Atasi Krisis Kelaparan, Seorang Warga Palestina Mulai Menanam Berbagai Tumbuhan di Kebun Rumahnya

Ket. Foto: Seorang Warga Palestina di Jalur Gaza Kini Mulai Menanam Berbagai Tumbuhan di Kebun Rumahnya
Ket. Foto: Seorang Warga Palestina di Jalur Gaza Kini Mulai Menanam Berbagai Tumbuhan di Kebun Rumahnya Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Salah seorang warga Palestina dari daerah Tall az-Zaatar di Jalur Gaza utara, Rajab al Borai, mengakui dia tidak menyerah pada keputusasaan dan juga kelaparan.

Rajab al Borai juga mengungkapkan jika dia 2 kali terluka karena serangan yang dilakukan penjajah Israel.

Rajab al Borai menyampaikan jika dia mulai menanam berbagai tumbuhan di kebun yang ada di depan rumahnya dengan harapan dapat menanam kacang-kacangan, paprika, tomat dan juga strawberri.

Baca Juga:
Perang Palestina, Perintah Evakuasi Penjajah Israel di Jalur Gaza Disebutkan Ilegal

“Kami mencoba menanam sayuran, namun, kami juga terpaksa memakan daun-daunan,” ujarnya.

Rajab al Borai memaparkan jika dia pertama kali terluka dalam serangan udara di kamp pengungsi Jabalia pada bulan Oktober 2023 lalu.

“Saya juga kembali terluka saat sedang mencari tanaman dan sayuran untuk memberi makan keluarga saya,” katanya.

Baca Juga:
Kembali Lakukan Penggerebekan di Tepi Barat, Tentara Penjajah Israel Dilaporkan Menahan Jurnalis Perempuan dan Aktivis

Rajab al Borai menuturkan meskipun dia terluka, dia tetap ingin bertani untuk menyediakan makanan untuk anak-anaknya yang masih kecil.

“Yang saya inginkan hanyalah makanan dan juga minuman untuk keluarga saya,” ucapnya.

Di sisi lain, terdapat laporan yang menyebutkan jika penjajah Israel memeriksa sekitar 400 jenazah ketika menyerbu fasilitas kesehatan di Jalur Gaza pada bulan lalu untuk mencari para sandera.

Baca Juga:
Lakukan Penggerebekan di Tepi Barat, Penjajah Israel Dilaporkan Menangkap 25 Warga Palestina

“Tidak satu pun dari jenazah yang diperiksa merupakan tawanan penjajah Israel,” kata salah satu sumber yang tidak disebutkan namanya.

Hingga kini, hampir 130 tawanan penjajah Israel masih belum ditemukan di Jalur Gaza, namun, sekitar 30 diantaranya diyakini telah terbunuh.

Hamas sebelumnya mengklaim banyak tawanan yang terbunuh akibat pemboman penjajah Israel dan menegaskan jika mereka tidak dapat memberikan laporan lengkap mengenai mereka yang masih hidup sampai perang benar-benar berhenti.

Baca Juga:
Mayoritas Tewas di Khan Younis, Militer Penjajah Israel Klaim Bunuh Lebih dari 20 Pejuang Hamas

Laporan baru berdasarkan wawancara dengan pejabat pemerintah menyebutkan jika penjajah Israel secara konsisten dan tanpa dasar memblokir operasi bantuan ke Jalur Gaza, bahkan rakyat Palestina mengalami kelaparan.

Sementara itu, seruan untuk memperbolehkan lebih banyak bantuan ke Jalur Gaza semakin keras ketika para pejabat kesehatan Gaza melaporkan total 20 orang kini telah meninggal karena kekurangan gizi dan dehidrasi. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Untuk Memungkinkan Bantuan Masuk, Kementerian Luar Negeri Palestina Tuntut Penjajah Israel Buka Semua Penyeberangan

Kementerian Luar Negeri Palestina menuntut penjajah Israel untuk membuka semua penyeberangan agar bantuan dapat masuk ke Gaza.

Bagian Paling Parah yang Alami Kelaparan, WFP Sebut Upaya Lanjutkan Pengiriman Makanan ke Gaza Utara Mayoritas Tidak Berhasil

WFP menyampaikan jika upaya untuk melanjutkan pengiriman makanan ke Jalur Gaza sebelah utara mayoritas tidak berhasil.

Serang Orang yang Mencari Bantuan di Gaza, Human Rights Watch Sebut Adalah Bagian dari Pola Kekerasan Puluhan Tahun Penjajah Israel

Human Rights Watch nyatakan serangan pada orang-orang yang mencari bantuan adalah bagian dari pola kekerasan puluhan tahun penjajah Israel.

Pasukan Penjajah Israel Serang Kamp Pengungsi Balata di Tepi Barat, Seorang Pria Palestina Dilaporkan Terluka

Seorang pria Palestina dilaporkan terluka di bagian wajahnya akibat serangan yang dilakukan penjajah Israel di kamp pengungsi Balata.

Sebut Gerebek Infrastruktur Teroris, Tentara Penjajah Israel Lakukan Operasi Baru di Khan Younis

Tentara penjajah Israel dilaporkan melakukan operasi baru di lingkungan Hamad yang terletak di Khan Younis, Jalur Gaza sebelah selatan.

Berita Terkini

wave

10 HP Terbaik yang Akan Hadir di 2026: Spesifikasi, Fitur AI, dan Perbandingan Lengkap

Sedang mencari HP terbaik 2026? Simak daftar 10 smartphone terbaru dari Samsung, Xiaomi, Google, Vivo hingga OPPO lengkap dengan fitur AI

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali


See All
; ;