OJK Sulselbar Terus Meningkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan di Berbagai Daerah

Ket. Foto: OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Terus Meningkatkan Literasi Keuangan
Ket. Foto: OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Terus Meningkatkan Literasi Keuangan Source: (Foto/ANTARA/Suriani Mappong.)

Makassar, gemasulawesi – OJK atau Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat atau OJK Sulselbar terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di berbagai daerah  dengan menggandeng mitra dari berbagai pemangku kepentingan.

Kepala OJK Sulselbar, Darwisman, mengungkapkan hal ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat maka terus dilakukan literasi keuangan bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD.

Darwisman menerangkan selain bersama TPAKD provinsi dan kabupaten/kota, pihaknya juga menggandeng Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan atau FKIJK Sulselbar menginisiasi program literasi dan inklusi keuangan dengan nama LAYAnan liteRasi dan inKlusi keuangan ke daerahkU atau LAYARKU.

Baca Juga:
Dinas Permukiman Kota Makassar Sulawesi Selatan Laksanakan Program Pembersihan Kawasan Kumuh

“Program peningkatan literasi keuangan yang memadai itu sebagai bagian penting dari perlindungan konsumen agar terhindar dari sengketa dan juga perselisihan dengan konsumen di kemudian hari,” katanya.

Dikutip dari Antara, sementara Program LAYARKU memiliki tujuan untuk memaksimalkan peran IJK atau Industri Jasa Keuangan yang mempunyai jaringan kantor di seluruh kabupaten/kota di wilayah Sulselbar untuk meningkatkan literasi dan akses keuangan kepada seluruh lapisan warga hingga ke tingkat pedesaan.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan atau SNLIK tahun 2024 menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 65,43 persen, sementara indeks inklusi keuangannya 75,02 persen.

Baca Juga:
KPU Donggala Tuntaskan Pelaksanaan Rekapitulasi Penghitungan Suara untuk 7 Kecamatan pada Pilkada 2024

Kondisi di atas tersebut menunjukkan adanya ketimpangan yang terjadi antara literasi keuangan dan inklusi keuangan.

Sebab itu, menjadi pekerjaan rumah atau PR untuk OJK untuk menekan ketimpangan itu agar di lapangan dapat memperkecil risiko keuangan.

“Tentunya dengan terus menggencarkan sosialisasi akan literasi keuangan ini diharapkan ke depan tidak terjadi lagi ketimpangan,” pungkasnya.

Baca Juga:
KPU Parigi Moutong Sebut Angka Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 69,85 Persen

Di sisi lain, Yayasan Lembaga Konsumen Sulawesi Selatan atau YLK SS bersama Kanwil Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan atau Sulbagsel menyosialisasikan bahaya MBDK atau Minuman Berpemanis Dalam Kemasan dan pentingnya mendorong pemberlakuan cukai MBDK.

Ketua YLK Sulawesi Selatan, Ambo Masse, mengatakan persoalan MBDK ini telah menjadi perhatian serius untuk dunia internasional dengan 48 negara telah menerapkan cukai MBDK untuk menekan konsumsi MBDK, khususnya di kalangan anak-anak. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave

Dinas Permukiman Kota Makassar Sulawesi Selatan Laksanakan Program Pembersihan Kawasan Kumuh

Program pembersihan kawasan kumuh dilaksanakan oleh Dinas Permukiman Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

KPU Donggala Tuntaskan Pelaksanaan Rekapitulasi Penghitungan Suara untuk 7 Kecamatan pada Pilkada 2024

Rekapitulasi penghitungan suara untuk 7 kecamatan di Pilkada tahun 2024 dituntaskan oleh KPU Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

KPU Parigi Moutong Sebut Angka Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 69,85 Persen

Angka partisipasi pemilih pada Pilkada tahun 2024 di Kabupaten Parigi Moutong disebutkan KPU Parigi Moutong 69,85 persen.

Pemkab Buol Ingatkan Pentingnya Tata Kelola Keuangan Negara yang Transparan dan Akuntabel di Tingkat Daerah

Pentingnya tata kelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel di tingkat daerah diingatkan oleh Pemerintah Kabupaten Buol.

Pj Wali Kota Pekanbaru dan 2 Pejabat Lain Terjaring OTT KPK, Resmi Ditetapkan Tersangka Atas Kasus Ini

Operasi tangkap tangan KPK di Pekanbaru seret Penjabat Wali Kota dan dua pejabat lainnya sebagai tersangka korupsi.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;