Aniaya Rekannya hingga Tewas, 6 Tahanan Rutan Depok Dipindahkan ke Nusakambangan dan Dikenai Sanksi Berat Ini

Pihak Rutan Depok memberikan sanksi berat untuk enam tahanan yang aniaya rekannya hingga tewas.
Pihak Rutan Depok memberikan sanksi berat untuk enam tahanan yang aniaya rekannya hingga tewas. Source: Foto/ilustrasi/Freepik

 

Depok, gemasulawesi - Peristiwa penganiayaan di dalam rumah tahanan kembali mencuat ke permukaan, kali ini terjadi di Rutan Kelas I Kota Depok.

Kasus ini melibatkan enam tahanan yang diduga melakukan penganiayaan terhadap RA (26), seorang tersangka kasus narkoba yang sedang menjalani penahanan di rutan tersebut. 

Kejadian ini memicu keprihatinan dan langkah tegas dari pihak Rutan Depok untuk menangani pelanggaran yang terjadi di dalam fasilitas mereka.

Kepala Rutan Depok, Lamarta Surbakti, mengungkapkan bahwa enam tahanan yang terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut kini telah dikenai sanksi berat.

Baca Juga:
BPS Sulawesi Tengah Mencatat Momentum Menjelang Pilkada dan Event Politik Mempengaruhi Jumlah Tamu Hotel Berbintang selama Juli 2024

Mereka telah dipindahkan ke Lapas Nusakambangan di Jawa Tengah, sebuah langkah yang menunjukkan keseriusan pihak rutan dalam menegakkan disiplin dan keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan. 

"Bagi warga binaan yang terbukti melakukan penganiayaan, kami berikan hukuman tegas dengan mencatat pelanggaran mereka dalam Register F," ujar Lamarta dalam keterangan yang dirilis pada Senin, 2 September 2024.

Tidak hanya dipindahkan ke Nusakambangan, keenam pelaku juga ditempatkan di sel isolasi sebagai bagian dari hukuman disipliner. 

Selain itu, hak-hak mereka sebagai tahanan, termasuk hak untuk mendapatkan remisi dan hak-hak integrasi lainnya, juga dicabut. 

Baca Juga:
Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Pemkab Sigi Menjaga Keberadaan Lahan Pertanian Lewat Pemetaan LP2B

 Lamarta menegaskan bahwa tindakan ini adalah bagian dari upaya rutan untuk memastikan bahwa pelanggaran serius seperti penganiayaan tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi yang tegas.

Lamarta menyayangkan terjadinya insiden pengeroyokan di antara tahanan, dan menekankan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait pengawasan di Rutan Depok.

Menurutnya, evaluasi ini sangat penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

"Rutan Depok akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan pengawasan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa insiden serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari," jelas Lamarta.

Baca Juga:
Sah! 40 Orang Anggota DPRD Parigi Moutong Resmi Dilantik Hari ini

Lebih lanjut, Lamarta menyatakan bahwa pihak Rutan Depok tidak akan menolerir keterlibatan petugas dalam insiden seperti ini. 

Ia menegaskan bahwa jika ditemukan petugas yang terlibat atau lalai dalam tugasnya hingga menyebabkan terjadinya penganiayaan, tindakan tegas akan segera diambil. 

Petugas yang terbukti bersalah akan dilaporkan ke kantor wilayah untuk pemeriksaan lebih lanjut dan akan dikenai sanksi yang sesuai dengan tingkat kesalahan mereka.

"Kami tidak akan mentolerir jika ada petugas yang terlibat dalam kasus ini. Tindakan tegas akan diberikan kepada petugas yang bersangkutan, dan kami akan melaporkannya ke kantor wilayah untuk segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tegas Lamarta.

Baca Juga:
Guna Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara, PT Angkasa Pura 1 Bandara Sam Ratulangi Siap Melayani Penerbangan Internasional

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan rutan dan lapas, bahwa disiplin dan pengawasan yang ketat harus diterapkan demi menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lembaga pemasyarakatan. 

Dengan tindakan tegas yang telah diambil, diharapkan tidak ada lagi insiden kekerasan yang terjadi di dalam Rutan Depok, sehingga hak-hak tahanan dapat tetap terlindungi dengan baik. (*/Shofia)

 

...

Artikel Terkait

wave
Baru Terungkap! Tahanan Narkoba yang Tewas Usai Dikeroyok 6 Rekannya Ternyata Baru Ditahan Sehari di Rutan Cilodong Depok

Isu penganiayaan di Rutan Cilodong viral, tersangka narkoba tewas setelah dikeroyok sesama tahanan. Begini kata pihak kepolisian.

Dilempar OTK dari Luar Tembok, Upaya Penyelundupan Narkoba Jenis Sabu Digagalkan Petugas Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Poso

Petugas Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Poso menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu yang dilempar OTK dari luar tembok.

Sadis! Seorang Tahanan Narkoba di Rutan Cilodong Kota Depok Dikeroyok 6 Rekannya hingga Tewas, Begini Peran Masing-masing Pelaku

Kasus kekerasan di Rutan Cilodong, tahanan narkoba tewas setelah dikeroyok oleh enam tahanan lainnya. Polisi tangkap 6 pelaku.

Bekerja Sama dengan BRIN, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Temanggung Melakukan Penelitian tentang Buah Kopi Busuk pada Tanaman

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung melakukan penelitian tentang buah kopi busuk pada tanaman.

Agar Dapat Bermanfaat untuk Ketahanan Pangan, Pemkot Tasikmalaya Targetkan 1 Juta Tanaman Pangan di Pekarangan Rumah Warga maupun Lahan Kosong Tahun 2024

Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jabar, menargetkan 1 juta tanaman pangan di pekarangan rumah warga maupun lahan kosong tahun 2024.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;