Berstatus ABH! Remaja Pembunuh Ayah dan Nenek di Cilandak Jakarta Selatan Dititipkan ke Lembaga Penempatan Anak Sementara

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi remaja pembunuh ayah dan nenek dititipkan di LPAS.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi remaja pembunuh ayah dan nenek dititipkan di LPAS. Source: Foto/Dok. Humas Polri

Jakarta Selatan, gemasulawesi - Seorang remaja berinisial MAS (14), yang diduga membunuh ayah dan neneknya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, kini dititipkan di Lembaga Penempatan Anak Sementara (LPAS). 

Penempatan ini dilakukan karena MAS masih berstatus anak berhadapan dengan hukum (ABH). 

Polisi memastikan bahwa selama proses penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut, hak-hak MAS sebagai anak tetap akan dipenuhi.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi, menjelaskan bahwa remaja tersebut dibawa ke LPAS untuk melanjutkan proses hukum yang sedang berjalan. 

Baca Juga:
Bayi 1 Tahun 3 Bulan Disiram Air Panas oleh Pengasuh Daycare di Depok hingga Punggungnya Melepuh, Polisi Tangkap Pelaku

“Untuk ABH, sudah kita bawa ke lembaga penitipan anak sementara. Itu yang dilakukan oleh penyidik,” ujarnya, dikutip pada Kamis, 5 Desember 2024.

Proses pemeriksaan lebih lanjut akan menentukan apakah pemeriksaan akan dilakukan di LPAS atau dipindahkan ke Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Proses ini dilakukan setelah penyidik memutuskan bahwa MAS, yang masih berusia di bawah 18 tahun, tidak dapat diperlakukan sebagaimana orang dewasa. 

Oleh karena itu, penyidik mengikuti prosedur yang berlaku dengan menempatkan pelaku di LPAS untuk melindungi hak-haknya sebagai seorang anak.

Baca Juga:
Tanggapi Isu Status Keanggotaan Jokowi di PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto: Sudah Tidak Lagi Jadi Bagian PDIP

Selain itu, Nurma menambahkan bahwa semua hak-hak pelaku selama masa penahanannya di LPAS akan dipenuhi sesuai dengan peraturan yang berlaku. 

"Kalau sudah di sana, memang sudah ada sistemnya. Di situ ada pembelajaran, kemudian ada juga pembelajaran dari sekolah juga. Itu ada semua. Hak-hak anak ada di sana, seperti bermain dan belajar," tambahnya. 

Proses rehabilitasi dan pendidikan bagi pelaku di LPAS diharapkan dapat mendukung perkembangan positif bagi remaja tersebut.

Sebelumnya, pada Senin lalu, MAS dilaporkan membunuh ayahnya yang berinisial APW dan neneknya di rumah mereka di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. 

Baca Juga:
Heboh! PDI Perjuangan Bakal Pecat 27 Orang Kadernya, Sekjen Hasto Kritiyanto Bongkar Alasan Pemecatan

Polisi mengungkapkan bahwa peristiwa tragis ini berawal dari masalah keluarga yang kemudian berujung pada tindak kekerasan. 

Setelah melakukan pemeriksaan, MAS resmi ditetapkan sebagai tersangka. 

Akibat perbuatannya itu, polisi menjeratnya dengan Pasal 338 KUHP yaitu tentang Pembunuhan dengan subsider Pasal 351 KUHP.

Kasus ini menyita perhatian publik, terutama karena melibatkan seorang anak yang masih remaja. 

Baca Juga:
Stasiun Oksigen Penting di Rumah Sakit Gaza Utara Berhenti Beroperasi di Tengah Serangan Penjajah Israel

Proses hukum terhadap pelaku diharapkan berjalan dengan mempertimbangkan semua aspek yang ada, termasuk kondisi psikologis dan hak-hak anak yang harus dihormati. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Bayi 1 Tahun 3 Bulan Disiram Air Panas oleh Pengasuh Daycare di Depok hingga Punggungnya Melepuh, Polisi Tangkap Pelaku

Polisi amankan pengasuh di Depok yang siram bayi dengan air panas, menyebabkan luka bakar serius pada korban.

OJK Sulselbar Terus Meningkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan di Berbagai Daerah

Literasi dan inklusi keuangan di berbagai daerah terus ditingkatkan oleh OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dengan menggandeng mitra.

Dinas Permukiman Kota Makassar Sulawesi Selatan Laksanakan Program Pembersihan Kawasan Kumuh

Program pembersihan kawasan kumuh dilaksanakan oleh Dinas Permukiman Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

KPU Donggala Tuntaskan Pelaksanaan Rekapitulasi Penghitungan Suara untuk 7 Kecamatan pada Pilkada 2024

Rekapitulasi penghitungan suara untuk 7 kecamatan di Pilkada tahun 2024 dituntaskan oleh KPU Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

KPU Parigi Moutong Sebut Angka Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 69,85 Persen

Angka partisipasi pemilih pada Pilkada tahun 2024 di Kabupaten Parigi Moutong disebutkan KPU Parigi Moutong 69,85 persen.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;