Rombongan Pengantar Jenazah di Makassar Bentrok Dengan Warga

<p>(Ilustrasi)</p>
(Ilustrasi)

Berita Hukum, gemasulawesi – Rombongan pengantar jenazah terlibat bentrok dengan warga di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, berdasarkan laporan dari kejadian itu enam orang mengalami luka-luka dan dirawat di Rumah Sakit Daya Makassar.

Bentrokan rombongan pengantar dengan warga yang terjadi pada Senin 20 Juni 2022 itu terekam pengendara motor dan viral di media sosial. Dalam video viral tersebut, terlihat sebuah mobil ambulans dikelilingi beberapa pengendara sepeda motor dan pria yang membawa busur panah.

Polisi masih menyelidiki penyebab bentrokan tersebut. Ditlantas Polda Sulawesi Selatan diketahui sebelumnya telah memberikan jaminan pengantaran jenazah untuk menghindari bentrokan dengan warga.

Dalam rekaman video yang viral itu, tampak gerombolan pengantar jenazah yang melintasi Jalan Perintis Kemerdekaan terlibat saling serang dengan warga sekitar dengan batu dan panah.

Baca: Dugaan Korupsi Kapal Nelayan di Tolitoli, Empat Terdakwa Divonis Bebas

Rombongan pengantar jenazah rencanya akan menuju Kabupaten Tanah Toraja. Namun tiba-tiba dalam perjalanan, ratusan orang menghadang dalam perjalanannya di kawasan perbatasan Maros dan Makassar. Bahkan ambulans yang membawa jenazah pun tak luput dari serangan massa, dan salah satu warga yang merekam perkelahian tersebut juga diserang massa.

Akibat bentrokan tersebut, lima orang pengantar jenazah luka parah akibat terkena anak panah, sedangkan seorang warga mengalami luka memar di bagian wajah akibat terkena benda tumpul.

Belum diketahui penyebab bentrok antara rombongan pengantar jenazah dengan dengan warga.

Bentrokan ini diyakini sebagai aksi balas dendam, karena beberapa hari sebelumnya warga setempat kerap diserang rombongan pengantar jenazah yang melintas.

Polisi setempat segera melakukan penyelidikan atas bentrokan tersebut, polisi pun membuat video viral sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian itu.

Kapolsek Biringkanaya Kompol Andi Alimuddin mengatakan pihaknya menerima laporan tersebut, beberapa saksi juga dimintai keterangan.

“Iya (ada laporan polisi) saat ini masih didalami. Jadi banyak pelakunya, namanya massa begitu toh,” jelasnya.

Ia mengatakan, Saksi ada 2, tapi kan sementara pengembangan untuk penyelidikan masih tertutup dulu. (*Ikh)

Baca: Peringati Hari Bhayangkara, Polres Parigi Moutong Gelar Lomba Menyanyi

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Dugaan Korupsi Kapal Nelayan di Tolitoli, Empat Terdakwa Divonis Bebas

Dugaan kasus korupsi pengadaan kapal nelayan pada Dinas Perikanan Kabupaten Tolitoli di tahun 2019 Empat Terdakwa Divonis Bebas

Terkait Kasus Minyak Goreng, Mantan Mendag M Lutfi Akan Diperiksa

Terkait kasus minyak goreng, Direktorat Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung akan memeriksa mantan Mendag M Lutfi

Remaja Pelaku Pembuang Bayi di Kabonena, Palu Ditangkap Polisi

Remaja pelaku pembuang bayi perempuan di Kompleks Huntara, Jalan Asam 3, Lorong Tri Brata, Kelurahan Kabonena

Legalisasi Ganja di Indonesia, Kepala BNN Tegaskan Menolak

Legalisasi ganja di Indonesia, terkait hal itu Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Petrus Reinhard Golose menegaskan pihaknya menolak

Bentangkan Poster, Jemaah Haji Indonesia Ditahan Polisi Arab Saudi

Bentangkan poster di Tanah Suci, Jemaah haji asal Indonesia ditahan Polisi Arab Saudi, terkait hal itu Kementerian Agama (Kemenag)

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;