Fakta Baru Terungkap dalam Kasus Pencurian Ribuan Data di Bogor, Polisi Singgung Adanya MoU Pelaku dengan Pihak Ini

Polisi bongkar fakta baru dalam kasus pencurian data di Bogor, melibatkan MoU dengan Indosat, ancaman hukum menanti pelaku.
Polisi bongkar fakta baru dalam kasus pencurian data di Bogor, melibatkan MoU dengan Indosat, ancaman hukum menanti pelaku. Source: Foto/Dok. Pixabay

Bogor, gemasulawesi - Kasus pencurian data pribadi yang menghebohkan di Bogor kini memasuki babak baru setelah terungkapnya fakta-fakta penting oleh pihak kepolisian. 

Pencurian yang melibatkan dua pelaku berinisial MR dan L ini diduga berhasil mengakses dan menyalahgunakan 3.000 identitas warga demi memenuhi target penjualan kartu SIM dari PT Indosat Ooredoo Hutchison. 

Hal ini memicu perhatian serius dari masyarakat dan pihak berwenang, mengingat dampak yang dapat ditimbulkan oleh pencurian data tersebut.

Dalam penjelasannya, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, menjelaskan bahwa modus operandi para pelaku cukup kompleks. 

Baca Juga:
Anulir Keputusan Pengadilan! Makhamah Agung Batalkan Vonis Bebas Ronald Tanur, Tetapkan Hukuman 5 Tahun Penjara

Mereka bekerja di PT Nusapro Telemedia Persada dan memiliki tanggung jawab untuk menjual kartu SIM. 

Dengan adanya target penjualan yang tinggi, yaitu menjual 4.000 SIM card setiap bulan, para pelaku terpaksa menggunakan cara-cara ilegal untuk mencapai tujuan tersebut. 

MR diketahui menggunakan aplikasi untuk memasukkan data identitas warga yang dicuri ke dalam kartu SIM yang mereka jual.

Seiring dengan penyelidikan, pihak kepolisian menemukan adanya dokumen Memorandum of Understanding (MoU) antara para pelaku dan pihak PT Indosat Ooredoo Hutchison. 

Baca Juga:
Kakanwil Kemenag Sulut Sebut ASN Berperan Penting dalam Melayani Masyarakat dan Umat

"Dokumen MoU ini menunjukkan bahwa ada kesepakatan antara pihak tersangka dan Indosat dalam hal pengumpulan dan penggunaan data," ungkap Kombes Bismo pada Kamis, 24 Oktober 2024.

Meskipun isi MoU tersebut belum diungkap secara rinci, penemuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan mungkin terlibat lebih jauh dalam praktik ilegal yang dilakukan oleh karyawan mereka.

Penanganan kasus ini sudah memasuki tahap pelimpahan. 

Pihak kepolisian telah menyerahkan dua tersangka beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri Bogor untuk proses lebih lanjut. 

Baca Juga:
AS Peringatkan Kegagalan Penjajah Israel Melindungi Warga Sipil di Gaza Dapat Menciptakan Lebih Banyak Pemberontak

Sesuai dengan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), Kejaksaan memiliki waktu 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan serta mendaftarkan perkara ini ke pengadilan. 

"Kami berharap proses hukum dapat berjalan dengan cepat dan transparan," kata Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi Nugroho.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menjaga data pribadi mereka. Kasus ini menunjukkan betapa rentannya informasi pribadi dalam era digital, dan perlunya kesadaran akan pentingnya perlindungan data. 

"Kami mengajak semua warga untuk lebih proaktif dalam melindungi informasi pribadi mereka, terutama saat berurusan dengan layanan digital," tambah Aji.

Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti, termasuk komputer, kartu SIM, dan voucher yang digunakan dalam praktik ilegal tersebut. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Bus Pariwisata yang Bawa 58 Anak TK Hangus Dilahap Api di Jalan Tol Jakarta Timur, Kerugian Ditaksir Capai Rp800 Juta

Kebakaran bus pariwisata di Jakarta Timur tidak menimbulkan korban, namun kerugian ditaksir mencapai Rp800 juta.

Kakanwil Kemenag Sulut Sebut ASN Berperan Penting dalam Melayani Masyarakat dan Umat

ASN, disebutkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Utara, berperan penting dalam melayani masyarakat dan umat.

Golkar Berkomitmen Mengawal Janji Politik Pasangan AA dan AKA sebagai Cagub dan Cawagub Sulawesi Tengah

Janji politik dari pasangan AA dan AKA sebagai cagub dan cawagub Sulawesi Tengah akan dikawal oleh Partai Golkar.

Geger Isu Guru Honorer di Konawe Selatan Diminta Uang Damai Rp50 Juta, Polda Sultra Tegaskan Hal Ini

Kasus guru honorer di Konawe Selatan heboh, Polda Sultra klarifikasi tidak ada permintaan uang damai.

Terungkap! Dua Kurir Sabu Diamankan, Polisi Sita Ratusan Gram Narkoba di Depok

Polisi menangkap dua orang kurir sabu di Depok, ratusan gram narkoba diamankan. Begini kronologinya.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;