Perang Masih Belum Berakhir, Apakah Perang Gaza Menjadi Titik Balik Hubungan Yordania dan Penjajah Israel?

Ket. Foto : Berikut Ini Adalah Analisis Terkait Hubungan Israel, Yordania dan Perang Gaza (Foto/Telegram/Voice Of East)
Ket. Foto : Berikut Ini Adalah Analisis Terkait Hubungan Israel, Yordania dan Perang Gaza (Foto/Telegram/Voice Of East) Source: (Foto/Telegram/Voice Of East)

Internasional, gemasulawesi – Diketahui jika hingga kini, Israel masih belum menghentikan agresinya di Palestina yang telah membuat lebih dari 17.000 orang rakyat Palestina tewas dengan banyak yang terluka.

Hingga kini, masih banyak negara yang mengecam Israel, namun, tidak kunjung diindahkan protes dari seluruh dunia terkait tindakan yang mereka lakukan terhadap warga Palestina.

Di sisi lain, para pemimpin Yordania yang menjadi salah satu negara yang berbatasan langsung dengan Israel menganggap pemerintahan PM Benjamin Netanyahu sangat berbahaya.

Baca Juga: AS Sebut Jalur Gaza dan Tepi Barat Harus Disatukan Kembali, Netanyahu Ungkap Tidak Akan Ada Otoritas Palestina di Gaza Sama Sekali Setelah Perang

Hal itu dikatakan membuat hubungan Yordania dengan Israel memburuk dalam beberapa tahun terakhir ini.

Dikatakan jika dari sudut pandang Yordania, perluasan pemukiman Israel dan penindasan yang semakin parah di Palestina terutama di Tepi Barat menimbulkan bahaya yang besar yang tidak hanya untuk warga Palestina, namun, juga untuk Yordania.

Selama bertahun-tahun lamanya, para pembuat kebijakan di Yordania mengakui jika mereka merasa khawatir dampak yang ditimbulkan dari gelombang besar pengungsi Palestina yang memasuki Yordania saat mereka tidak dapat menerima para pengungsi.

Baca Juga: Protes Berbagai Pihak Tidak Diindahkan, PBB Perkirakan Skenario Lebih Buruk Ketika Penjajah Israel Hentikan Bantuan untuk Gaza

Raja Yordania juga menolak rencana Israel untuk kembali menduduki Gaza.

Sementara itu, Ratu Yordania, Ratu Rania, telah berbicara kepada media Barat dan berulang kali menyerukan gencatan senjata juga mengutuk kejahatan perang Israel.

Di tanggal 1 November 2023, Yordania juga mengumumkan keputusannya untuk menarik duta besar mereka dari Israel.

Baca Juga: Agresi Masih Belum Berhenti, Ini Bagaimana Penjajah Israel Mengotomatiskan Pendudukan Palestina

Salah satu jurnalis veteran Yordania menyatakan jika hubungan antara Israel dan Yordania berada di titik paling rendah dalam sejarah.

“Ini bahkan terjadi sebelum tanggal 7 Oktober 2023 dan sejak Netanyahu membentuk pemerintahan sayap kanan setahun yang lalu.

Dia menambahkan jika Yordania memandang serangan Israel sebagai pengubah permainan dalam konflik Israel-Palestina.

Baca Juga: Kembali Lanjutkan Serangan, Seorang Asisten Profesor Sebut Lelucon Kemanusiaan sedang Dimainkan oleh Penjajah Israel di Gaza

“Yordania juga khawatir serangan yang dilakukan Israel ini dapat membahayakan keamanan nasionalnya sendiri,” jelasnya.

Terdapat pandangan di kalangan masyarakat Yordania bahwa satus-satunya negara yang dapat dan mampu menekan Israel untuk mengubah perilakunya adalah Amerika Serikat, namun, pemerintahan Biden terlalu lemah untuk melakukan hal tersebut, terutama di tahun Pemilu. (*/Mey)

 

...

Artikel Terkait

wave
Dibombardir dengan Membabi Buta, Rakyat Palestina yang Tewas Tembus Angka 16 Ribu Jiwa

Laporan terbaru menyatakan rakyat Palestina yang tewas mencapai lebih dari 16 ribu jiwa sejak agresi Israel dimulai kembali pekan lalu.

Disebut Mungkin Akan Meningkat, Prediksi Awal Rekonstruksi Gaza Diperkirakan Telan Biaya 50 Milyar USD

Mengingat kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, prediksi awal pembangunan kembali Gaza diperkirakan memakan biaya 50 milyar USD.

Sisakan Kisah Pilu, Ini Deretan Kekejaman Penjajah Israel yang Dilakukan kepada Palestina Sejak Awal Serangan

Berikut ini merupakan beberapa deretan kejahatan yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina sejak dimulainya agresi.

Telah Berlangsung Selama 16 Tahun, Blokade Penjajah Israel terhadap Gaza Disebutkan Mengurung Warga Palestina Tanpa Batas Waktu dalam Keadaan Hidup

Blokade yang dilakukan oleh Israel selama bertahun-tahun kepada Gaza dikatakan telah mengurung rakyat Palestina tanpa batas waktu hidup-hidup.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;