Hamas Puji Namibia atas Keputusannya untuk Tidak Mengizinkan Kapal Pengangkut Senjata ke Penjajah Israel Berlabuh di Pantainya

Ket. Foto: Namibia Mendapatkan Pujian dari Hamas atas Keputusannya untuk Tidak Mengizinkan Kapal Pengangkut Senjata ke Penjajah Israel Berlabuh
Ket. Foto: Namibia Mendapatkan Pujian dari Hamas atas Keputusannya untuk Tidak Mengizinkan Kapal Pengangkut Senjata ke Penjajah Israel Berlabuh Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Hamas memuji Republik Namibia atas keputusannya untuk tidak mengizinkan kapal pengangkut senjata yang ditujukan untuk penjajah Israel berlabuh di pantainya.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas menyatakan sikap ini sejalan dengan dukungan Namibia terhadap rakyat Palestina dan tujuan mulia mereka, serta seruannya untuk mengakhiri genosida terhadap Jalur Gaza.

Hamas menggambarkan posisi Namibia sebagai terhormat dan juga berani, serta mencatat bahwa hal tersebut konsisten dengan dukungan Uni Afrika untuk rakyat Palestina dan hak-hak sah mereka, serta penentangannya terhadap pendudukan yang sedang berlangsung dan eskalasi agresi terhadap mereka.

Baca Juga:
Salah Satu Kendaraannya Terkena Tembakan Pasukan Penjajah Israel, Program Pangan Dunia Umumkan Penghentian Sementara Pergerakan Karyawannya di Gaza

Gerakan ini juga mengajak semua negara, pemerintah dan orang-orang bebas di seluruh dunia untuk mengintensifkan segala bentuk boikot dan isolasi terhadap pendudukan, serta untuk memberikan tekanan lewat semua cara yang tersedia untuk menghentikan agresi terhadap tanah, rakyat, dan tempat-tempat suci Palestina.

Pada hari Selasa tanggal 27 Agustus 2024, Menteri Kehakiman Namibia, Yvonne Dausab, menyampaikan kepada media pemerintah bahwa sebuah kapal dihentikan sebab membawa ‘bahan peledak yang ditujukan untuk penjajah Israel’.

MV Kathrin, yang berangkat dari Vietnam, telah meminta izin untuk berlabuh di pelabuhan Walvis Bay, sebelum berlayar ke utara, pada rute yang diduga menuju Mediterania lewat Selat Gibraltar.

Baca Juga:
Amerika Serikat Dilaporkan Menjatuhkan Sanksi terhadap Kelompok Pemukim Penjajah Israel dan Seorang Penjaga Keamanan Sipil di Tepi Barat

Di sisi lain, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, menyampaikan pada hari Kamis, tanggal 29 Agustus 2024, waktu setempat, bahwa dia telah bertanya kepada anggota blok itu apakah mereka ingin menjatuhkan sanksi kepada beberapa menteri penjajah Israel atas ‘pesan kebencian’ terhadap Palestina yang menurutnya melanggara hukum internasional.

Borrell tidak menyebutkan nama menteri penjajah Israel yang dimaksud atau menyebutkan pesan mana yang dimaksudnya.

Tetapi, dalam beberapa minggu terakhir, dia secara terbuka mengkritik Menteri Keamanan sayap kanan penjajah Israel, Itamar Ben-Gvir, dan Menteri Keuangan, Bezalel Smotrich, atas pernyataan yang dia gambarkan sebagai ‘jahat’ dan ‘hasutan untuk melakukan kejahatan perang’.

Baca Juga:
Setidaknya 10 Warga Palestina Dilaporkan Tewas setelah Penjajah Israel Lancarkan Serangan Besar-Besaran di Bagian Utara Tepi Barat

“Saya memulai prosedur untuk menanyakan kepada negara-negara anggota apakah mereka menganggap (telah) tepat untuk memasukkan dalam daftar sanksi kami sejumlah menteri penjajah Israel (yang) telah meluncurkan pesan-pesan kebencian yang tidak diterima terhadap Palestina,” katanya.

Dia menambahkan dan mengusulkan hal-hal yang jelas-jelas melanggar hukum internasional.

Hal tersebut disampaikannya kepada wartawan saat tiba di sebuah pertemuan Menteri Luar Negeri Uni Eropa di Brussels. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Setelah Ditangkap Karena Menentang Perampasan Tanah, Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Membebaskan Aktivis Palestina Alice Kisiya

Aktivis Palestina yang sebelumnya ditangkap karena menentang pembebasan tanah dikabarkan dibebaskan oleh pasukan penjajah Israel.

Gunakan Alat Berat, Polisi Penjajah Israel dan Staf Kotamadya Hancurkan Rumah Warga Palestina di Kota Silwan

Rumah milik warga Palestina di Kota Silwan dihancurkan oleh staf kotamadya dan polisi penjajah Israel dengan menggunakan alat berat.

Pasukan Penjajah Israel Mengebom 2 Lokasi Terpisah di Kota Gaza Utara, 9 Warga Palestina Dilaporkan Tewas

9 orang warga Palestina meninggal dalam serangan yang dilakukan pasukan penjajah Israel di 2 lokasi terpisah di Kota Gaza utara.

Klaim Orang Yahudi Memiliki Hak untuk Berdoa, Menteri Keamanan Nasional Penjajah Israel Sebut Akan Membangun Sinagoge di Masjid Al Aqsa

Itamar Ben-Gvir menyampaikan akan membangun sinagoge di Masjid Al Aqsa, mengklaim orang Yahudi memiliki hak untuk berdoa.

Beberapa Orang Dilaporkan Terluka dan yang Lainnya Ditangkap Selama Serangan yang Dilakukan Pemukim Penjajah Israel di Desa al-Buwaib Tepi Barat

Selama serangan yang dilakukan oleh pemukim penjajah Israel di Desa al-Buwaib, Tepi Barat, beberapa orang dikabarkan terluka.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;