Amerika Serikat Dilaporkan Menjatuhkan Sanksi terhadap Kelompok Pemukim Penjajah Israel dan Seorang Penjaga Keamanan Sipil di Tepi Barat

Ket. Foto: AS Menjatuhkan Sanksi terhadap Seorang Penjaga Keamanan Sipil dan Kelompok Pemukim Penjajah Israel di Tepi Barat
Ket. Foto: AS Menjatuhkan Sanksi terhadap Seorang Penjaga Keamanan Sipil dan Kelompok Pemukim Penjajah Israel di Tepi Barat Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi terhadap kelompok pemukim penjajah Israel dan seorang penjaga keamanan sipil di Tepi Barat di tengah meningkatnya kekerasan terhadap warga Palestina di wilayah itu.

Sanksi yang dijatuhkan pada hari Rabu, tanggal 29 Agustus 2024, waktu setempat menargetkan Hashomer Yosh, yang menggambarkan dirinya sebagai organisasi sukarelawan yang bertujuan untuk ‘melindungi’ petani penjajah Israel di Tepi Barat.

Dan Yitzhak Levi Filant, yang merupakan koordinator keamanan sipil di pemukiman Yitzhar di selatan Nablus.

Baca Juga:
Setidaknya 10 Warga Palestina Dilaporkan Tewas setelah Penjajah Israel Lancarkan Serangan Besar-Besaran di Bagian Utara Tepi Barat

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan kekerasan pemukim ekstremis di Tepi Barat mengakibatkan penderitaan manusia yang parah, membahayakan keamanan penjajah Israel, dan merusak prospek perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.

“Sangat penting untuk pemerintah penjajah Israel untuk meminta pertanggungjawaban individu dan entitas manapun yang bertanggung jawab atas kekerasan terhadap warga sipil di Tepi Barat,” ujarnya.

Disebutkan Hashomer Yosh memagari desa Palestina, Khirbet Zanuta, awal tahun ini, mencegah penduduknya yang mengungsi kembali ke rumah mereka.

Baca Juga:
Setelah Ditangkap Karena Menentang Perampasan Tanah, Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Membebaskan Aktivis Palestina Alice Kisiya

Beberapa media penjajah Israel telah melaporkan bahwa Hashomer Yosh telah menerima dukungan finansial dari pemerintah penjajah Israel.

Washington juga menuduh Yitzhak Levi Filant terlibat dalam berbagai kegiatan jahat, termasuk mendirikan blokade jalan dan melakukan patroli awal tahun ini ‘untuk mengejar dan menyerang warga Palestina di tanah mereka dan mengusir mereka secara paksa’.

Sanksi itu membekukan aset Filant dan Hashomer Yosh di Amerika Serikat dan juga melarang warga AS terlibat dalam transaksi keuangan dengan mereka.

Baca Juga:
Gunakan Alat Berat, Polisi Penjajah Israel dan Staf Kotamadya Hancurkan Rumah Warga Palestina di Kota Silwan

Selama bertahun-tahun. Hashomer Yosh mampu mengumpulkan dana di Amerika Serikat, termasuk lewat JGive, yang merupakan situs web yang mengumpulkan sumbangan untuk kelompok-kelompok yang disertifikasi pemerintah penjajah Israel sebagai badan amal.

Halaman Hashomer Yosh di JGive tampaknya dinonaktifkan pada hari Rabu, tanggal 28 Agustus 2024. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Pasukan Penjajah Israel Mengebom 2 Lokasi Terpisah di Kota Gaza Utara, 9 Warga Palestina Dilaporkan Tewas

9 orang warga Palestina meninggal dalam serangan yang dilakukan pasukan penjajah Israel di 2 lokasi terpisah di Kota Gaza utara.

Klaim Orang Yahudi Memiliki Hak untuk Berdoa, Menteri Keamanan Nasional Penjajah Israel Sebut Akan Membangun Sinagoge di Masjid Al Aqsa

Itamar Ben-Gvir menyampaikan akan membangun sinagoge di Masjid Al Aqsa, mengklaim orang Yahudi memiliki hak untuk berdoa.

Beberapa Orang Dilaporkan Terluka dan yang Lainnya Ditangkap Selama Serangan yang Dilakukan Pemukim Penjajah Israel di Desa al-Buwaib Tepi Barat

Selama serangan yang dilakukan oleh pemukim penjajah Israel di Desa al-Buwaib, Tepi Barat, beberapa orang dikabarkan terluka.

Setidaknya 71 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Penjajah Israel di Jalur Gaza, Korban Meninggal Menjadi 40405

Setidaknya 71 orang warga Palestina meninggal dalam serangan penjajah Israel di Jalur Gaza sehingga jumlah korban tewas menjadi 40405.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;