Penjajah Israel Menawarkan Status Penduduk Tetap kepada Pencari Suaka Afrika Jika Bersedia Bertempur di Perang Gaza

Ket. Foto: Penjajah Israel Menawarkan Status Penduduk Tetap kepada Para Pencari Suaka Afrika yang Bersedia Berperang di Jalur Gaza
Ket. Foto: Penjajah Israel Menawarkan Status Penduduk Tetap kepada Para Pencari Suaka Afrika yang Bersedia Berperang di Jalur Gaza Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Penjajah Israel menawarkan status penduduk tetap kepada pencari suaka Afrika jika mereka bersedia bertempur dalam perang di Jalur Gaza.

Hal tersebut disampaikan oleh situs berita penjajah Israel berdasarkan laporan pribadi yang diperoleh.

Pejabat pertahanan yang berbicara secara rahasia menyampaikan sistem tersebut akan dilaksanakan secara terorganisasi di bawah bimbingan penasihat hukum di lembaga pertahanan.

Baca Juga:
Pemimpin Oposisi Penjajah Israel Sebut Koalisi Pemerintahan Netanyahu Sebagai Pemerintahan Nol

Rencana itu banyak dikritik karena masalah etika, terutama karena para pencari suaka Afrika akan mempertaruhkan nyawa mereka dan juga karena hingga saat ini belum ada pencari suaka yang terlibat dalam perang di Jalur Gaza yang diberikan status resmi.

Selama peristiwa pada tanggal 7 Oktober 2024, 3 pencari suaka dilaporkan terbunuh.

Disebutkan saat ini ada sekitar 30.000 pencari suaka Afrika di penjajah Israel, kebanyakan dari mereka adalah pemuda.

Baca Juga:
Seorang Mantan Pejabat Senior Militer Mendesak Penjajah Israel untuk Menarik Diri dari Gaza Sesegera Mungkin

Sekitar 3.500 dari mereka adalah warga negara Sudan dengan status sementara dan pengadilan juga belum memutuskan permohonan mereka.

Sejak penjajah Israel melancarkan perang di Jalur Gaza, banyak pencari suaka yang menjadi sukarelawan untuk pekerjaan pertanian dan di pusat komando sipil, serta beberapa di militer penjajah Israel.

“Pejabat pertahanan menyadari bahwa mereka dapat menggunakan bantuan pencari suaka dan mengekploitasi keinginan mereka untuk mendapatkan status permanen di penjajah Israel sebagai insentif,” bunyi pernyataan laporan tersebut.

Baca Juga:
Palestina Memperingatkan Penjajah Israel tentang Bahaya Mendirikan Pos Pemukiman Ilegal di Situs Arkeologi di Betlehem

Laporan tersebut juga mengutip 1 kasus, dimana seorang pencari suaka tiba di penjajah Israel pada usia 16 tahun, tetapi hanya diberi status sementara.

Meskipun status ini memberinya sebagian besar hak yang diberikan kepada warga penjajah Israel, status ini mengharuskannya untuk memperbaruinya secara berkala.

Pria tersebut lalu menceritakan dia menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai polisi dan menyuruhnya untuk melapor ke fasilitas keamanan, dimana dia diberi tahu bahwa mereka sedang mencari orang untuk bergabung dengan tentara dan ini merupakan perang hidup atau mati untuk penjajah Israel.

Baca Juga:
Kepala Militer Penjajah Israel Dilaporkan Berencana Mengundurkan Diri pada Bulan Desember

Banyak yang mengkritik praktik itu dengan mengklaim bahwa penjajah Israel mengeksploitasi orang-orang yang telah meninggalkan negara asal mereka karena perang, tetapi semua pertunjukan perhatian telah dibungkam. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Pemimpin Oposisi Penjajah Israel Sebut Koalisi Pemerintahan Netanyahu Sebagai Pemerintahan Nol

Pemimpin oposisi penjajah Israel, Yair Golan, menyebut koalisi pemerintahan Benjamin Netanyahu sebagai pemerintahan nol.

Seorang Mantan Pejabat Senior Militer Mendesak Penjajah Israel untuk Menarik Diri dari Gaza Sesegera Mungkin

Penjajah Israel didesak seorang mantan pejabat senior militer, Mayjen Israel Ziv, untuk menarik diri dari Jalur Gaza sesegera mungkin.

Palestina Memperingatkan Penjajah Israel tentang Bahaya Mendirikan Pos Pemukiman Ilegal di Situs Arkeologi di Betlehem

Bahaya mendirikan pos pemukiman ilegal di sebuah situs arkeologi di Betlehem diperingatkan Palestina kepada penjajah Israel.

Kepala Militer Penjajah Israel Dilaporkan Berencana Mengundurkan Diri pada Bulan Desember

Kepala Militer penjajah Israel dikabarkan berencana untuk mengundurkan diri dari posisinya pada bulan Desember tahun ini.

Mantan Direktur Shin Bet Penjajah Israel Membela Hak Warga Palestina untuk Melawan Pendudukan

Hak warga atau masyarakat Palestina untuk melawan pendudukan dibela oleh mantan Direktur Shin Bet penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;