Curah Hujan Tinggi! Banjir di Samarinda Capai 1,7 Meter, Ribuan Warga Mengungsi, Pemerintah Terjunkan 16 Perahu Karet

Ilustrasi. Banjir Samarinda capai 1,7 meter, ribuan warga terdampak. Pemerintah percepat pembangunan pintu air dan kolam retensi.
Ilustrasi. Banjir Samarinda capai 1,7 meter, ribuan warga terdampak. Pemerintah percepat pembangunan pintu air dan kolam retensi. Source: Foto/Pixabay.com/Imaresz

Samarinda, gemasulawesi - Banjir yang melanda Kota Samarinda, Kalimantan Timur, semakin mengkhawatirkan. 

Dari data terbaru yang didapat, ketinggian air mencapai 1,7 meter, hampir menenggelamkan rumah warga. Situasi ini menyebabkan jumlah korban terdampak meningkat drastis. 

Dari sebelumnya 2.677 jiwa, kini mencapai 4.414 jiwa yang tersebar di tiga kelurahan, yaitu Sempaja Timur, Gunung Lingai, dan Temindung Permai.

Kondisi banjir terus memburuk seiring dengan tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. 

Baca Juga:
Mari Mengenal DeepSeek, Model AI Baru Buatan Tiongkok, Pesaing Besar bagi ChatGPT dan Alat Sejenisnya

Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda, Suwarso, menyatakan bahwa debit air terus meningkat dan menyebabkan area terdampak semakin luas. 

"Dari hasil pemantauan yang ada di lapangan, terjadi peningkatan debit air hari ini. Dapur umum yang tadinya masih aman kini sudah terendam di beberapa titik. Akibatnya, jumlah warga yang terdampak pun terus bertambah," ujarnya pada Kamis, 30 Januari 2025.

Selain tingginya curah hujan, faktor lain yang memperparah situasi adalah air pasang yang menghambat aliran air keluar ke sungai. 

Akibatnya, genangan banjir semakin sulit surut. Berdasarkan data BPBD Kota Samarinda, jumlah keluarga terdampak meningkat dari 833 keluarga menjadi 1.235 keluarga dalam waktu singkat.

Baca Juga:
Microsoft Edge akan Segera Melindungi Anda dari Penipuan Menakutkan Ini yang Bahkan Tidak Dapat Dilakukan Chrome

Melihat kondisi yang semakin darurat, BPBD Kota Samarinda, dibantu TNI-Polri serta relawan, menerjunkan 16 unit perahu karet ke lokasi banjir untuk mempercepat evakuasi warga. 

"Total ada 16 unit perahu karet yang dikerahkan, terdiri dari bantuan BPBD kota, provinsi, Damkar, serta relawan," jelas Suwarso.

Sebagian besar warga memilih mengungsi ke rumah keluarga dan kerabatnya masing-masing tanpa melapor ke posko banjir. 

Namun, banyak juga yang terpaksa bertahan di rumah mereka karena keterbatasan tempat pengungsian dan belum adanya bantuan yang cukup.

Baca Juga:
Intel Menjunjung Tinggi Keberlanjutan, Berniat Mengganti Laptop dan PC Biasa dengan Bentuk yang Lebih Ramah Lingkungan

Pemerintah Kota Samarinda terus mengupayakan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda kota ini. Salah satu proyek yang tengah dikerjakan adalah pembangunan pintu air yang ditargetkan rampung pada 2025. 

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyatakan bahwa normalisasi aliran Sungai Karang Mumus (SKM) juga menjadi prioritas utama. 

"Kami sedang serius membenahi aliran SKM karena sungai ini sangat vital bagi masyarakat. Jika tidak segera ditangani, banjir akan terus terjadi setiap tahun," jelasnya.

Selain itu, Pemkot Samarinda bekerja sama dengan Pemprov Kalimantan Timur merancang pembangunan kolam retensi di kawasan Damanhuri. 

Baca Juga:
Gunakan Kapal Kayu, 76 Imigran Rohingya Berlabuh di Aceh Timur, Susul 264 Imigran yang Datang Awal Tahun

Kolam ini akan berfungsi menampung air hujan sebelum dialirkan ke sungai agar tidak langsung menyebabkan banjir. 

Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, menegaskan bahwa lahan seluas 12 hektare telah disiapkan untuk proyek ini. 

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya sudah sepakat dengan Walikota, akan dibangun juga kolam retensi di kawasan Damanhuri untuk memastikan agar debit air bisa dikendalikan dengan baik.

Saat ini, warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Mengingat curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, potensi banjir susulan masih sangat mungkin terjadi. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Gunakan Kapal Kayu, 76 Imigran Rohingya Berlabuh di Aceh Timur, Susul 264 Imigran yang Datang Awal Tahun

Pengungsi rohingya sebanyak 76 orang baru-baru ini terdampar di Pantai Leuge Aceh Timur, sempat tidak boleh turun kapal oleh warga

Viral Tukang Parkir di Karawang Tidak Terima Diberi Uang Recehan, Ngamuk dan Tantang Pengemudi Mobil

Seorang tukang parkir di Karawang Jabar viral karena tidak terima dan marah ketika diberi uang recehan oleh salah satu pengemudi mobil

Geger! Empat Tabung Diduga Berisi Bahan Peledak Ditemukan di Madiun, Satuan Gegana Brimob Polda Jatim Dikerahkan

Masyarakat Madiun geger dengan temuan empat tabung misterius. Polisi selidiki motif dan pelaku di balik paket mencurigakan ini.

IRT di Konawe Sulawesi Tenggara Dibayar Rp3 Juta untuk Kemas Sabu 1 Kg, Polisi Buru Pemasok Utama

Polisi amankan sabu 1 kilogram di rumah IRT Konawe, sementara bandar besar masih dalam pengejaran aparat.

Baru Bongkar 50 Persen Pagar Laut Tangerang, TNI AL Ungkap Adanya Kendala yang Menyulitkan Proses Pembongkaran

Pihak TNI Angkatan Laut memberikan penjelasan terkait beberapa kendala yang ada ketika proses pembongkaran pagar laut di Tangerang

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;