Viral Aksi Arogan Kepala Inspektorat Deliserdang, Serang hingga Rampas Kamera Wartawan Saat Meliput Kegiatan Ini

Insiden penyerangan wartawan oleh Kepala Inspektorat Deliserdang viral, saat meliput pemeriksaan Bawaslu terkait ASN.
Insiden penyerangan wartawan oleh Kepala Inspektorat Deliserdang viral, saat meliput pemeriksaan Bawaslu terkait ASN. Source: Foto/Tangkap layar Instagram @terangmedia

Deliserdang, gemasulawesi - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Kantor Dinas Inspektorat Kabupaten Deliserdang, di mana Kepala Inspektorat Edwin Nasution terlihat menyerang wartawan yang sedang melakukan peliputan. 

Peristiwa tersebut terjadi saat para jurnalis mendatangi kantor untuk meliput pemeriksaan oleh Bawaslu terkait salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga melakukan kampanye untuk Paslon Bupati nomor urut 02 saat membagikan bantuan sosial.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram @terangmedia pada Kamis, 17 Oktober 2024, terlihat Edwin Nasution secara tiba-tiba mendekati wartawan dari MNC TV dan mencoba merampas kamera yang sedang merekamnya. 

"Ngapain kau rekam-rekam aku, permisi dulu kau kalau mau rekam," teriak Edwin sambil memukul kamera wartawan tersebut. 

Baca Juga:
Kecelakaan Tunggal di Bundaran HI Jakarta Pusat! Mobil Toyota Etios Tabrak Separator Air Mancur, 1 Penumpang Terluka

Aksi tersebut memicu ketegangan di lokasi, di mana sejumlah wartawan lain segera melerai dan mencegah terjadinya baku hantam lebih lanjut.

Awalnya, para wartawan yang hadir di lokasi sedang meliput dengan penuh perhatian, berharap mendapatkan informasi terkait pemeriksaan ASN yang sedang menjadi sorotan publik. 

Namun, situasi berubah drastis ketika Edwin, yang seharusnya memberikan penjelasan mengenai proses pemeriksaan tersebut, justru bertindak agresif terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya. 

Banyak yang merasa tindakan Edwin tidak mencerminkan sikap profesional yang seharusnya dimiliki seorang pejabat publik.

Baca Juga:
Menegangkan! Detik-detik Seorang Pria Berhasil Meloloskan Diri Saat Bus Tabrak 2 Motor di Banjarnegara Viral

Kejadian ini tidak hanya menarik perhatian wartawan yang ada di lokasi, tetapi juga menyebar dengan cepat di platform media sosial, memicu berbagai reaksi dari netizen. 

Sebagian besar komentar menyoroti ketidakprofesionalan Edwin dalam menghadapi wartawan. "Tindakan penyerangan terhadap wartawan memang tidak dibenarkan, tetapi apa salahnya wartawan minta izin dulu?" komentar akun @ieu***. 

Di sisi lain, akun @alf** juga mengkritisi aksi pejabat yang dinilai belum siap mengemban pekerjaannya.

"Tidak siap jadi pejabat publik," ungkapnya.

Baca Juga:
Heboh! Anggota PPSU di Jakarta Selatan Ditodong Senjata Tajam, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Saat dimintai keterangan terkait aksinya yang viral tersebut, Edwin mengungkap jika wartawan tersebut mengambil gambarnya terlalu dekat.

"Dia mengambil gambar terlalu dekat dengan wajah saya, dan dia (Amiruddin) juga tidak meminta izin. Ketika ditanya apakah dia dari media, dia menjawab ya. Saat ditanya di mana kartu persnya, dia mengatakan ada di mobil," ungkap Edwin.

Insiden ini menunjukkan bahwa meskipun ada aturan dan etika yang jelas dalam peliputan, ketegangan antara pejabat publik dan jurnalis tetap ada, terutama dalam situasi yang melibatkan isu sensitif. 

Publik kini menantikan langkah selanjutnya dari pihak berwenang dalam menangani kasus ini dan harapan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Baca Juga:
Punya BB Diatas 100 Kilogram, Polres Trenggalek Wajibkan 60 Anggotanya Ikuti Program Penurunan Berat Badan

Dengan berbagai reaksi yang muncul, insiden ini jelas menjadi pembelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya komunikasi yang baik antara pejabat dan wartawan, serta perlunya pengaturan yang jelas mengenai hak dan kewajiban dalam peliputan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Kecelakaan Tunggal di Bundaran HI Jakarta Pusat! Mobil Toyota Etios Tabrak Separator Air Mancur, 1 Penumpang Terluka

Mobil Toyota Etios menabrak separator di Bundaran HI, menyebabkan penumpang terluka dan dilarikan ke rumah sakit.

Menegangkan! Detik-detik Seorang Pria Berhasil Meloloskan Diri Saat Bus Tabrak 2 Motor di Banjarnegara Viral

Insiden dramatis di Banjarnegara, seorang pria melarikan diri dari bus yang menabrak dua sepeda motor.

Heboh! Anggota PPSU di Jakarta Selatan Ditodong Senjata Tajam, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Polisi menangkap pelaku yang menodongkan senpi ke anggota PPSU, penyelidikan senjata terus dilakukan.

Aksi Penyuplai Bahan Peledak ke Nelayan Tanpa Izin di Lampung Selatan Terbongkar, Pelaku Terancam 10 Tahun Penjara

Patroli rutin Ditpolair Baharkam Polri di Lampung Selatan berhasil mengungkap penyelundupan bahan peledak berbahaya.

Punya BB Diatas 100 Kilogram, Polres Trenggalek Wajibkan 60 Anggotanya Ikuti Program Penurunan Berat Badan

Sebanyak 60 polisi di Trenggalek jalani program penurunan berat badan demi kesehatan optimal dan pelayanan lebih baik.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;