Targetkan Sekolah Tempat Penampungan di Kota Gaza Utara, 4 Warga Palestina Tewas dan 20 Lainnya Terluka dalam Serangan Udara Penjajah Israel

Ket. Foto: Sebanyak 4 Warga Palestina Meninggal dan 20 Lainnya Dilaporkan Terluka dalam Serangan Udara Penjajah Israel di Sebuah Sekolah di Kota Gaza Utara
Ket. Foto: Sebanyak 4 Warga Palestina Meninggal dan 20 Lainnya Dilaporkan Terluka dalam Serangan Udara Penjajah Israel di Sebuah Sekolah di Kota Gaza Utara Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, 4 warga Palestina tewas dan 20 lainnya terluka pada hari Sabtu, tanggal 7 September 2024, dalam serangan udara penjajah Israel yang menargetkan Sekolah Amr Ibn Al-As yang menampung warga Palestina terlantar di lingkungan Sheikh Radwan di Kota Gaza utara.

Sumber medis menyampaikan kepada media tim medis mengangkut 4 korban tewas dan 20 korban luka-luka, termasuk anak-anak, akibat pemboman sekolah itu.

Saksi mata melaporkan bahwa pesawat tempur penjajah Israel menargetkan area sholat di dalam sekolah yang menampung ribuan warga Palestina yang mengungsi.

Baca Juga:
Bersama dengan Keluarganya, Wakil Direktur Pertahanan Sipil Dibunuh oleh Pasukan Penjajah Israel

Sebelumnya, Badan Pertahanan Sipil Gaza menyebutkan bahwa sejumlah warga Palestina tewas dan terluka akibat serangan udara penjajah Israel yang menargetkan Sekolah Amr Ibn Al-As, yang menampung orang-orang terlantar di wilayah Sheikh Radwan.

Di sisi lain, sebuah demonstrasi besar untuk mendukung Palestina terjadi pada hari Sabtu, tanggal 7 September 2024, di Jenewa, Swiss, saat serangan penjajah Israel terhadap Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki meningkat.

Para pengunjuk rasa berkumpul di sebuah alun-alun dekat Kantor Pos Jenewa sebelum berbaris ke Palais Wilson yang bersejarah, yang menampung Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk HAM di tepi Danau Jenewa.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Memutilasi Tubuh Seorang Remaja Palestina Setelah Membunuhnya di Tepi Barat

Para demonstran yang membawa bendera Palestina menyatakan kemarahan atas serangan penjajah Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat, serta menyoroti korban sipil dan anak-anak akibat kekerasan tersebut.

Sambil meneriakkan slogan-slogan menentang Benjamin Netanyahu, para pengunjuk rasa menuntut gencatan senjata segera dan diakhirnya genosida di Jalur Gaza.

Demonstrasi yang berlangsung sekitar 2 setengah jam berakhir dengan damai saat para peserta bubar.

Baca Juga:
Menyebutnya Sebagai Seorang Pembunuh, Sekelompok Warga Penjajah Israel Mengusir Menteri Keamanan Nasional dari Sebuah Pantai di Tel Aviv

“Pasukan penjajah Israel menangkap sedikitnya 35 orang warga Palestina dalam serangan militer di Tepi Barat,” ujar kelompok urusan tahanan pada hari Minggu, tanggal 8 September 2024, waktu setempat.

Komisi Urusan Tahanan dan Masyarakat Tahanan Palestina dalam sebuah pernyataan bersama mengatakan para tahanan itu ditahan dalam penggerebekan yang dilakukan di mayoritas kota di wilayah pendudukan selama 48 jam terakhir. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Tentara Penjajah Israel Dikabarkan Melarang Delegasi Menteri Palestina Mengunjungi Jenin Tepi Barat

Delegasi Menteri Palestina dilaporkan dilarang oleh tentara penjajah Israel mengunjungi Jenin, Tepi Barat.

Pemukim Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Aktivis Internasional di Qusra Tepi Barat

Aktivis internasional diserang oleh pemukim penjajah Israel di Qusra, Tepi Barat, dan mengalami luka-luka serta dibawa ke rumah sakit.

Seorang Gadis Palestina yang Terbunuh di Jenin Ditembak Mati oleh Penembak Jitu Penjajah Israel saat Melihat ke Luar Jendela Rumah

Saat melihat ke luar jendela rumah, seorang gadis Palestina yang terbunuh di Jenin ditembak mati oleh penembak jitu penjajah Israel.

4 Wartawan Palestina Dilaporkan Terluka oleh Tembakan Tentara Penjajah Israel di Kafr Dan Tepi Barat

Tembakan tentara penjajah Israel melukai 4 wartawan Palestina di Kafr Dan, Tepi Barat, dimana 2 wartawan dirawat di tempat.

Dengan Dalih Dibangun Tanpa Izin, Tentara Penjajah Israel Menghancurkan 2 Rumah Palestina di Az-Zawiya Tepi Barat

2 rumah di Az-Zawiya, Tepi Barat, dihancurkan oleh tentara penjajah Israel dengan dalih rumah-rumah itu dibangun tanpa izin.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;