Viral! Seorang Kurir di Malang Alami Kekerasan Usai Tolak Permintaan Penerima Paket, Begini Kronologinya

Kurir COD di Malang alami kekerasan setelah tolak permintaan penerima paket. Video viral, kecaman publik mengalir.
Kurir COD di Malang alami kekerasan setelah tolak permintaan penerima paket. Video viral, kecaman publik mengalir. Source: Foto/Tangkap layar Instagram @memomedsos_official

Malang, gemasulawesi - Kasus kekerasan terhadap kurir di Kota Malang tengah menjadi sorotan publik, khususnya di media sosial. 

Kejadian bermula ketika seorang kurir mengantarkan paket dengan metode pembayaran COD (Cash on Delivery) di Perumahan Puri Kartika Asri.

Perselisihan muncul setelah penerima paket meminta kurir untuk membuka paket terlebih dahulu sebelum dibayar. Sesuai prosedur, kurir menolak permintaan tersebut.

Penerima paket, yang diduga kesal karena penolakan tersebut, sempat beradu argumen dengan kurir. 

Baca Juga:
Tak Berkutik! Penodong di Terminal Kalideres Ditangkap Saat Melarikan Diri dengan Uang Hasil Rampasan

Meski seorang wanita, yang diperkirakan anggota keluarga, mencoba meredakan situasi dengan langsung memberikan uang kepada kurir, insiden tidak berakhir di situ. 

Seorang pemuda, yang diyakini sebagai anak dari penerima paket, keluar dari rumah dan melakukan tindakan kekerasan dengan menendang kurir.

Video kekerasan tersebut direkam oleh kurir yang menjadi korban, dan tak lama kemudian tersebar luas di berbagai platform media sosial. 

Dalam video itu terlihat jelas tindakan pemuda yang melakukan kekerasan fisik terhadap kurir. 

Baca Juga:
Kesal Diklakson, Pria di Bekasi Nekat Tabrak Rekannya Sendiri dengan Motor, Begini Kronologinya

“Saya cuma menjalankan SOP. Pembayaran harus dilakukan sebelum paket dibuka. Ibunya sudah setuju dan akhirnya dibayar agar tidak terlalu melebar kemana-mana masalahnya. Tapi tiba-tiba, anaknya marah dan menendang saya,” ungkap sang kurir.

Setelah video viral, beragam reaksi muncul dari warganet. Banyak yang mengecam tindakan kekerasan tersebut dan menyatakan simpati kepada kurir. 

Sejumlah pengguna media sosial mengungkapkan keprihatinannya atas situasi yang sering dialami oleh pekerja di sektor jasa pengiriman. 

“Kasihan banget kurirnya. Cuma menjalankan tugas, tapi malah diperlakukan begitu. Harus ada perlindungan lebih buat kurir,” tulis salah satu warganet.

Baca Juga:
Kerugian Negara Capai Rp32,8 Miliar! Sindikat Benih Lobster Ilegal di Banten Terbongkar, 4 Tersangka Diamankan

Tak sedikit juga yang meminta agar perusahaan jasa pengiriman lebih ketat dalam melindungi para pekerjanya.

Ada yang menyarankan agar pihak berwajib segera mengambil tindakan hukum terhadap pelaku kekerasan tersebut. 

“Jangan dibiarkan, harus ada hukuman. Kalau nggak, ini bakal terus terjadi sama kurir-kurir lain,” tulis seorang pengguna lainnya.

Selain itu, beberapa warganet mengingatkan pentingnya edukasi bagi konsumen terkait prosedur COD, agar kejadian serupa tidak terulang. 

Baca Juga:
LPKA Kelas II Palu Mewujudkan Pemenuhan Hak Integrasi untuk ABH Melalui Program Peta Sunan

Mereka menekankan bahwa kurir hanya mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan, sehingga tindakan kekerasan tidak pernah bisa dibenarkan.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai langkah hukum yang diambil terkait insiden tersebut. 

Namun, perhatian besar dari publik terhadap kasus ini diharapkan bisa mendorong tindakan cepat untuk melindungi pekerja di lapangan, khususnya para kurir yang sering menghadapi risiko dalam menjalankan tugas mereka. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Tak Berkutik! Penodong di Terminal Kalideres Ditangkap Saat Melarikan Diri dengan Uang Hasil Rampasan

Penodong bersenjata di Kalideres melarikan diri setelah merampas uang, tetapi berhasil ditangkap polisi dalam waktu singkat.

Kesal Diklakson, Pria di Bekasi Nekat Tabrak Rekannya Sendiri dengan Motor, Begini Kronologinya

Tidak terima diklakson, pelaku nekat tabrak korban dengan motor di Bekasi. Polisi sedang mendalami kasus.

LPKA Kelas II Palu Mewujudkan Pemenuhan Hak Integrasi untuk ABH Melalui Program Peta Sunan

Pemenuhan hak integrasi untuk anak berhadapan hukum atau ABH diwujudkan LPKA Kelas II Palu, Sulawesi Tengah.

Pemkab Tolitoli Sulteng Melakukan Penyusunan Program Pertanian untuk Meningkatkan Produksi pada 2025

Penyusunan program pertanian untuk meningkatkan produksi pada tahun 2025 dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tolitoli.

Polres Donggala Melakukan Patroli Laut Guna Mencegah Tindak Pidana di Wilayah Perairan

Patroli laut dilakukan oleh Polres Donggala lewat Satpolairud guna mencegah tindak pidana di wilayah perairan di daerah itu.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;