Madiun, gemasulawesi - Warga Madiun dikejutkan dengan penemuan empat tabung mencurigakan yang diduga berisi bahan peledak.
Tabung-tabung yang ditemukan pada Rabu, 29 Januari 2025, tersebut memiliki diameter sekitar 13 sentimeter dan panjang 30 sentimeter.
Benda-benda ini ditemukan dalam sebuah kardus air mineral yang diletakkan di lokasi yang cukup mencurigakan.
Kapolres Madiun, AKBP Muhammad Ainur Rofik, membenarkan adanya temuan tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian segera mengambil langkah pengamanan.
Baca Juga:
IRT di Konawe Sulawesi Tenggara Dibayar Rp3 Juta untuk Kemas Sabu 1 Kg, Polisi Buru Pemasok Utama
"Benda ini sekilas menyerupai petasan, tetapi kami tidak ingin berspekulasi sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.
Untuk memastikan kandungan di dalamnya, tim dari Satuan Gegana Brimob Polda Jatim langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi benda mencurigakan itu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kepolisian, empat tabung tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang curiga dengan keberadaan paket tak bertuan.
Setelah mendekati dan melihat isi kardus, warga tersebut segera melaporkan temuannya kepada kepolisian.
Baca Juga:
Inilah Perangkat Lunak Perlindungan dan Penghapusan Malware Terbaik untuk Tahun 2025
Saat diperiksa lebih lanjut, tabung-tabung tersebut tampak memiliki ujung yang telah dicor menggunakan adonan semen.
Selain itu, pada bagian luar tabung terdapat sumbu yang diduga berfungsi sebagai pemicu ledakan.
Ciri-ciri ini membuat polisi semakin waspada, mengingat beberapa kasus sebelumnya menunjukkan bahwa metode semacam ini sering digunakan dalam pembuatan bahan peledak rakitan.
Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas keberadaan tabung-tabung mencurigakan tersebut.
"Kami masih mencari tahu apakah benda ini memang dirancang untuk meledak atau hanya alat uji coba yang belum selesai dirakit," ujar seorang petugas yang terlibat dalam penyelidikan.
Pihak kepolisian juga tengah menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi penemuan guna mengidentifikasi siapa yang membawa atau menaruh kardus tersebut.
Namun, sejauh ini, polisi masih merahasiakan perkembangan penyelidikan demi kelancaran proses investigasi.
Selain itu, tim penjinak bom dari Satuan Brimob Polda Jatim masih menunggu lokasi yang aman untuk melakukan disposal atau pemusnahan benda mencurigakan ini.
Prosedur pemusnahan dilakukan untuk memastikan tidak ada risiko ledakan yang bisa membahayakan masyarakat sekitar.
Pihak kepolisian mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan benda mencurigakan di sekitar mereka.
"Kami meminta masyarakat tidak menyentuh atau mencoba membongkar benda yang mencurigakan. Cukup laporkan kepada pihak berwajib agar bisa segera ditangani dengan aman," ujar AKBP Ainur Rofik.
Meskipun hingga saat ini belum ada informasi mengenai keterkaitan temuan ini dengan jaringan tertentu, polisi tidak menutup kemungkinan adanya indikasi tindak kriminal yang lebih besar. Oleh karena itu, pengamanan dan penyelidikan terus dilakukan secara intensif. (*/Shofia)