Surat Edaran KPU Kebiri Hak Konstitusional 600.000-an Warga Sulawesi Tengah pada Pemilihan Kepala Daerah 2024

Ket Foto: Gedung Kantor KPU Republik Indonesia
Ket Foto: Gedung Kantor KPU Republik Indonesia Source: (Foto/Dok Pribadi)

Sulawesi Tengah, gemasulawesi - Surat edaran yang dikirimkan pada H-1 oleh KPU RI berkaitan dengan penjelasan ketentuan dalam pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara dengan nomor: 2734/PL.02.6-SD/06/2024 disebut menjadi salah satu penyebab hilangnya kurang lebih 600 ribu-an hak pilih warga pada perhelatan Pilkada belum lama ini.

Parahnya surat edaran tersebut tidak sempat tersosialisasikan dengan baik kepada warga yang memiliki hak pilih di Sulawesi Tengah.

Bahkan, ada video yang beredar pada TPS yang terletak di salah satu Kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah terlihat beberapa orang tua berdebat dengan petugas PPS karena tidak bisa menyalurkan hak pilihnya.

“Saya ini sudah lama tinggal disini, masa kalian tidak kenal saya? Hanya karena persoalan tidak bawa KTP saya tidak kalian ijinkan untuk memilih disini?” protes salah seorang warga lansia yang ingin mencoblos.

Baca Juga:
Bawaslu Parigi Moutong Benarkan Surat Edaran KPU RI Diterima Malam H-1 Voting Day

Sementara itu berkaitan dengan pemilih pemula juga tidak bisa menyalurkan hak pilihnya karena tidak tersosialisasikan dengan baiknya berkaitan aturan membolehkan membawa ijazah sebagai pengganti KTP.

Penelusuran media ini di lapangan, sejumlah warga menyebutkan jika aturan tersebut baru diinformasikan pada tanggal 27 November kurang lebih pada pukul 12 siang Wita.

Berkaitan dengan hal tersebut khusus untuk wilayah Kabupaten Parigi moutong, sebelumnya Hj Fatmawati, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat pada Bawaslu Parigi moutong kepada gemasulawesi mengakui jika tidak maksimal mensosialisasikan aturan karena terkendala waktu.

“Berkaitan dengan pemilih pemula dengan waktu terbatas kita tetap sosialisasikan, walaupun kita harus akui hasilnya tidak maksimal,” ungkapnya.

Baca Juga:
Aturan KPU Rampas Hak Konstitusi Ratusan Ribu Warga Parigi Moutong, Berimbas Tidak Bisa Salurkan Hak Pilih di TPS

Sementara itu salah seorang tokoh pemekaran Kabupaten Parigi moutong, Arifin Lamalindu yang dikonfirmasi gemasulawesi Minggu, 1 Desember 2024 mengatakan, KPU dan Bawaslu telah gagal dalam mengawal hak konstitusional warga dalam memastikan hak pilih mereka tersalurkan.

Arifin mengatakan, kondisi itu memperlihatkan buruknya sistem pemilihan kepala daerah di tahun 2024, satu suara warga negara menurutnya dilindungi oleh UU sehingga wajib diperjuangkan.

“Suara pemilih itu dilindungi UU, tidak boleh dihalang halangi dengan aturan yang bersifat bertentangan dengan keberadaan UU itu sendiri,” tegasnya.

Lanjut dia, dulu ada slogan ‘suara rakyat suara tuhan’ artinya istilah itu mewakili sedemikian pentingnya hak pilih warga itu dilindungi, bukannya dipersulit saat akan menyalurkannya di TPS.

Baca Juga:
Tembus Hingga Rp136 Milliar, BPK RI Ungkap Defisit APBD Parigi Moutong TA 2023 Lampaui Batas yang Ditetapkan

Ia mengatakan, pemerintah melarang Golput tapi aturan dibuat terkesan menghalang-halangi warga untuk memilih.

“Kinerja KPU dan Bawaslu harus dievaluasi, kebijakan kebijakan yang dikeluarkan malah blunder mempersulit orang menyalurkan hak pilihnya,” pungkasnya.

Berdasarkan rekpitulasi input suara C.Hasil-KWK/C hasil Plano, real count BSPN PDI Perjuangan Sulawesi Tengah yang beredar berkaitan dengan pemilihan Gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah dengan presentase 99 persen suara TPS yang masuk tercatat 622,628 warga tidak menyalurkan hak pilihnya dengan rincian sebagai berikut:

1.       Banggai: 59.851

2.       Poso: 55.269

3.       Donggala: 61.688

4.       Tolitoli: 51.114

5.       Buol: 21.299

6.       Morowali: 29.337

7.       Banggai Kepulauan: 12.279

8.       Parigi Moutong: 105.365

9.       Tojo Una-Una: 27.176

10.   Sigi: 53.092

11.   Banggai Laut: 7.118

12.   Morut: 36.411

13.   Kota Palu: 102.629

Berdasarkan data tersebut, diketahui dari 12 Kabupaten 1 Kota di Provinsi Sulawesi Tengah tercatat hanya tiga Kabupaten yang mencapai presentase 80 persen jumlah partisipasi pemilihnya, yakni antara lain, Kabupaten Buol, Kabupaten Banggai kepulauan dan Banggai Laut. (fan)

...

Artikel Terkait

wave

Polres Konawe Perketat Pengawalan Kotak Suara Hasil Pemungutan dan Perhitungan Suara dari PPK ke Gudang Logistik KPU

Pengawalan kotak suara hasil pemungutan dan perhitungan suara dari PPK ke gudang logistik KPU diperketat oleh Polres Konawe.

Khofifah Bantah Video Viral Bernarasi Dirinya Terpilih Jadi Gubernur Jatim di Pilkada 2024, Sebut Itu Adalah Hoax

Cagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa menanggapi video viral yang bernarasi dirinya telah resmi memenangkan Pilkada Jawa Timur 2024

Polres Tojo Una-Una Sulawesi Tengah Kerahkan Sebanyak 343 Personel untuk Mengamankan Tahapan Rekapitulasi Suara Pilkada

Untuk mengamankan tahapan rekapitulasi suara Pilkada tahun 2024, Polres Tojo Una-Una mengerahkan 343 personel.

Soroti Sosok yang Mengaku Timses dan Berkunjung ke Pramono Anung, Tim Dharma Pongrekun: Kami Tidak Kenal

Tim cagub Jakarta, Dharma Pongrekun membantah ada timsesnya yang berkunjung ke kediaman cagub Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung

Viral Aksi Pemalakan Pedagang Kaki Lima di Alun-alun Karawang Jabar, Korban Tidak Berani Melawan Saat Dipalak

Sebuah video viral di medsos menampilkan aksi pemalakan yang dilakukan seorang pria kepada pedagang kaki lima di alun-alun Karawang

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;