Prabowo Subianto Harap KAHMI Turut Serta Menjaga Indonesia

<p>Ket Foto: Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, saat menghadiri Munas KAHMI XI di Palu, Sulteng, Sabtu 26 November 2022. (Foto/Panpel KAHMI)</p>
Ket Foto: Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, saat menghadiri Munas KAHMI XI di Palu, Sulteng, Sabtu 26 November 2022. (Foto/Panpel KAHMI)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, berharap Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) agar turut serta menjaga Indonesia.

Prabowo Subianto yang merupakan mantan Danjen Kopassus TNI didaulat menjadi pembicara dengan tema merawat kesatuan, menegakan demokrasi dan menjaga kedaulatan pada Musyawarah Nasional (Munas) XI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).

Ia menjelaskan bahwa keinginan untuk bersatu dalam sejarah Indonesia baru dimulai pada abad ke-20, setelah itu Indonesia menjadi luar biasa pascaditindas oleh Belanda.

“Dulu sulit menyatukan hampir semua daerah, padahal nusantara ini sangat luar biasa. Masalahnya adalah persatuan,” katanya.

Baca: Hadiri Munas KAHMI XI, Wapres Minta Jaga Kerukunan dan Perdamaian

Ditengah orasi kebangsaan politik kebangsaan menjaga kedaulatan Bangsa dan Negara, Menhan Prabowo Subianto juga mengatakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan salah satu organisasi yang dari sejarah bangsa Indonesia.

Menhan Prabowo Subianto mengakui ketika HMI mengambil alih peran tersebut, dia berteman dan mendapat dukungan emosional dari HMI selama ini.

“Saat itu pada tahun 50 hingga 60an, HMI berperan dalam menyelesaikan konflik ideologis dan tidak cocok untuk Indonesia pada kala itu, yaitu budaya komunisme dan kapitalisme,” ucapnya saat menjadi pembicara dalam Seminar Munas KAHMI XI di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu 26 November 2022.

Baca: Mahfud MD Minta KAHMI Kembali Ciptakan Kader Bangsa Tangguh

Ia berharap agar KAHMI ikut ambil bagian dalam menjaga Indonesia. Menurut Prabowo, dirinya menyadari kecemerlangan Indonesia memiliki pancasila dan sumpah pemuda.

Prabowo juga menegaskan bahwa sumpah pemuda tidak memaksakan bahasa mayoritas, sedangkan Pancasila tidak memaksakan agama mayoritas. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Puluhan Ribu Warga Makassar Ikuti Gerak Jalan Sulsel Anti Mager

Puluhan ribu warga Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ikuti gerak jalan sehat Anti Malas gerak (Mager) di Lapangan Pemuda Benteng,

Kodim 1418 Bangun Ruko Kuliner Masakan Khas Sulbar

Kodim 1418 Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), bangun sejumlah rumah took (ruko) untuk menjual kuliner masakan khas

Tekan Kasus HIV AIDS, Pemkot Palu Gencarkan Sosialisasi

Tekan kasus HIV AIDS, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, menggencarkan sosialisasi dan edukasi pencegahan

Mahfud MD Minta KAHMI Kembali Ciptakan Kader Bangsa Tangguh

Mahfud MD, Menteri Politik dan Hak Asasi Manusia (Menkopolhukam) minta Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), kembali kepada khittah

Hadiri Munas KAHMI XI, Wapres Minta Jaga Kerukunan dan Perdamaian

Hadiri Musyawarah Nasional (Munas) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ke XI di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;