dengan Pelabelan Merek Palsu PT Antam, Kejagung Periksa 3 Saksi Kunci, Ini Identitas Ketiganya

Kejagung memeriksa tiga saksi kunci dalam kasus korupsi pada pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas PT Antam.

Heboh Penangkapan Anggota DPR RI Ujang Iskandar dalam Kasus Korupsi Dana BUMD Agrotama Mandiri di Kotawaringin Barat, Ini Temuan Kejagung

Kejagung menetapkan anggota DPR RI Ujang Iskandar sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana BUMD Agrotama Mandiri di Kotawaringin Barat.

Bongkar Kasus Korupsi di Lingkungan Pemkot Semarang, KPK Tetapkan 4 Tersangka Baru dengan 3 Isu Utama, Ini Detailnya

KPK mengungkap dugaan korupsi di Pemkot Semarang. Tersangka dijerat pasal pemerasan, gratifikasi, dan pengadaan barang dan jasa.

Heboh Dugaan Korupsi dalam Pengelolaan Keuangan Terkait Operasional Blok Migas Langgak BUMD Pemprov Riau, Polisi Periksa 18 Saksi

Bareskrim Polri tengah mengusut kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan PT Sarana Pembangunan Riau (SPR), BUMD milik Pemprov Riau.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;