Membedah Rapor Merah, Bapenda Parigi Moutong Perketat Arloji Kinerja

Ket Foto: Kepala Bapenda Parigi Moutong, Moh Yasir
Ket Foto: Kepala Bapenda Parigi Moutong, Moh Yasir Source: (Foto/Firman)

Parigi Moutong, gemasulawesi – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Parigi Moutong tak ingin lagi terjebak dalam rutinitas "asal bapak senang".

‎Lewat Rancangan Akhir Rencana Strategis (Renstra) 2024-2026, otoritas pengelola keuangan ini memperketat mekanisme evaluasi kinerja. Fokusnya kini bukan sekadar deretan angka di atas kertas, melainkan efektivitas pelayanan yang bisa dirasakan langsung oleh wajib pajak.

‎Langkah ini diambil untuk memastikan setiap program yang disusun dalam masa transisi kepemimpinan daerah tidak melenceng dari target.

‎Bapenda menyadari, selama ini sering terjadi jurang pemisah antara rencana yang muluk dan realisasi di lapangan.

Baca Juga:
Bendungan Bagong Dorong Ketahanan Air dan Pangan di Trenggalek

Memburu Efektivitas, Bukan Sekadar Serapan

‎Dalam dokumen yang diperoleh, Bapenda menekankan pentingnya identifikasi kinerja pelayanan secara berkala. Bidang Pengembangan Potensi dan Evaluasi kini memikul beban lebih berat: menjadi pengawas internal yang memelototi capaian setiap unit kerja.

‎Tak ada lagi tempat bagi program yang hanya menghabiskan anggaran tanpa memberikan dampak signifikan pada kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

‎"Evaluasi dilakukan untuk menjamin adanya keselarasan antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan," Kepala Bapenda, Moh Yasir.

Baca Juga:
Bendungan Bagong Dorong Ketahanan Air dan Pangan di Trenggalek

‎Dengan kata lain, Bapenda sedang melakukan aksi "bersih-bersih" terhadap pola kerja yang tidak produktif.

Transparansi di Tengah Masa Transisi

‎Evaluasi yang ketat ini menjadi krusial mengingat Parigi Moutong sedang dinakhodai oleh pemerintahan transisi pasca-berakhirnya masa jabatan bupati pada 2023. Bapenda dituntut tetap profesional dan akuntabel tanpa harus kehilangan arah.

‎Penilaian kinerja kini mencakup seluruh aspek, mulai dari ketertiban administrasi di level Sekretariat hingga ketajaman petugas penagihan di lapangan.

‎Namun, pengawasan yang ketat tanpa perbaikan kesejahteraan dan kapasitas SDM bisa menjadi bumerang. Bapenda harus menjamin bahwa evaluasi ini objektif dan tidak menjadi alat untuk menekan bawahan.

‎Jika berhasil, sistem evaluasi ini bisa menjadi preseden baik bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di Parigi Moutong. Jika gagal, ia hanya akan menjadi seremoni tahunan yang tak punya taring untuk memperbaiki birokrasi pendapatan. (adv)

...

Artikel Terkait

wave

Mantan Wali Kota Cirebon Ditetapkan Tersangka Korupsi Proyek Gedung Setda

Nashrudin Azis ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pembangunan gedung Setda Cirebon, dengan kerugian negara Rp26 miliar.

Enam Prioritas Pembangunan DIY 2026 Fokus Percepatan Ekonomi dan Peningkatan SDM

DIY tetapkan enam fokus pembangunan 2026 untuk percepatan ekonomi, kualitas SDM, tata kelola, dan lingkungan berkelanjutan.

Tiga Jasad WNI Korban Kecelakaan Helikopter di Tanah Bumbu Berhasil Teridentifikasi

Tim DVI Polda Kalsel identifikasi tiga WNI korban helikopter BK117 D3, sementara dua jasad lainnya masih menunggu kepastian.

DPRD Sulsel Gunakan Kantor Sementara Usai Kebakaran

DPRD Sulsel mulai berkantor di BMBK sementara, sambil menunggu renovasi gedung utama pasca-insiden kebakaran.

Mengejar Tunggakan, Jurus Jemput Bola Bapenda Parigi Moutong

Bapenda tengah menyiapkan skema "pembersihan" tunggakan pajak guna mengamankan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam tiga tahun ke depan

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;