Tawuran di Bekasi Memanas! Seorang Pelajar Tewas Usai Terkena Sabetan Senjata Tajam, Dua Pelaku Diamankan

Tawuran di Bekasi tewaskan pelajar SMP, pelaku saling serang dengan senjata tajam. Polisi amankan dua tersangka.
Tawuran di Bekasi tewaskan pelajar SMP, pelaku saling serang dengan senjata tajam. Polisi amankan dua tersangka. Source: Foto/ilustrasi/Pexels.com

Bekasi, gemasulawesi – Tawuran antar pelajar kembali mengguncang Bekasi, tepatnya di Kampung Kukun, Desa Jaya Bakti, Kecamatan Cabangbungin. 

Insiden kekerasan ini berakhir tragis dengan tewasnya seorang pelajar SMP berusia 14 tahun berinisial F. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tawuran yang melibatkan dua kelompok remaja ini berlangsung dengan sangat sengit. 

Kedua kubu terlibat saling serang menggunakan senjata tajam, seperti pisau dan celurit.

Baca Juga:
Sempat Minta Tebusan Rp75 Juta, Ternyata Ini Alasan Pelaku Nekat Rampok Sopir Taksi Online dan Menurunkannya di Pinggir Tol JORR Bekasi

Bentrokan ini menyebabkan kekacauan di lingkungan setempat dan menarik perhatian warga yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Korban, F, mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam yang melukai beberapa bagian tubuhnya secara fatal. 

Meskipun dilarikan ke rumah sakit terdekat dalam kondisi kritis, nyawa F tidak dapat diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. 

Kejadian ini menambah deretan kasus kekerasan antar pelajar yang memprihatinkan, khususnya di wilayah Bekasi.

Baca Juga:
Provinsi Gorontalo Berhasil Menjadi Daerah Pertama di Indonesia yang Meraih Pencapaian Nol Data Ganda dalam Data Pemilih Pilkada 2024

Menanggapi kejadian tersebut, polisi segera melakukan tindakan tegas. 

Tim dari Polsek Cabangbungin bersama Satuan Reskrim Polres Metro Bekasi melakukan penyelidikan intensif. 

Berdasarkan informasi dari saksi mata dan olah tempat kejadian perkara, polisi berhasil mengidentifikasi dua remaja yang diduga sebagai pelaku utama dalam tawuran tersebut, yakni MH (15) dan A (15). 

Penangkapan pertama dilakukan terhadap pelaku A di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Serang, Banten, sementara pelaku MH berhasil diamankan di lokasi terpisah.

Baca Juga:
Kota Paling Selatan Gaza, Militer Penjajah Israel Sebut Telah Menyelesaikan Penghancuran Brigade Hamas di Rafah

Wakapolres Metro Bekasi, AKBP Saufi Salamun, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengetahui kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam tawuran maut ini. 

"Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan semua pelaku yang terlibat dalam insiden ini dapat ditangkap dan diadili," ujar Saufi. 

Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan rasa keadilan bagi korban dan keluarganya.

Para pelaku kini dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) juncto Pasal 76C Undang-Undang Perlindungan Anak, yang mengancam hukuman penjara hingga 15 tahun. 

Baca Juga:
Pemerintah Penjajah Israel sedang Mendorong RUU yang Mewajibkan Shin Bet untuk Memeriksa Guru-Guru Arab

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi aparat kepolisian dan masyarakat, yang berharap agar tindakan tegas dapat mencegah kejadian serupa di masa depan. 

Kepolisian juga berencana untuk memperketat pengawasan di sekolah-sekolah dan komunitas remaja untuk mengurangi potensi kekerasan dan tawuran antar pelajar. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Pasukan Penjajah Israel Bom Sekolah yang Dijadikan Tempat Perlindungan di Gaza, Sedikitnya 18 Orang Tewas termasuk 6 Staf UNRWA

Sedikitnya 18 orang meninggal termasuk dengan 6 staf UNRWA dalam serangan terhadap Sekolah al-Jaouni di Jalur Gaza.

Serbu Sebuah Toko Penukaran Uang di Hebron Tepi Barat, Pasukan Penjajah Israel Menyita Hampir 1 Juta Shekel dalam Bentuk Tunai

Pasukan penjajah Israel menyita hampir 1 juta shekel dalam bentuk tunai dari sebuah toko penukaran uang di Hebron, Tepi Barat.

Tragis! Bocah 3 Tahun Terlindas Minibus dalam Insiden Tabrak Lari di Tangerang Selatan, Polisi Buru Pelaku yang Kabur

Bocah berusia 3 tahun menjadi korban tabrak lari di Tangerang Selatan, polisi masih mengejar pelaku yang kabur dari lokasi.

Terungkap! Polisi Beberkan Motif Pegawai Minimarket di Jakarta Pusat Tusuk Rekan Kerjanya hingga Tewas, Ternyata Gegara Masalah Ini

Penusukan tragis di minimarket Jakarta Pusat, pegawai tewas akibat sakit hati atas ucapan korban yang seperti ini. Simak selengkapnya.

Belasan Warga Sukabumi Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang di Myanmar, Minta Bantuan Presiden agar Segera Dipulangkan

Korban TPPO asal Sukabumi disekap di Myanmar, keluarga harap pemerintah Indonesia bertindak cepat memulangkan mereka.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;