BPBD Banggai Ingatkan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem

<p>Foto: Citra Satelit H08 EH Indonesia.</p>
Foto: Citra Satelit H08 EH Indonesia.

Berita banggai, gemasulawesi– BPBD Banggai, Provinsi Sulteng, ingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.

“Saat ini memang masih musim penghujan dengan intensitas tinggi,” ungkap Kepala BPBD Banggai, Rensly Saadjad, di Banggai, Minggu 18 Juli 2021.

Bahkan, BPBD Banggai sebut hingga dua pekan kedepan kewaspadaan cuaca ekstrem mesti terus ditingkatkan.

Baca juga: Banjir di Banggai, Warga Merugi Ratusan Juta Rupiah

Ia mengatakan, sejak 15 Juli 2021 sejumlah wilayah masih dilanda banjir dan longsor. Diantaranya dua titik di Kecamatan Masama, Kecamatan Pagimana dan Salodik.

BPBD Banggai juga menyebut, longsor dikabarkan terjadi di ruas jalan antar Desa Salodik, Kecamatan Luwuk Utara dan Desa Poh, Kecamatan Pagimana.

Namun menurut data BPBD Banggai Jumat 16 Juli 2021, titik itu sudah bisa dilewati kendaraan.

“Banjir tetap ada saat hujan, namun hujan reda banjir juga ikut surut,” sebutnya.

Baca juga: Akademisi Rekomendasi 14 Poin Penanganan Stunting Parigi Moutong

Hasil analisis BMKG

Sementara itu, hasil analisis BMKG menunjukkan kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Kondisi itu diperkuat aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin di wilayah Indonesia.

Selain itu, terbentuknya belokan maupun pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dapat mengakibatkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Berdasarkan analisis terhadap perkembangan dinamika atmosfer itu, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas sedang-lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah sebagai berikut:

Pada tanggal 16-18 Juli 2021 : Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Pada tanggal 19-21 Juli 2021 : Bengkulu, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Pada tanggal 22-23 Juli 2021 : Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Baca juga: BMKG 15 Juli 2021: Potensi Cuaca Ekstrem di Sulawesi Tengah

Laporan: Ahmad

...

Artikel Terkait

wave

Rutan Palu Geledah Sel Napi Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Gandeng BNN Kota Palu, Rutan Palu geledah sel Napi cegah Narkoba bersama Satgas Operasi Pengamanan Internal Kanwil Sulawesi Tengah.

Covid-19 Sulteng 17 Juli 2021: Bertambah 337 kasus dan 61 Sembuh

Rilis Pusdatina covid-19 Sulteng 17 Juli 2021, tercatat tambahan 337 kasus baru positif covid-19 dan 61 pasien sembuh dari virus corona.

Parigi Moutong Sosialisasi Waktu Operasional Pelaku Usaha

Tim gabungan Satgas covid-19 Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, melakukan sosialisasi waktu operasional kepada pelaku usaha.

Daring di Parigi Moutong: Siswa Butuh Peran Orang Tua

Disdikbud Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mengharapkan orang tua dapat membantu peran guru pada pembelajaran Daring di Parigi Moutong

Polisi Bekuk Pencuri Handphone 16 TKP di Kota Palu

Tim Resmob Polres Palu, berhasil membekuk pencuri handphone 16 TKP di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pelaku inisial H (22) dan MA (20).

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;