Tuai Pro dan Kontra! Kadiv Humas Polri Buka Suara Terkait Alasan Dihapusnya 2 DPO dalam Kasus Pembunuhan Vina di Cirebon

Terungkap alasan mengapa polisi menghapus 2 DPO dalam kasus pembunuhan Vina.
Terungkap alasan mengapa polisi menghapus 2 DPO dalam kasus pembunuhan Vina. Source: Foto/ilustrasi/Pixabay

Hukum, gemasulawesi - Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Shandi Nugroho, memberikan penjelasan terkait penghapusan dua nama dari Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon.

Hal ini dikarenakan pihak kepolisian belum memperoleh bukti yang cukup terkait keterlibatan kedua DPO itu dalam kasus pembunuhan Vina.

"Sebelumnya ada tiga nama dalam DPO, namun sekarang hanya tinggal satu karena bukti yang mengarah pada kedua orang ini hingga saat ini belum mencukupi. Bahkan beberapa kesaksian menyebut bahwa nama-nama tersebut merupakan nama fiktif," jelas Shandi Nugroho dalam konferensi pers pada Kamis, 30 Mei 2024.

Shandi menyatakan bahwa Polda Jawa Barat tengah bekerja keras untuk menyelesaikan kasus pembunuhan Vina Cirebon. Proses penyidikan masih terus berlangsung.

Baca Juga:
Viral Detik-detik Material Konstruksi Gedung Kejagung Jatuh di Jalur MRT Kebayoran Baru, Operasional Diberhentikan Sementara

Di kesempatan yang sama, Shandi juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang turut mengawal perkembangan kasus Vina.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak membantu Polri dalam menuntaskan kasus tersebut.

Ia mengungkap bahwa banyak pengamat, ahli hukum, dan narasumber yang telah membahas kasus Vina ini secara intensif, dan tentu saja hal ini dinilai dapat memberikan semangat bagi Polri dalam proses penyidikan kasus Vina ini.

"Kami merasa didukung oleh banyak pihak dan dipantau dengan seksama, sehingga kasus ini bisa terungkap dengan lebih jelas," tambahnya.

Baca Juga:
5 Orang Terluka, Pasukan dan Pemukim Penjajah Israel Dikabarkan Kembali Melakukan Penggerebekan di Tepi Barat

Shandi juga menekankan bahwa Polri memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk memberikan informasi atau bukti tambahan yang dapat membantu dalam penyelesaian kasus ini.

"Jika ada bukti baru, keterangan tambahan, atau informasi yang dapat membantu mengungkap lebih jelas kasus ini, kami sangat menghargai dan menunggu kontribusi dari masyarakat," tuturnya dengan tegas.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat mengoreksi informasi sebelumnya yang menyebutkan ada tiga Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon.

Setelah penyelidikan lebih lanjut, ternyata hanya ada satu DPO, yaitu Pegi Setiawan alias Perong.

Baca Juga:
Menjadi Penopang Ekonomi, Pemkot Palu Telah Tetapkan Kelurahan Duyu Sebagai Sentra Anggur

Kesalahan informasi awal disebabkan oleh perubahan keterangan dari tersangka, yang menyebutkan jumlah DPO yang berbeda-beda.

Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Kombes Surawan, menjelaskan bahwa dua nama yang sebelumnya disebut sebagai DPO ternyata hanya asal sebut.

Koreksi ini menegaskan bahwa jumlah DPO sebenarnya adalah satu, bukan tiga seperti yang sebelumnya diberitakan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Dugaan Salah Tangkap DPO Semakin Kuat, Hotman Paris: 5 Terpidana Sebut Pegi Bukan Pelaku Utama dalam Kasus Pembunuhan Vina

Berdasarkan hasil BAP, Hotman Paris mengungkapkan bahwa 5 terpidana menyatakan Pegi bukan pelaku dalam kasus pembunuhan Vina.

Diperiksa Terkait Kasus Pembunuhan Vina, Suharsono, yang Beri Kesaksian untuk Pegi Mengaku Terus Diteror oleh Orang Tak Dikenal

Rekan Pegi, Suharsono mendapatkan teror dari orang tak dikenal usai diperiksa sebagai saksi dalam kasus pembunuhan Vina di Cirebon.

Dugaan Pegi Setiawan Jadi Korban Salah Tangkap dan Bukan Otak Pembunuhan Vina Beredar Luas, Polda Jabar Tegaskan 3 Hal Ini Sebagai Bukti

Polda Jawa Barat yakini Pegi Setiawan adalah otak pembunuhan Vina di Cirebon, beberkan 3 bukti ini yang menjadi alasannya.

Tak Terima Dijadikan Tersangka dan Dituduh Jadi Otak dalam Kasus Pembunuhan Vina di Cirebon, Pegi Setiawan Akan Ajukan Praperadilan

Ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Vina di Cirebon, Pegi Setiawan melalui kuasa hukumnya akan ajukan praperadilan.

Usai 5 Jam Diperiksa Polisi, Linda Mengaku Tidak Kenal dengan 8 Tersangka dalam Kasus Pembunuhan Vina, Termasuk Pegi Setiawan

Polres Cirebon Kota memeriksa Linda yang disebut-sebut sebagai saksi kunci dalam kasus pembunuhan Vina. Ini beberapa hal yang disampaikan.

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;