Mengejar Tunggakan, Jurus Jemput Bola Bapenda Parigi Moutong

Ket Foto: Kepala Bapenda Parigi Moutong, Moh Yasir
Ket Foto: Kepala Bapenda Parigi Moutong, Moh Yasir Source: (Foto/Firman)

Parigi moutong, gemasulawesi – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Parigi Moutong tak lagi mau berkompromi dengan piutang yang mengendap. Lewat Bidang Penagihan dan Keberatan, institusi ini tengah menyiapkan skema "pembersihan" tunggakan pajak guna mengamankan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam tiga tahun ke depan.

Dalam dokumen Rancangan Akhir Rencana Strategis (Renstra) 2024-2026, bidang ini diposisikan sebagai unit penindak sekaligus penengah. Fokusnya ganda: memastikan setiap sen kewajiban wajib pajak masuk ke kas daerah, sembari tetap membuka pintu bagi mereka yang merasa "keberatan" dengan nilai ketetapan pajak.

Menyisir Piutang yang Menguap

Persoalan piutang pajak seringkali menjadi noda dalam laporan keuangan daerah. Bapenda menyadari, tanpa pengawasan dan penagihan yang agresif, potensi pendapatan rawan menguap begitu saja. Di bawah nakhoda baru untuk periode transisi ini, Bapenda akan mengoptimalkan fungsi Seksi Penagihan untuk melakukan pemantauan ketat terhadap wajib pajak yang membandel.

Baca Juga:
IHSG Melemah, Aksi Buruh dan Sentimen Global Bayangi Pasar Saham

"Bidang Penagihan dan Keberatan bertanggung jawab langsung atas pemantauan, evaluasi, hingga pelaporan penagihan pendapatan daerah," ungkap Kepala Bapenda Parigi Moutong, Moh Yasir. Strategi "jemput bola" pun disiapkan agar piutang tak sekadar menjadi angka mati di atas kertas.

Ruang Keberatan: Adil Tapi Tegas

Meski tampil agresif, Bapenda tak menutup mata terhadap hak wajib pajak. Lewat Seksi Keberatan dan Banding, pemerintah menyediakan mekanisme bagi warga atau pelaku usaha yang merasa nilai ketetapannya tidak sesuai dengan realitas di lapangan. Langkah ini diambil untuk meminimalkan sengketa pajak yang berlarut-larut.

Baca Juga:
Aksi Massa dan Ojol Ricuh di Otista, Jakarta Timur: Jalanan Lumpuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Upaya ini merupakan bagian dari reformasi tata kelola keuangan yang lebih akuntabel. Dengan memastikan proses penagihan berjalan transparan dan jalur keberatan tersedia, Bapenda berharap tingkat kepatuhan sukarela (voluntary compliance) masyarakat Parigi Moutong akan meningkat.

Namun, tantangan sesungguhnya adalah konsistensi. Tanpa keberanian untuk bertindak tegas pada wajib pajak kakap yang menunggak, kebijakan penagihan ini hanya akan tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Renstra 2024-2026 kini menjadi ujian, sejauh mana taring Bapenda mampu menarik kembali pundi-pundi daerah yang masih tertahan di tangan pihak ketiga. (adv)

...

Artikel Terkait

wave

Pemkab Bantul Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Setelah Temuan Ulat dan Jangkrik

Pemkab Bantul melakukan evaluasi dan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan MBG bagi siswa.

Lapas Kediri Cabut Hak Narapidana Pelaku Asusila, Korban Dipaksa Telan Benda Asing

Lapas Kediri menindak tegas napi pelaku asusila dengan mencabut haknya, korban dipaksa menelan benda asing, kasus dilaporkan.

Identifikasi Tiga Jenazah WNI Korban Helikopter di Kalsel Masih Tunggu Uji DNA

Tim DVI terus melakukan identifikasi tiga jenazah WNI korban helikopter di Kalsel, sebagian harus melalui uji DNA.

Berburu Wajib Pajak, Jurus Bapenda Parigi Moutong Sisir Potensi Bocor

Bapenda memperketat barisan untuk menyisir setiap jengkal potensi pajak yang selama ini mungkin "tertidur" atau tak terdata.

Dinas Pendidikan Parigi Moutong Menyampaikan Larangan Pengumpulan Dana PIP, SDK Lantibu Dipanggil untuk Menjelaskan Dugaan Penyala

Dinas Pendidikan Parigi Moutong memanggil SDK Lantibu untuk membahas dugaan pengumpulan dana PIP, mengingat hak siswa harus dipenuhi.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;