Sekretariat Bapenda, Dirigen di Balik Dapur Fiskal Parigi Moutong

Ket Foto: Kepala Bapenda Parigi Moutong, Moh Yasir
Ket Foto: Kepala Bapenda Parigi Moutong, Moh Yasir Source: (Foto/Firman)

Parigi moutong, gemasulawesi – Di balik agresifnya perburuan pajak di lapangan, ada mesin administratif yang bekerja senyap namun vital.

‎Dalam Rancangan Akhir Rencana Strategis (Renstra) 2024-2026, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Parigi Moutong menempatkan Sekretariat sebagai dirigen utama yang menjamin seluruh instrumen organisasi bernada sama.

‎Bukan sekadar urusan surat-menyurat, Sekretariat kini mengemban mandat sebagai pusat komando operasional.

‎Merujuk pada dokumen perencanaan tersebut, unit ini memikul beban untuk mengoordinasikan perencanaan, mengelola keuangan internal, hingga memastikan aset dan sumber daya manusia (SDM) siap tempur mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga:
Pengakuan Saksi Soal Uang Suap Rp60 Miliar dalam Kasus Korupsi Ekspor CPO

Pilar di Balik Angka

‎Sekretariat Bapenda kini dibekali tiga sub-bagian strategis: Perencanaan, Keuangan, serta Umum dan Kepegawaian.

‎Perannya krusial; jika perencanaan di level Sekretariat meleset, maka eksekusi di bidang teknis seperti penagihan dan pendaftaran dipastikan bakal limbung.

‎"Sekretariat mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif dan teknis kepada seluruh unit organisasi," ungkap Kepala Bapenda Parigi Moutong, Moh Yasir.

‎Dengan kata lain, sukses tidaknya Bapenda melampaui target pendapatan sangat bergantung pada seberapa rapi "dapur" yang dikelola oleh Sekretariat.

Baca Juga:
Bendungan Bagong Dorong Ketahanan Air dan Pangan di Trenggalek

Menjaga Nadi Organisasi

‎Di masa transisi pemerintahan pasca-2023, peran Sekretariat kian sentral. Ia menjadi jangkar yang menjaga stabilitas birokrasi agar tetap akuntabel.

‎Urusan kesejahteraan pegawai hingga pemeliharaan fasilitas kerja dikelola di sini guna memastikan moral kerja para "juru pungut" daerah tetap tinggi.

‎Namun, posisi ini bukan tanpa celah. Sebagai jantung administrasi, Sekretariat kerap terjebak dalam kerumitan birokrasi yang lamban.

‎Renstra 2024-2026 menuntut adanya efisiensi di level ini; setiap rupiah anggaran internal harus mampu mendongkrak performa layanan secara keseluruhan.

‎Kini, tantangan bagi Sekretariat adalah membuktikan bahwa mereka bukan sekadar "tukang stempel", melainkan motor penggerak yang membuat roda fiskal Parigi Moutong berputar lebih kencang. (adv)

...

Artikel Terkait

wave

Gantikan Beny Suharsono, Ni Made Jadi Sekda Perempuan Pertama DIY

Sri Sultan lantik Ni Made sebagai Sekda DIY, soroti isu strategis daerah seperti sampah, kemiskinan, dan kemandirian fiskal.

Kiamat Laporan Manual, Bapenda Parigi Moutong Migrasi ke SIPD

Bapenda Kabupaten Parigi Moutong kini memacu integrasi data ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Yana Mulyana Bebas Bersyarat Setelah Vonis Kasus Korupsi Pengadaan CCTV Bandung

Mantan Wali Kota Bandung Yana Mulyana menjalani bebas bersyarat usai divonis penjara kasus korupsi proyek CCTV Bandung Smart City.

Polres Pasaman Tangkap 15 Pelaku Tambang Emas Ilegal di Batang Air Sibinail

Satreskrim Polres Pasaman amankan 15 pelaku tambang emas ilegal beserta mesin dompeng di Kecamatan Rao.

Pemerintah Pusat Perbaiki dan Bangun Ulang Gedung Pemkab dan DPRD Kediri Pascakerusuhan

Kementerian PUPR membangun ulang gedung DPRD dan memperbaiki kantor Pemkab Kediri usai kerusuhan yang terjadi Agustus 2025.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;