Viral! Bayi 19 Bulan Jalani Operasi Besar Usai Terdiagnosis Kanker Ovarium Stadium 3, Begini Kisahnya

Bayi 19 bulan terdiagnosis kanker ovarium, menjalani operasi, dan kini berjuang untuk sembuh.
Bayi 19 bulan terdiagnosis kanker ovarium, menjalani operasi, dan kini berjuang untuk sembuh. Source: Foto/ilustrasi/Pixabay

Malaysia, gemasulawesi - Seorang bayi berusia 19 bulan di Malaysia, Daneen Auni Riksi, tengah menjadi perhatian luas setelah didiagnosis mengidap kanker ovarium stadium tiga.

Kisah perjuangan Daneen yang begitu muda melawan penyakit langka ini viral di berbagai media sosial.

Saat ini, Daneen menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Wanita dan Anak Sabah (HWKKS), di mana ia baru saja melalui operasi besar untuk mengangkat tumor di ovariumnya.

Ibu Daneen, Fallarystia Sintom (25), awalnya tidak menyangka bahwa gejala yang dialami anaknya, seperti perut kembung dan sembelit, pada Agustus lalu akan berujung pada diagnosis yang mengejutkan.

Baca Juga:
Aksi Cuti Massal Ribuan Hakim yang Tuntut Kenaikan Gaji Resmi Berakhir, Koordinator SHI Aji Prakoso Tegaskan Hal Ini

“Saya hancur ketika dokter memberi tahu bahwa ovarium kanannya harus diangkat. Tidak ada yang menduga kanker ini muncul di usia yang sangat muda,” ungkapnya dalam wawancara dengan Sinar Daily.

Setelah beberapa kali memeriksakan kondisi anaknya di Rumah Sakit Kota Marudu, namun belum mendapatkan diagnosis yang jelas, kondisi Daneen memburuk hingga jumlah darahnya turun drastis. 

Pada akhir bulan September lalu, kondisi Daneen semakin memburuk dengan jumlah darah yang menurun drastis, yang memaksa dokter merujuknya ke Rumah Sakit Wanita dan Anak Sabah (HWKKS). 

Di sinilah dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mendapati bahwa Daneen mengidap kanker ovarium, sebuah kondisi yang sangat langka untuk usianya yang masih balita.

Baca Juga:
Daftar Tujuh Satuan Kerja Polri Akan Dapat Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Jokowi, Ada Densus 88 Hingga Bareskrim

Kanker ovarium biasanya lebih sering terjadi pada wanita dewasa, tetapi dalam kasus yang sangat jarang, kanker ini bisa berkembang pada anak-anak, seperti yang dialami Daneen.

Fallarystia sangat terkejut mendengar kabar ini, karena tidak pernah terpikirkan bahwa anaknya yang masih sangat muda bisa menderita penyakit serius seperti ini. 

Apalagi, dalam proses pengobatan, Daneen harus menjalani operasi besar untuk mengangkat tumor di ovariumnya.

Operasi dilakukan pada 2 Oktober 2024, dengan tujuan mengangkat tumor berukuran 13,5 cm dari tubuh Daneen. 

Baca Juga:
Geger Penemuan Jasad Tengkorak di Hutan Kapuas Kalteng yang Diduga Mahasiswa Hilang, Identitas Masih Menanti Kepastian

Meskipun operasi berhasil, ini baru langkah awal dari perjalanan panjang penyembuhan bagi Daneen. 

Setelah operasi, ia harus menjalani kemoterapi untuk memastikan bahwa sel-sel kanker yang tersisa dapat diatasi dengan baik. 

Kemoterapi ini sangat penting dalam menekan pertumbuhan sel kanker yang berpotensi menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Fallarystia menceritakan betapa beratnya melihat anaknya harus melalui berbagai prosedur medis yang menyakitkan di usia yang sangat muda. 

Baca Juga:
Sosok Benny Laos, Cagub Maluku Utara yang Meninggal Dunia Akibat Ledakan Kapal Cepat di Pulau Taliabu

Meski begitu, ia tetap berusaha kuat dan optimis bahwa ada harapan untuk kesembuhan Daneen. 

"Selama ada obat, selalu ada harapan. Saya berdoa setiap hari untuk kesembuhan anak saya," ujar Fallarystia.

Kini, kondisi Daneen perlahan membaik setelah operasi, tetapi jalan menuju kesembuhan masih panjang. 

