Eksekutif-Legislatif Anggarkan Revisi Perda Susunan Perangkat Daerah

<p>Foto: Eksekutif-Legislatif Anggarkan Revisi Perda Susunan Perangkat Daerah.</p>
Foto: Eksekutif-Legislatif Anggarkan Revisi Perda Susunan Perangkat Daerah.

GemasuawesiWakil Ketua DPRD Parigi Moutong, Sulawesi Tengah Alfrest Tonggiroh menyebut Eksekutif dan Legislatif telah mengalokasikan penganggaran pembahasan revisi Perda susunan Perangkat Daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan tahun 2021.

“Soal penganggaran, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) telah menyepakati alokasi anggaran rancangan revisi Perda pada APBD Perubahan 2021,” ungkap Alfrest saat ditemui di Parigi, Kamis 30 September 2021.

Menurut dia, pihaknya bersama eksekutif telah bersepakat untuk melakukan merger atau penggabungan perangkat daerah, yang tentunya melalui mekanisme revisi Perda susunan perangkat daerah, dengan konsekuensi penganggaran dilekatkan pada bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortal) Sekretaris daerah (Setda) Parigi Moutong.

Baca juga: Anleg Soroti Minusnya Realisasi Pembangunan di Dua Triwulan Awal

Dengan kesiapan anggaran itu kata dia, pihaknya saat ini menunggu pengajuan usulan pemerintah daerah melalui bagian Ortal.

Pihaknya pun berhadap, pengajuan usulan dapat dilakukan sesegera mungkin, sehingga tahapan pembahasan mulai dijalankan pada masa sidang keempat DPRD.

“Kalau sudah diajukan usulannya kami tentu akan langsung melakukan pembahasan,” ucapnya.

Sementara berkaitan dengan batas waktu yang diberikan ke setiap daerah hingga 30 September 2021 kata dia, pihaknya belum dapat memastikan hal itu. Sebab, pernyataan resmi dari Kementerian dalam negeri (Kemendagri) belum diterima oleh pihaknya.

“Tetapi soal pastinya batas waktu itu, dapat dikonfirmasi langsung ke Bagian Ortal,” ujarnya.

Dia memastikan, pembahasan revisi Perda antara eksekutif dan legislatif tidak akan memakan waktu lama. Bahkan, kemungkinan efektif dapat diterapkan pada tahun anggaran 2022 mendatang.

Sebelumnya, DPRD sempat mempertanyakan tentang kesiapan Pemda setempat atas perampingan struktur OPD sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), pada sidang Paripurna beberapa waktu lalu.

Anggota DPRD Parimo, Suyadi, mempertanyakan sudah sejauh mana langkah yang telah dilakukan Pemda tentang penyederhanaan perangkat daerah untuk diajukan penganggarannya dalam pembahasan APBD Perubahan 2021.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Parimo, Zulfinasran Achmad, mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan tentang perampingan beberapa OPD, dari 36 menjadi 20.

“Apabila hal itu merupakan usulan inisiatif DPRD dan bertepatan Pemda juga mengajukan perampingan OPD, maka usulan yang dibahas dari legislatif,” tutupnya. (***)

Baca juga: Khawatir Petani Merugi, APTI Tolak Revisi Aturan Rokok

...

Artikel Terkait

wave

Damkar Parigi Moutong Keluhkan Keterbatasan Armada

Damkar Satpol PP Parigi Moutong, Hamja Daeng Majaja menyampaikan berbagai keluhan atas berbagai keterbatasan saat memberikan pelayanan.

UKM Palu Sukses Menangkan Minat Pasar, Ini Strateginya

UKM Palu beradaptasi dengan sarana penjualan dan pemasaran online, menyesuaikan perubahan gaya berbelanja masyarakat umum ke ranah digital.

Gubernur Rusdy Mastura: Aparatur Profesional Kunci Pelayanan Prima

Gubernur Sulawesi Tengah, H Rusdy Mastura mengatakan, aparatur pemerintah profesional dan handal jadi kunci pelayanan publik prima.

Parimo Usul Rehab dan Bangun Baru 270 Sekolah ke Pemerintah Pusat

Parimo usul 270 sekolah lebih telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan penanganan rehab dan bangun baru bersumber dari DAK 2022.

Lapas Parigi Gandeng Damkar Beri Pelatihan Antisipasi Kebakaran

Lapas Kelas III Parigi Moutong, Sulawesi Tengah menggandeng Pemadam Kebakaran memberikan pelatihan antisipasi kebakaran kepada para petugas.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;