Geger! Pria di Banyuwangi Jadi Korban Penusukan Tetangganya Sendiri Karena Punya Wajah Mirip Ayah Pelaku

Ilustrasi garis polisi yang biasanya dipasang ketika di tempat kejadian perkara kasus penusukan
Ilustrasi garis polisi yang biasanya dipasang ketika di tempat kejadian perkara kasus penusukan Source: (Foto/Pexels/@kat wilcox)

Banyuwangi, gemasulawesi - Desa Purwoagung, Tegaldlimo, Banyuwangi, Jawa Timur, digegerkan dengan aksi penusukan yang dilakukan seorang pria berinisial SP (28) terhadap tetangganya, SY (59).

Penusukan tersebut terjadi karena alasan yang mengejutkan, yakni SP menganggap wajah SY mirip dengan ayahnya.

SP diketahui menyimpan dendam mendalam kepada sang ayah akibat sering mendapat perlakuan kasar di masa kecil.

Kapolsek Tegaldlimo, Iptu Sadimun, membenarkan motif penusukan tersebut.

Baca Juga:
Lakukan Penggerebekan Pesta Sabu di Kampung Narkoba Surabaya, Polisi Amankan 25 Orang dan Temukan Fakta Begini

"Motifnya kesal sama bapaknya saat waktu kecil sering dikasari, sehingga saat lihat tetangganya itu teringat dengan bapaknya, akhirnya dilampiaskan," jelasnya pada Sabtu, 23 November 2024.

Pelaku, yang telah menjalani pemeriksaan kejiwaan, diketahui pernah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga di masa kecil.

Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa SP dalam kondisi sehat sehingga proses hukum terhadapnya tetap dilanjutkan.

Kejadian penusukan terjadi pada Senin, 18 November 2024. Menurut penjelasan pihak kepolisian, SP mendatangi rumah SY melalui pintu belakang.

Baca Juga:
Viral, Begini Kronologi Terungkapnya KDRT Berujung Pembunuhan Istri di Gresik Jatim, Polisi Langsung Memburu Sang Suami

Sebagai tetangga yang akrab, SP sering berkunjung dan bahkan kerap ngopi bersama korban.

Istri korban, yang tidak menaruh curiga, melihat keduanya sedang duduk santai di teras rumah belakang. Namun, tanpa peringatan, SP mengambil pisau dapur dan menusuk pinggang bagian kiri SY satu kali.

Akibat penusukan yang dilakukan SP tersebut, korban SY diketahui segera dilarikan ke puskesmas terdekat agar mendapatkan mendapatkan perawatan medis langsung.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat tentang bahaya trauma masa kecil yang tidak ditangani dengan baik.

Baca Juga:
Tak Hanya Bunuh Rekannya, AKP Dadang Iskandar Ternyata Juga Tembak Rumah Dinas Kapolres, Ini Temuan Baru Polda Sumbar

Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk mental dan kepribadian anak.

Kekerasan fisik maupun verbal hanya akan meninggalkan luka mendalam yang bisa berkembang menjadi perilaku destruktif di masa depan.

Masyarakat juga diimbau untuk peka terhadap tanda-tanda kekerasan rumah tangga yang dapat dialami anak-anak di sekitarnya.

Menanamkan kasih sayang dan pola asuh yang baik sejak dini sangat penting untuk mencegah trauma berkepanjangan.

Baca Juga:
Program Ferienjob Jadi Kedok Perdagangan Manusia! 77 Mahasiswa Makassar Dipaksa Kerja Kasar di Jerman, Begini Kronologinya

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh cinta memiliki peluang lebih besar untuk menjadi individu yang sehat secara mental dan mampu berkontribusi positif pada masyarakat.

Perlindungan terhadap anak harus menjadi prioritas bersama untuk menciptakan generasi yang lebih baik. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Lakukan Penggerebekan Pesta Sabu di Kampung Narkoba Surabaya, Polisi Amankan 25 Orang dan Temukan Fakta Begini

Pesta sabu di kampung narkoba di Jalan Kunti Surabaya digerebek oleh Polda Jawa Timur, dari penggerebekan itu polisi amankan 25 orang

Viral, Begini Kronologi Terungkapnya KDRT Berujung Pembunuhan Istri di Gresik Jatim, Polisi Langsung Memburu Sang Suami

Kasus KDRT berujung pembunuhan terjadidi Gresik Jawa Timur, istri menjadi korban, sementara sang suami kabur dan diburu pihak kepolisian

Tak Hanya Bunuh Rekannya, AKP Dadang Iskandar Ternyata Juga Tembak Rumah Dinas Kapolres, Ini Temuan Baru Polda Sumbar

AKP Dadang Iskandar ditemukannya menembak rumah dinas Kapolres setelah membunuh rekannya. Fakta baru diungkap Polda.

Program Ferienjob Jadi Kedok Perdagangan Manusia! 77 Mahasiswa Makassar Dipaksa Kerja Kasar di Jerman, Begini Kronologinya

Polda Sulawesi Selatan ungkap kasus perdagangan manusia melibatkan 77 mahasiswa di Makassar, dikirim melalui Ferienjob ke Jerman.

Wisata Berujung Duka! Terseret Ombak di Pantai Ilahan Pesisir Barat, Satu Warga Lampung Barat Meninggal Dunia

Sedang berlibur di Pantai Ilahan, Pesisir Barat, tiga warga terseret ombak, satu korban meninggal dunia. Begini kronologinya.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;