Mengenai Kesepakatan Gencatan Senjata, Sejumlah Menteri Sayap Kanan Penjajah Israel Mengancam Akan Menggulingkan Pemerintah Jika Menerimanya

Ket. Foto: Sejumlah Menteri Sayap Kanan Penjajah Israel Mengancam Akan Menggulingkan Pemerintah Jika Menerima Kesepakatan Gencatan Senjata
Ket. Foto: Sejumlah Menteri Sayap Kanan Penjajah Israel Mengancam Akan Menggulingkan Pemerintah Jika Menerima Kesepakatan Gencatan Senjata Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Beberapa menteri sayap kanan penjajah Israel, Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich, dikabarkan telah mengatakan kepada Perdana Menteri penjajah Israel, Benjamin Netanyahu, jika mereka akan meninggalkan koalisi dan juga menggulingkan pemerintah.

Kedua menteri sayap kanan penjajah Israel tersebut menegaskan mereka akan melakukan hal tersebut jika Benjamin Netanyahu menerima kesepakata proposal gencatan senjata Joe Biden, yang merupakan Presiden Amerika Serikat.

Dalam sebuah postingan di media sosial X, Itamar Ben-Gvir, menyampaikan mereka tidak akan membiarkan perang berakhir tanpa pemusnahan total Hamas.

Baca Juga:
Berkaitan dengan Perang Gaza, Chili Akan Bergabung dalam Kasus Afrika Selatan Melawan Penjajah Israel di ICJ

“Jika Perdana Menteri penjajah Israel menerapkan kesepakatan promiscous berdasarkan ketentuan yang diumumkan, yang berarti berakhirnya perang dan meninggalkan Hamas, maka Otzma Yehudit akan membubarkan pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua GCC, Jasem Mohammed Albudaiwi, yang merupakan Sekjen Dewan Kerja Sama Teluk atau GCC, mengecam keras upaya yang dilakukan penjajah Israel untuk melemahkan UNRWA dengan mengklasifikasikannya sebagai organisasi teroris.

Diketahui jika pada pekan ini, parlemen penjajah Israel melakukan pemungutan suara untuk menyetujui rancangan undang-undang yang akan menetapkan UNRWA sebagai organisasi teroris.

Baca Juga:
Hadapi Tekanan, Joe Biden Umumkan Penjajah Israel Telah Menyetujui Proposal yang Akan Mengarah ke Gencatan Senjata Langgeng di Gaza

RUU itu juga akan menyerukan pemutusan hubungan dengan UNRWA.

Penjajah Israel sebelumnya menyatakan sejumlah pegawai UNRWA ikut serta dalam Operasi Banjir Al-Aqsa yang terjadi di tanggal 7 Oktober 2023, namun, tinjauan independen menyimpulkan jika tidak ada bukti yang mendukung klaim penjajah Israel tersebut.

Di sisi lain, ribuan warga penjajah Israel kembali turun pada malam tanggal 1 Juni 2024, waktu setempat, di kota penjajah Israel.

Baca Juga:
Akui Terkejut, Mantan Kepala Mossad Membandingkan Laporan Ancaman terhadap Jaksa ICC dengan Taktik Mafia

Mereka kembali memberikan tekanan kepada pemerintahan Benjamin Netanyahu untuk mencapai kesepakatan dengan Hamas yang akan membebaskan tawanan penjajah Israel yang masih berada di Jalur Gaza.

Dilaporkan jika protes tersebut telah terjadi setiap akhir pekan selama berbulan-bulan dan para pengunjuk rasa juga menyerukan pemilihan umum dini untuk menggantikan Benjamin Netanyahu.

Pada malam tadi, sebuah spanduk besar dibawa oleh beberapa pengunjuk rasa, untuk meminta Presiden AS, Joe Biden, untuk ‘menyelamatkan’ para tawanan dari Benjamin Netanyahu dengan memberikan tekanan kepadanya untuk menerima kesepakatan gencatan senjata. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Termasuk Kamp Pengungsi, Bentrokan Dilaporkan Terjadi saat Pasukan Penjajah Israel Menyerbu Jenin, Tepi Barat

Bentrokan dikabarkan terjadi saat pasukan penjajah Israel melakukan penyerbuan ke Jenin yang berada di Tepi Barat, Palestina.

5 Orang Terluka, Pasukan dan Pemukim Penjajah Israel Dikabarkan Kembali Melakukan Penggerebekan di Tepi Barat

Pasukan dan pemukim penjajah Israel dikabarkan kembali melakukan penggerebekan di Tepi Barat dan menyebabkan 5 orang terluka.

Pasokan Bantuan Terhenti, Pusat Distribusi Makanan, Klinik Kesehatan dan Rumah Sakit di Jalur Gaza Kini Dilaporkan Ditutup

Pusat distribusi makanan, klinik kesehatan dan rumah sakit di Jalur Gaza kini dikabarkan tertutup dikarenakan pasokan bantuan terhenti.

Dehidrasi dan Kekurangan Gizi, UNFPA Ungkap Sekitar 18500 Wanita Hamil Melarikan Diri dari Serangan Penjajah Israel di Rafah

UNFPA mengungkapkan sekitar 18500 wanita hamil melarikan diri dari serangan penjajah Israel di Rafah, Jalur Gaza bagian selatan.

Beri Peringatan Keras, Blinken Tegaskan Penting untuk Penjajah Israel Memiliki Rencana Mengalahkan Hamas dan Memulihkan Keamanan Gaza

Antony Blinken menekankan penting untuk penjajah Israel mempunyai rencana mengalahkan Hamas dan memulihkan keamanan Jalur Gaza.

Berita Terkini

wave

Dugaan Kerabat Dekat Kasatreskrim Parigi Moutong Terlibat PETI Kebal Hukum, Propam Polda Turun Tangan

Kabid Propam Polda Sulteng Roy Satya Putra, S.I.K. berikan perhatian khusus terkait dugaan skandal Kasatreskrim Parigi moutong, Tarigan.

Dugaan Skandal Bisnis Solar Ilegal Seret Nama Kasatreskrim Parigi Moutong

Nama Kasatreskrim Parigi moutong, Anugerah Tarigan terseret dalam pusaran isu dugaan bisnis solar ilegal.

Berebut Dana Pusat, Kabid SD Ingatkan Masalah Hibah Tanah Hambat Perbaikan Sekolah di Parimo

Ratusan sekolah di Parigi Moutong terancam gagal revitalisasi akibat sengketa lahan. Disdikbud minta kepsek percepat urus dokumen hibah.

Parigi Moutong dan Minahasa Tenggara Rancang Koalisi Pertanian, Fokus ke Inovasi Bibit dan Durian

Wakil Bupati Minahasa Tenggara pimpin rombongan kunker ke Parigi Moutong guna pelajari inovasi pusat bibit dan pengembangan sektor pertanian

Jason Statham Kembali dengan Film Thriller Penuh Aksi Lainnya, Mutiny! Berikut Sinopsisnya

Jason Statham akan kembali dengan film laga thriller baru berjdulu Mutiny, penuh dengan adegan aksi yang mendebarkan


See All
; ;