Parigi moutong, Gemasulawesi - Ambisi menampung ribuan anak putus sekolah di Sulawesi Tengah berujung perombakan total cetak biru pembangunan Sekolah Rakyat. Rencana awal mendirikan gedung dua lantai terpaksa ditinggalkan.
Pemerintah setempat memutuskan melipatgandakan tinggi bangunan demi mengejar lonjakan kuota peserta didik.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong, Syafaat Pampi, mengonfirmasi perubahan desain proyek ini, beberapa waktu lalu.
"Daya tampung penerima manfaat kini diproyeksikan menembus angka 2.000 peserta didik," sebutnya.
Baca Juga:
Nasib Nelayan Parigi Moutong Bakal Berubah, KKP Kucurkan Dana Fantastis Rp36,7 Miliar
Lonjakan kuota calon siswa memaksa pemetaan ulang kekuatan struktur bangunan secara menyeluruh.
Tim teknis langsung bergerak cepat memeriksa titik kelaikan tanah di lapangan.
Kesiapan infrastruktur dasar menjadi syarat mutlak sebelum proyek besar ini berjalan.
Pengujian kekuatan tanah telah menggunakan metode sondering untuk mengukur daya dukung lahan.
Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah memimpin langsung pengujian teknis tersebut.
Pemeriksaan kualitas serta ketersediaan air tanah di lokasi peninjauan juga sudah tuntas digelar.
Hasil pengujian sementara menunjukkan kondisi kontur tanah sangat kokoh menopang beban gedung.
Keberadaan air bersih di lokasi peninjauan turut mendukung rencana pembangunan gedung empat lantai.
"Penyesuaian desain ini diyakini mampu menjawab tingginya kebutuhan fasilitas pendidikan warga lokal," jelasnya.
Tahapan perencanaan teknis kini memasuki fase finalisasi sebelum lelang resmi dibuka.
Satker PUPR Provinsi dijadwalkan kembali turun ke lapangan pada Oktober 2026 mendatang.
Proses tender proyek ditargetkan berlangsung sepanjang Oktober hingga November 2026.
Pekerjaan fisik bangunan rencananya mulai mengebor tanah pada Desember 2026.
Pemerintah daerah berharap seluruh tahapan berjalan presisi tanpa kendala teknis berarti.