Sadis! Seorang Tahanan Narkoba di Rutan Cilodong Kota Depok Dikeroyok 6 Rekannya hingga Tewas, Begini Peran Masing-masing Pelaku

Tahanan narkoba tewas dikeroyok oleh enam tahanan lainnya di Rutan Cilodong, polisi amankan para pelaku.
Tahanan narkoba tewas dikeroyok oleh enam tahanan lainnya di Rutan Cilodong, polisi amankan para pelaku. Source: Foto/ilustrasi/Unsplash

Depok, gemasulawesi - Kasus kekerasan kembali mencoreng lembaga pemasyarakatan di Indonesia, kali ini terjadi di Rutan Kelas I Cilodong, Kota Depok.

Seorang tahanan berinisial RA (26), yang tengah menjalani masa tahanan atas kasus narkoba, tewas setelah dikeroyok oleh sesama tahanan di area tempat cukur rutan pada Sabtu, 31 Agustus 2024.

Peristiwa tragis ini mengungkap sisi gelap kehidupan di dalam penjara, di mana konflik antar-tahanan sering kali berujung pada kekerasan fisik yang fatal.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, dalam keterangan resminya membenarkan kejadian tersebut. 

Baca Juga:
Targetkan Pelajar yang Akan Tawuran, 16 Orang di Tangerang Selatan Pengedar Obat Keras Ilegal Tanpa Resep Dokter Berhasil Dibekuk Polisi

Menurutnya, RA diduga tewas akibat pengeroyokan oleh enam tahanan lainnya yang tidak tahan dengan perilaku RA yang dinilai tidak sopan. 

"Diduga tewas akibat pengeroyokan. Ya, pengeroyokan dilakukan oleh sesama tahanan," ungkap Ade Ary kepada wartawan, menegaskan kronologi tragis yang terjadi di balik jeruji besi.

Peristiwa bermula ketika RA, yang berada di tempat cukur rutan, terlibat dalam sebuah insiden yang memicu amarah tahanan lainnya. 

Berdasarkan kesaksian yang dihimpun polisi, RA bertindak tidak sopan, yang kemudian memicu enam tahanan lainnya untuk melakukan penganiayaan. 

Baca Juga:
Jadi Korban Penganiayaan Brutal! Siswa MTs Ini Tewas Usai Dibacok Sekelompok Remaja di Ciputat Tangerang Selatan, Begini Kronologinya

Kekerasan tersebut dilakukan secara brutal, menggunakan berbagai benda yang ada di sekitar mereka.

"Korban menunjukkan perilaku yang tidak sopan dan membuat tahanan lainnya tak terima, sehingga para pelaku melakukan penganiayaan dan/atau pengeroyokan tersebut," jelas Ade Ary lebih lanjut. 

RA akhirnya tewas di lokasi setelah menerima pukulan dan tendangan bertubi-tubi dari para pelaku.

Polisi yang bergerak cepat segera mengamankan enam tahanan yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Para pelaku diketahui berinisial I, T, S, L, A, dan Y, masing-masing memiliki peran spesifik dalam aksi kekerasan ini:

Baca Juga:
Pemprov Sulbar Mulai Menerapkan Program Makan Siang Bergizi di Setiap Sekolah di 6 Kabupaten

I: Memukul badan dan kaki korban.

T: Memukul korban dengan menggunakan kursi.

S: Memukul korban dengan kabel.

L: Memukul korban dengan menggunakan kabel.

A: Menendang korban.

Y: Menendang korban.

Penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk mengungkap motif di balik pengeroyokan ini. 

Pihak kepolisian juga akan mengevaluasi kembali keamanan di dalam rutan untuk mencegah kejadian serupa terulang. 

Kekerasan antar-tahanan ini menjadi sorotan publik, menunjukkan bahwa meskipun berada di balik jeruji besi, ketegangan dan konflik tetap menjadi ancaman nyata yang dapat berujung pada kematian.

Baca Juga:
Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Telah Membengkak, Warga Kabupaten Sukabumi Dihebohkan dengan Penemuan Sesosok Mayat Pria Tanpa Busana

Pihak rutan Kelas I Cilodong kini bekerja sama dengan kepolisian untuk memastikan bahwa para pelaku mendapat sanksi hukum yang setimpal. 

Selain itu, evaluasi terhadap protokol keamanan di dalam rutan akan dilakukan guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Dengan tewasnya RA, perhatian kembali tertuju pada kondisi penjara di Indonesia, di mana reformasi dan peningkatan pengawasan menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan demi keamanan dan kesejahteraan para tahanan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Hukuman Mati Menanti Pelaku Penganiayaan Berat di Sienjo

Hukuman pidana mati menanti pelaku penganiyaan berat hingga menghilangkan nyawa di Sienjo Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Warga Sipil Jadi Korban Penganiayaan Oknum POM AL

Dua warga sipil diduga pelaku pencurian mobil di Purwakarta, Jawa Barat, menjadi korban penganiayaan enam oknum POM Anggkatan Laut (AL).

Dua Pelaku Penganiayaan Pemuda di Jawa Timur Masih Dibawah Umur

Empat pelaku ditetapkan polisi sebagai pelaku penganiayaan di Jawa Timur, menyebabkan pemuda tewas. Dua diantaranya masih dibawah umur.

Polisi Amankan Sembilan Pelaku Penganiayaan Pasutri

Kapolres Pelalawan Provinsi Riau berhasil mengamankan sembilan orang pelaku penganiayaan Pasutri berinisial Ad (35) dan YH (27).

Pengadaan 3 Juta Dosis Vaksin Sinovac Telan Anggaran 633 milyar

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan anggaran Rp 633,846 milyar untuk pengadaan kebutuhan 3 juta dosis vaksin sinovac. Rp211.282/dosis

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;