Pemerintah Genjot Pembangunan Perikanan Tangkap di Indonesia Timur

Beberapa warga tampak berada di sebuah dermaga yang terletak di wilayah timur Indonesia.
Beberapa warga tampak berada di sebuah dermaga yang terletak di wilayah timur Indonesia. Source: (Foto/ANTARA)

Daerah, gemasulawesi – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong pengembangan sarana perikanan tangkap di wilayah timur Indonesia, seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur, dengan tujuan memperbaiki pengelolaan, meningkatkan hasil tangkapan, serta mendongkrak kesejahteraan nelayan di daerah tersebut.

"Beragam upaya terus kami lakukan secara berkesinambungan guna meningkatkan tata kelola dan sarana perikanan tangkap di kawasan Papua, Maluku, serta Nusa Tenggara Timur," ungkap Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP.

Ia menjelaskan bahwa berbagai program dan dukungan pembiayaan terus digencarkan, baik secara langsung oleh KKP maupun melalui skema transfer anggaran dari pusat ke daerah.

Bantuan tersebut diberikan dalam berbagai bentuk, termasuk dana alokasi khusus (DAK) yang disalurkan ke pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, dengan tujuan mendorong peningkatan usaha perikanan tangkap serta memperbaiki taraf hidup para nelayan.

Baca Juga:
Kemendagri Dorong Pengaktifan Siskamling dan Optimalisasi Peran Satlinmas

“Bantuan itu mencakup pengembangan infrastruktur pelabuhan perikanan, penyediaan sarana produksi di kampung nelayan, hingga kapal dan alat tangkap untuk nelayan skala kecil,” ucapnya.

Selama periode 2020 hingga 2024, KKP menyalurkan anggaran dari APBN untuk kawasan Indonesia Timur senilai Rp70,9 miliar, DAK provinsi mencapai Rp415,13 miliar, dan DAK untuk tingkat kabupaten/kota sebesar Rp502,16 miliar.

"Selain DAK, pembangunan di kawasan timur juga kami lakukan melalui anggaran internal KKP," tuturnya.

Pada 2023, KKP berhasil membangun kampung nelayan modern sebagai proyek percontohan di Samber Binyeri, Biak, yang dinilai berhasil dan menjadi dasar pengembangan model Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan digarap secara luas pada periode 2025–2027.

Baca Juga:
Indonesia-GCC Percepat Perundingan FTA, Target Rampung 2025

Ridwan menyebutkan bahwa dari 65 titik yang direncanakan akan dibangun pada tahun 2025, sebagian di antaranya berada di wilayah Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua.

Ia juga menjelaskan bahwa dari total 34.606 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang memiliki unit usaha di sektor kelautan dan perikanan, sebanyak 5.077 di antaranya tersebar di ketiga wilayah timur tersebut.

Lebih jauh, Ridwan mengungkapkan bahwa pembangunan di kawasan Indonesia timur juga didukung oleh dana bagi hasil (DBH) yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor Sumber Daya Alam (SDA) Perikanan.

Dana dari pungutan seperti PPP (Pungutan Pengusahaan Perikanan) dan PHP (Pungutan Hasil Perikanan) dikelola dan kemudian dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk dukungan pembangunan, yang sebagian besar pelaksanaannya berada di tangan pemerintah daerah melalui skema DBH.

Baca Juga:
MRT Jakarta Hidupkan Kembali Harmoni dan Kota Tua dengan Konsep Transit Oriented Development

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD), sebanyak 80 persen dari pendapatan PNBP SDA Perikanan wajib dikembalikan ke daerah melalui sistem DBH.

Menurut catatan KKP, sepanjang tahun 2024 PNBP dari sektor SDA Perikanan mencapai Rp951,01 miliar.

Dari jumlah itu, sebesar Rp737 miliar telah dialokasikan dalam APBN 2025 untuk disalurkan ke daerah melalui DBH.

Khusus untuk wilayah Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua, nilainya mencapai Rp195,9 miliar.

Baca Juga:
Bupati Pati Sudewo Akan Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa kebijakan penangkapan ikan secara terukur menjadi langkah strategis dalam reformasi pengelolaan perikanan tangkap, demi memastikan keberlanjutan pangan sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian ekosistem. (ANTARA)

...

Artikel Terkait

wave

Membedah Rapor Merah, Bapenda Parigi Moutong Perketat Arloji Kinerja

Lewat Rancangan Akhir Rencana Strategis (Renstra) 2024-2026, otoritas pengelola keuangan ini memperketat mekanisme evaluasi kinerja.

Mantan Wali Kota Cirebon Ditetapkan Tersangka Korupsi Proyek Gedung Setda

Nashrudin Azis ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pembangunan gedung Setda Cirebon, dengan kerugian negara Rp26 miliar.

Enam Prioritas Pembangunan DIY 2026 Fokus Percepatan Ekonomi dan Peningkatan SDM

DIY tetapkan enam fokus pembangunan 2026 untuk percepatan ekonomi, kualitas SDM, tata kelola, dan lingkungan berkelanjutan.

Tiga Jasad WNI Korban Kecelakaan Helikopter di Tanah Bumbu Berhasil Teridentifikasi

Tim DVI Polda Kalsel identifikasi tiga WNI korban helikopter BK117 D3, sementara dua jasad lainnya masih menunggu kepastian.

DPRD Sulsel Gunakan Kantor Sementara Usai Kebakaran

DPRD Sulsel mulai berkantor di BMBK sementara, sambil menunggu renovasi gedung utama pasca-insiden kebakaran.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;