Kisah Siswa Berusia 16 Tahun Asal Blitar yang Diusir Ibu Tiri hingga Harus Mengemis di Jalanan Viral di Media Sosial

Dari rumah yang seharusnya nyaman, Nur Esa terpaksa mengemis di jalanan setelah diusir oleh ibu tiri. Begini kisahnya.
Dari rumah yang seharusnya nyaman, Nur Esa terpaksa mengemis di jalanan setelah diusir oleh ibu tiri. Begini kisahnya. Source: Foto/dok. Instagram Polres Blitar

Blitar, gemasulawesi - Kisah Nur Esa Anastasya, seorang siswa berusia 16 tahun asal Blitar, menjadi viral setelah diunggah oleh akun Blitarkotapolice di media sosial. 

Video yang menampilkan Ipda Supriyadi dari KBO Satlantas Polres Blitar Kota menjemput Esa di halaman SMAN 3 menarik perhatian banyak orang. 

Dalam video tersebut, Esa tampak mengenakan seragam putih-putih dan jaket, terlihat emosional saat bercerita tentang kehidupannya. 

Unggahan tersebut memicu gelombang simpati dari netizen, yang merasa tergerak oleh perjuangan seorang remaja yang terpaksa meninggalkan rumah karena konflik keluarga yang tragis.

Baca Juga:
Mengenal Kanker Ovarium, Penyakit yang Jarang Menyerang Anak Tapi Kini Dialami Bayi 19 Bulan di Malaysia

Dalam video tersebut, Esa pun menceritakan bagaimana kehidupan pahit yang dialaminya selama ini. 

Kejadian ini berawal pada Agustus 2023, ketika Esa mengalami cekcok dengan ibu tirinya yang tidak terima karena anaknya kalah dalam rangking di sekolah dibandingkan Esa. 

Situasi ini berujung pada keputusan ibu tiri untuk mengusir Esa dari rumah. 

Dalam kondisi sulit, Esa tidak memiliki pilihan lain selain mencari uang untuk biaya pulang ke Blitar. 

Baca Juga:
Viral! Bayi 19 Bulan Jalani Operasi Besar Usai Terdiagnosis Kanker Ovarium Stadium 3, Begini Kisahnya

Sementata itu, sang kakek, Sanidi (76), mengungkap jika Esa sampai harus mengemis di lampu merah selama tiga hari di Serang untuk bisa mendapatkan ongkos pulang. 

"Cucu saya sempat tiga hari minta-minta uang di lampu merah Serang untuk biaya ke Blitar," ungkap Sanidi. 

Momen ini menggugah rasa simpati banyak netizen, terutama ketika Esa mengungkapkan kerinduannya kepada orang tuanya.

Esa juga meminta bantuan polisi untuk menjemputnya karena merindukan ayah dan ibunya. 

Baca Juga:
Aksi Cuti Massal Ribuan Hakim yang Tuntut Kenaikan Gaji Resmi Berakhir, Koordinator SHI Aji Prakoso Tegaskan Hal Ini

Momen emosional terjadi saat Ipda Supriyadi dari KBO Satlantas Polres Blitar Kota menjemput Esa di halaman SMAN 3. 

Dalam video yang viral di media sosial, terlihat Esa mengenakan seragam putih-putih dan jaket, dengan mata yang berkaca-kaca saat bercerita tentang kepergiannya. 

"Ibu gak ada. Ibu gak ngurusin," ucap Esa dengan suara bergetar.

Dari penuturan Esa, ayahnya, Suhebi, mengetahui situasi tersebut namun tidak mengambil tindakan apa pun. 

Baca Juga:
Daftar Tujuh Satuan Kerja Polri Akan Dapat Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Jokowi, Ada Densus 88 Hingga Bareskrim

"Iya (diusir). Masih ada ayah. Iya diam aja," tambah Esa, menjelaskan betapa ia merasa terabaikan. 

Tragisnya, Suhebi meninggal dunia akibat keracunan pada Februari 2024, menambah beban emosional yang harus ditanggung Esa.

Kisah Nur Esa Anastasya mengundang empati yang mendalam dari masyarakat luas. 

Banyak yang berharap agar Esa mendapatkan perlindungan dan perhatian yang layak, terutama setelah mengalami situasi yang begitu menyedihkan dalam hidupnya. 

Baca Juga:
Geger Penemuan Jasad Tengkorak di Hutan Kapuas Kalteng yang Diduga Mahasiswa Hilang, Identitas Masih Menanti Kepastian

Kini, harapan Esa untuk mendapatkan kehangatan dari keluarga kembali terbangun setelah melalui berbagai cobaan yang berat. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Geger Penemuan Jasad Tengkorak di Hutan Kapuas Kalteng yang Diduga Mahasiswa Hilang, Identitas Masih Menanti Kepastian

Warga di Desa Sei Ahas, Mantangai, Kapuas, Kalteng dihebohkan dengan penemuan jasad tengkorak di kawasan hutan setempat

Sosok Benny Laos, Cagub Maluku Utara yang Meninggal Dunia Akibat Ledakan Kapal Cepat di Pulau Taliabu

Inilah sosok Benny Laos, cagub Maluku Utara yang meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di Pulau Taliabu.

KPU Provinsi Sulawesi Utara Mengevaluasi Debat Publik Pertama Pilgub Tahun 2024

Debat publik pertama Pilgub Sulawesi Utara tahun 2024 dilaporkan dievaluasi oleh KPU Provinsi Sulawesi Utara.

Kronologi Lengkap Ledakan Speedboat di Pulau Taliabu yang Menewaskan Calon Gubernur Maluku Utara Benny Laos

Ledakan speedboat di Pulau Taliabu mengakibatkan enam kematian, termasuk calon gubernur Benny Laos. Simak kronologinya.

Kemenag Terus Meningkatkan Komitmen dalam Mengurangi Angka Pernikahan Anak di Sulawesi Utara

Kementerian Agama terus meningkatkan komitmen dalam melakukan pengurangan angka pernikahan anak di Sulawesi Utara.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;