Pj Bupati Parigi Moutong Sebut Tidak Miliki Kewenangan Cabut Izin Perusahaan Sawit Bermasalah

Ket. Foto: Pj Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo, Sebuta tak miliki kewenangan cabut izin tujuha perusahaan kelapa sawit di Parigi moutong
Ket. Foto: Pj Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo, Sebuta tak miliki kewenangan cabut izin tujuha perusahaan kelapa sawit di Parigi moutong Source: (Foto/Duan)

Parigi Moutong, gemasulawesi - Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Parigi Moutong, Richard Arnaldo Djanggola mengaku tidak miliki kewenangan dalam mencabut izin sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terdaftar di Parigi moutong.

Richard Arnaldo Djanggola, kepada media ini, Minggu, 13 Oktober 2024 mengatakan, sesuai dengan perpanjangan Surat Keputusan (SK) Menteri dalam negeri (Mendagri) menjelaskan dalam melakukan tugas dan kewenangan pihaknya dilarang membatalkan perizinan yang dikeluarkan pejabat sebelum/ dan atau/ mengeluarkan perizinan yang berbeda dengan yang dikeluarkan pejabat sebelumnya.

“Namun demikian kami mendukung penuh langkah dari Aparat Penegak Hukum (APH) dari Kejati Sulteng mengusut persoalan tersebut,” ungkapnya.

Richard juga mengaku akan membantu APH dalam hal kebutuhan akan data yang berkaitan dengan dugaan korupsi terhadap tujuh perusahaan Perkebunan kelapa sawit.

Baca Juga: 
Kejati Sulteng Bidik Dugaan Tindak Pidana Korupsi 7 Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Parigi Moutong

"Kami hanya bisa mendukung terhadap langkah hukum yang dilakukan teman-teman APH, dan tentunya jika dibutuhkan bantuan dalam memenuhi kebutuhan data, kami upayakan akan memenuhinya sesuai dengan peraturan yang berlaku, " jelas Richard.

Lanjut Richard, berkaitan dengan soal izin, pihaknya telah meminta tim Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Parigi Moutong, untuk melakukan evaluasi terhadap izin 7 perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.

Sementara itu Kabid Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal, Nurhayati Yunita SH, MAP yang dikonfirmasi di ruang kerjanya beberapa waktu lalu mengatakan,  berkaitan dengan persoalan tersebut tidak ada aktifitas Perkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh 7 perusahaan dimaksud.

“Tidak ada aktifitas perkebunan sawit dilaksanakan oleh ketujuh perusahaan tersebut, sekarang kita sedang lakukan inventarisir. Benar, saat ini kita sedang dimintai keterangan oleh Kejati Sulteng,” pungkasnya. (Fara Zaenong/Fan)

...

Artikel Terkait

wave

Kisah Siswa Berusia 16 Tahun Asal Blitar yang Diusir Ibu Tiri hingga Harus Mengemis di Jalanan Viral di Media Sosial

Kisah Nur Esa Anastasya, siswa berusia 16 tahun viral media sosial setelah ia diusir ibu tiri dan terpaksa mengemis demi pulang.

Geger Penemuan Jasad Tengkorak di Hutan Kapuas Kalteng yang Diduga Mahasiswa Hilang, Identitas Masih Menanti Kepastian

Warga di Desa Sei Ahas, Mantangai, Kapuas, Kalteng dihebohkan dengan penemuan jasad tengkorak di kawasan hutan setempat

Sosok Benny Laos, Cagub Maluku Utara yang Meninggal Dunia Akibat Ledakan Kapal Cepat di Pulau Taliabu

Inilah sosok Benny Laos, cagub Maluku Utara yang meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di Pulau Taliabu.

KPU Provinsi Sulawesi Utara Mengevaluasi Debat Publik Pertama Pilgub Tahun 2024

Debat publik pertama Pilgub Sulawesi Utara tahun 2024 dilaporkan dievaluasi oleh KPU Provinsi Sulawesi Utara.

Kronologi Lengkap Ledakan Speedboat di Pulau Taliabu yang Menewaskan Calon Gubernur Maluku Utara Benny Laos

Ledakan speedboat di Pulau Taliabu mengakibatkan enam kematian, termasuk calon gubernur Benny Laos. Simak kronologinya.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;