Kasus Kecelakaan di Palmerah yang Libatkan Anak ASN Kemenhan Sebagai Tersangka Utama Berujung Damai, Ini Alasannya

Ilustrasi. Kecelakaan yang melibatkan anak ASN Kemhan ini akhirnya diselesaikan secara damai antara pelaku dan korban.
Ilustrasi. Kecelakaan yang melibatkan anak ASN Kemhan ini akhirnya diselesaikan secara damai antara pelaku dan korban. Source: Foto/Unplash

Palmerah, gemasulawesi - Kasus kecelakaan yang melibatkan anak Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Pertahanan (Kemhan), berinisial MSK, telah menarik perhatian publik. 

Beberapa waktu lalu, MSK menabrak beberapa orang dan kendaraan di kawasan Jalan Palmerah Barat II, Palmerah, Jakarta Barat. 

Kecelakaan tersebut terjadi saat MSK mengemudikan mobil dinas Kemhan dengan pelat nomor 6504-00. Kejadian tersebut berujung pada luka-luka yang dialami oleh beberapa korban, serta kerusakan pada kendaraan yang terlibat.

Menurut Kepala Unit (Kanit) Penegakan Hukum (Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, meskipun MSK telah ditetapkan sebagai tersangka, keluarga pelaku dan para korban sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini melalui jalur damai. 

Baca Juga:
Sepasang Kekasih Tertangkap Basah Bawa 10,9 Kg Sabu, Begini Cara Pelaku Mengelabui Petugas Bea Cukai Batam di Bandara

"Sudah selesai, sudah selesai dengan kekeluargaan," ujar Joko, dikutip pada Kamis, 30 Januari 2025.

Proses ini dilakukan melalui mekanisme "restorative justice," di mana kedua belah pihak mencapai kesepakatan yang menghindarkan proses hukum lebih lanjut.

Tiga korban yang terlibat dalam kecelakaan tersebut, yakni TN, S, dan MES, semuanya selamat, meskipun harus menjalani perawatan di rumah sakit. 

Joko menyebutkan bahwa korban sudah berangsur pulih dan bahkan sudah diperbolehkan pulang. 

Baca Juga:
Cekcok di Jalan Berujung Pengeroyokan, Puluhan Oknum TNI Diduga Rusak Kendaraan Warga di Deli Serdang, Begini Kronologi Detailnya

"Sudah, sudah pulang semua (dari rumah sakit)," ujar Joko. 

Meskipun demikian, terkait dengan kompensasi atau ganti rugi yang mungkin diberikan oleh MSK kepada korban, Joko menjelaskan bahwa hal tersebut berada di luar ranah pihak kepolisian. 

"Kalau bentuk ganti rugi bukan ranah saya. Itu antara keluarga tersangka dan korban," jelas Joko.

Meskipun demikian, pihak kepolisian tetap menegaskan pentingnya keselamatan berkendara. AKP Joko mengimbau agar pengendara lebih berhati-hati dan selalu fokus saat berkendara, serta mematuhi semua aturan lalu lintas yang ada. 

Baca Juga:
4 Ruang Kelas SDN Sukasari di Cianjur Ambruk Diterjang Pohon Tumbang, Enam Siswa Alami Luka-Luka, Begini Kata Kepala Sekolah

Ia juga menambahkan bahwa jika pengendara merasa mengantuk atau kelelahan, mereka disarankan untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan guna menjaga keselamatan.

Sayangnya, dalam kecelakaan tersebut, salah satu korban berinisial TR meninggal dunia pada 21 Januari 2025 setelah mendapat perawatan medis intensif. 

Meskipun kehilangan tragis ini terjadi, pihak kepolisian tetap menghargai proses mediasi yang telah dilakukan oleh keluarga korban dan MSK. 

Pihak kepolisian pun mengingatkan agar kejadian seperti ini bisa menjadi pelajaran penting bagi semua pengendara untuk selalu berhati-hati dan tidak lengah saat berkendara. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Sepasang Kekasih Tertangkap Basah Bawa 10,9 Kg Sabu, Begini Cara Pelaku Mengelabui Petugas Bea Cukai Batam di Bandara

Penyelundupan narkoba seberat 10,9 kilogram berhasil digagalkan di Batam, melibatkan tim gabungan Bea Cukai dan kepolisian.

Cekcok di Jalan Berujung Pengeroyokan, Puluhan Oknum TNI Diduga Rusak Kendaraan Warga di Deli Serdang, Begini Kronologi Detailnya

Puluhan oknum TNI merusak mobil dan motor warga di Deli Serdang. Polisi Militer Kodam I Bukit Barisan turun tangan.

4 Ruang Kelas SDN Sukasari di Cianjur Ambruk Diterjang Pohon Tumbang, Enam Siswa Alami Luka-Luka, Begini Kata Kepala Sekolah

Pohon tumbang hancurkan ruang kelas SDN Sukasari, enam siswa terluka, petugas gabungan evakuasi dan lakukan perbaikan.

Curah Hujan Tinggi! Banjir di Samarinda Capai 1,7 Meter, Ribuan Warga Mengungsi, Pemerintah Terjunkan 16 Perahu Karet

Curah hujan tinggi sebabkan banjir Samarinda makin parah. Pemkot siapkan solusi jangka panjang dengan proyek infrastruktur.

Gunakan Kapal Kayu, 76 Imigran Rohingya Berlabuh di Aceh Timur, Susul 264 Imigran yang Datang Awal Tahun

Pengungsi rohingya sebanyak 76 orang baru-baru ini terdampar di Pantai Leuge Aceh Timur, sempat tidak boleh turun kapal oleh warga

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;