Aksi Massa dan Ojol Ricuh di Otista, Jakarta Timur: Jalanan Lumpuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Ratusan demonstran tampak memadati area perempatan Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) dengan Jalan Otista III, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
Ratusan demonstran tampak memadati area perempatan Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) dengan Jalan Otista III, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Source: (Foto/ANTARA)

Nasional, gemasulawesi - Sekelompok massa yang terdiri dari warga serta pengemudi ojek online kembali menggelar aksi protes di perempatan Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) dan Jalan Otista III, Jatinegara, Jakarta Timur.

Para demonstran mulai memblokade akses jalan dari arah Kampung Melayu dan Cawang dengan membakar ban serta berbagai benda lainnya di titik persimpangan tersebut.

Kelompok massa yang mayoritas terdiri dari warga dan pengemudi ojek online itu juga dilaporkan merusak papan rambu lalu lintas di Jalan Otista III.

Beberapa peserta aksi terlihat menyalakan petasan dan menembakkan kembang api ke udara.

Baca Juga:
Kemendag Usulkan SNI Wajib untuk Produk Food Tray Demi Jaminan Kualitas Program MBG

Seorang demonstran yang enggan disebutkan namanya, Dedi, menyampaikan bahwa kehadirannya di lokasi adalah bentuk kepeduliannya terhadap keadilan sosial.

"Saya hanya ingin memperjuangkan keadilan bagi masyarakat kecil di negara ini," ujarnya.

Demonstran lain, Agus, yang berdomisili di kawasan Kampung Melayu, menyatakan keprihatinannya atas peristiwa yang menewaskan Affan Kurniawan, sesama pengemudi ojol.

"Seharusnya tak perlu ada tindakan pengamanan yang berujung seperti itu," tuturnya.

Baca Juga:
Sinergi BPJPH dan Kementerian/Lembaga Percepat Sertifikasi Halal untuk Program Makan Bergizi Gratis

Hingga pukul 18.05 WIB, aparat kepolisian belum terlihat berada di lokasi untuk mengamankan situasi.

Sebaliknya, sejumlah personel TNI tampak berjaga di sekitar area aksi, sementara kemacetan lalu lintas makin parah akibat massa yang memenuhi persimpangan.

Pada Jumat pagi, sempat terjadi kelumpuhan lalu lintas di kawasan Jalan Otista akibat aksi demonstrasi yang meluas dari wilayah Jakarta Pusat.

Dalam kericuhan tersebut, sekelompok oknum pengunjuk rasa bahkan membakar lampu lalu lintas.

Baca Juga:
Kolaborasi PPATK dan BGN Luncurkan Detak MBG untuk Awasi Dana Program Makan Bergizi Gratis

Massa menutup jalan sambil melempari aparat dengan batu, yang mengakibatkan terganggunya arus kendaraan dari arah Kampung Melayu menuju Cawang dan sebaliknya.

Situasi makin memanas saat aparat kepolisian membalas dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Ratusan warga, sebagian besar pemuda, terlihat membalas dengan melempar batu dan berbagai benda ke arah petugas.

Akibatnya, lalu lintas di sekitar lokasi lumpuh dan menimbulkan kemacetan panjang.

Baca Juga:
BNN Dorong Kajian Mendalam Sebelum Larang Rokok Elektrik, Waspadai Zat Psikoaktif dalam Vape

Pengendara motor maupun mobil terpaksa berputar balik dan mencari rute alternatif karena jalan utama tak bisa dilalui.

Bahkan, operasional bus Transjakarta turut terhambat.

Petugas kepolisian yang berjaga berupaya melakukan pengamanan dan meredam situasi agar tidak semakin memburuk.

Saat situasi memanas, pihak kepolisian juga mengimbau warga yang tidak berkepentingan agar menjauh dari lokasi demi menjaga keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas. (ANTARA)

...

Artikel Terkait

wave

31 Polisi Luka Saat Aksi Demo, Kapolri Tunda Kunjungan ke RS Polri Kramat Jati

Sebanyak 31 anggota polisi terluka saat kericuhan demo, dirawat intensif, dan Kapolri tunda kunjungan ke RS Polri.

Polisi Amankan 120 Pelajar yang Hendak Ikut Demonstrasi Buruh di Depan Gedung DPR Jakarta

Polisi menggagalkan rencana 120 pelajar mengikuti aksi buruh, diduga terprovokasi ajakan lewat media sosial.

Kolaborasi PPATK dan BGN Luncurkan Detak MBG untuk Awasi Dana Program Makan Bergizi Gratis

Inisiatif Detak MBG tingkatkan transparansi, cegah penyalahgunaan dana, dan dukung akuntabilitas program Makan Bergizi Gratis pemerintah.

Pengesahan RUU Haji dan Umrah, Langkah Strategis Perkuat Layanan dan Kelembagaan

RUU Haji dan Umrah disahkan untuk perkuat kelembagaan, perbaiki tata kelola, dan tingkatkan layanan ibadah bagi jamaah Indonesia.

Pengakuan Saksi Soal Uang Suap Rp60 Miliar dalam Kasus Korupsi Ekspor CPO

Saksi ungkap transaksi suap Rp60 miliar untuk hakim dan panitera demi pengaruh putusan korupsi ekspor CPO 2023-2025.

Berita Terkini

wave

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.

Kongkalikong Tambang Ilegal? Menyoal Isu Hubungan Kekerabatan Kasat Reskrim Parigi Moutong dan Aktor PETI

Siapa Andre? Bos PETI yang disebut-sebut memiliki hubungan darah dengan Kasat Reskrim Parigi Moutong Anugerah S Tarigan.

Inilah Sinopsis Film Horor Komedi Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Melanjutkan Petualangan Mendebarkan dari Lima Sahabat

Geng Sekawan Limo kembali dalam film baru, mengisahkan petualangan mereka di Gunung Klawih yang penuh kelucuan dan ketakutan

Dugaan Kerabat Dekat Kasatreskrim Parigi Moutong Terlibat PETI Kebal Hukum, Propam Polda Turun Tangan

Kabid Propam Polda Sulteng Roy Satya Putra, S.I.K. berikan perhatian khusus terkait dugaan skandal Kasatreskrim Parigi moutong, Tarigan.


See All
; ;