Mamuju, gemasulawesi – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat membahas upaya peningkatan infrastruktur transportasi untuk mendukung IKN di Pulau Kalimantan.
Bahtiar Baharuddin, yang merupakan Pj Gubernur Sulawesi Barat, dalam keterangannya di Mamuju pada hari Sabtu, tanggal 10 Agustus 2024, menyampaikan untuk mendukung dan menjadikan Sulawesi Barat sebagai daerah penyangga IKN, maka Sulawesi Barat mesti meningkatkan sarana infrastruktur transportasi.
Bahtiar Baharuddin menyatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat telah melakukan rapat koordinasi dengan pejabat pemerintah yang mengelola transportasi darat dan juga laut, seperti terminal, pelabuhan dan juga bandara.
“Pengelola transportasi yang melakukan rapat koordinasi itu, diantaranya Supervisor ASDP Indonesia Ferry yang beroperasi di Pelabuhan Simboro Mamuju,” katanya.
Lalu perwakilan dan Balai Pengelola Transportasi Darat atau BPTD Kelas III Sulawesi Barat, perwakilan Pelabuhan Tanjung Silopo Kabupaten Polman dan perwakilan UPP Kelas III Pelabuhan Belang-Belang Mamuju.
“Dari pertemuan itu disepakati agar seluruh sarana dan juga infrastruktur transportasi itu ditingkatkan agar maksimal digunakan Sulawesi Barat sebagai daerah penyangga IKN,” ujarnya.
Dikutip dari Antara, dia mengatakan pelabuhan terminal dan bandara di Sulawesi Barat didorong menjadi program strategis nasional agar dapat dibangun fasilitasnya.
“Seperti pelabuhan kontainer maupun menambah jumlah dermaga dan fasilitas lainnya yang diperlukan untuk pengembangan terminal dan juga bandara,” ucapnya.
Dia menyampaikan dengan membangun infrastruktur transportasi maka potensi sumber daya alam di Sulawesi Barat di sektor pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan akan dikelola maksimal untuk mendukung kebutuhan pangan di IKN di Kalimantan Timur.
“Sehingga, ekonomi Sulawesi Barat akan tumbuh, sebab pasar komoditas hasil pertanian Sulawesi Barat telah tersedia di Ibu Kota Nusantara,” tuturnya.
Di sisi lain, Polda Sulawesi Barat bersama BNN Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen memperkuat sinergisitas dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut.
Kapolda Sulawesi Barat, Inspektur Jenderal Polisi Adang Ginanjar, mengatakan pihaknya berharap BNN dapat berada di setiap titik strategis untuk mengintensifkan upaya pemberantasan narkoba di Sulawesi Barat. (Antara)