Kemoterapi yang akan dijalani Daneen adalah langkah penting berikutnya dalam proses pengobatannya. 

Baca Juga:
KPU Provinsi Sulawesi Utara Mengevaluasi Debat Publik Pertama Pilgub Tahun 2024

Dokter optimis bahwa dengan perawatan yang tepat, ada peluang besar bagi Daneen untuk sembuh dan melanjutkan hidup normal seperti anak-anak lainnya. 

Namun, mereka juga mengingatkan bahwa ini adalah kasus yang langka, sehingga setiap langkah pengobatan harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Kisah perjuangan Daneen Auni Riksi dengan cepat menyebar di media sosial dan mengundang perhatian banyak orang. 

Tidak hanya di Malaysia, tetapi juga di luar negeri tak terkecuali Indonesia, orang-orang turut menyampaikan simpati dan doa bagi bayi kecil ini yang sedang berjuang melawan penyakit mematikan. 

Baca Juga:
KPU Provinsi Sulawesi Utara Mengevaluasi Debat Publik Pertama Pilgub Tahun 2024

Banyak warganet yang merasa tergerak oleh cerita ini dan menunjukkan solidaritas mereka dengan memberikan dukungan moral dan materi kepada keluarga Daneen.

Selain memberikan dukungan moral, beberapa orang juga mulai menggalang dana untuk membantu biaya pengobatan Daneen. 

Pengobatan kanker, terutama untuk anak-anak, bisa sangat mahal dan memakan waktu yang lama. 

Keluarga Daneen sangat bersyukur atas segala bentuk bantuan yang mereka terima, karena hal ini meringankan beban mereka dalam melewati masa sulit ini.

Baca Juga:
Kronologi Lengkap Ledakan Speedboat di Pulau Taliabu yang Menewaskan Calon Gubernur Maluku Utara Benny Laos

Menurut penjelasan dari para ahli, kanker ovarium yang dialami oleh bayi seperti Daneen sangat jarang terjadi. 

Hal ini membuat proses pengobatan dan penelitian lebih menantang karena dokter harus berhati-hati dalam setiap langkahnya. 

Namun, dengan kemajuan teknologi medis saat ini, peluang kesembuhan semakin besar meskipun diagnosisnya terlambat.

Perjalanan hidup Daneen masih panjang, dan keluarganya, terutama sang ibu, berkomitmen untuk mendampingi dan mendukung anaknya selama proses pengobatan ini. 

Baca Juga:
Peserta Dilarang Membawa Anak-anak oleh KPU Jakarta selama Pelaksanaan Debat Kedua Pilgub Jakarta

Mereka berharap kisah perjuangan Daneen bisa menginspirasi orang lain yang menghadapi situasi serupa, dan mereka berterima kasih atas semua dukungan yang telah diberikan.

Di tengah keterbatasan usia dan kemampuan untuk mengungkapkan rasa sakit, Daneen tetap kuat menghadapi cobaan hidup yang berat ini. 

Kisahnya menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa kekuatan dan harapan bisa datang dari mana saja, bahkan dari seorang bayi kecil yang tengah berjuang melawan penyakit besar. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Setidaknya 3 Orang Tewas dalam Serangan Rudal Pesawat Tak Berawak Penjajah Israel di Gaza Tengah

Dalam serangan rudal pesawat tak berawak penjajah Israel di Jalur Gaza tengah, setidaknya 3 orang dikabarkan meninggal.

Tentara Penjajah Israel Dilaporkan Mengancam Akan Menyerang Ambulans di Lebanon Selatan

Ambulans di Lebanon selatan diancama akan diserang oleh tentara penjajah Israel dengan tuduhan disalahgunakan oleh Hizbullah.

Kemenkes Gaza Sebut Penjajah Israel Mencegah WHO Mengevakuasi Anak-anak yang Sakit dari RS di Gaza Utara

Disebutkan Kementerian Kesehatan Gaza bahwa penjajah Israel mencegah WHO mengevakuasi anak yang sakit di Gaza utara.

Ambulans Bulan Sabit Merah di Jalur Gaza Utara Dikabarkan Tidak Beroperasi Karena Kekurangan Bahan Bakar

Ambulans milik Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina tidak beroperasi karena kekurangan bahan bakar akibat serangan.

Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Petani di Tepi Barat dan Merampas Hasil Panen Zaitun

Petani di Kafr Qaddum, Tepi Barat, diserang oleh pasukan penjajah Israel dan merampas hasil panen zaitun milik mereka.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;