Di Bawah Perlindungan Polisi, Pemukim Yahudi Ekstremis Mengambil Alih Sebuah Apartemen Palestina di Yerusalem Timur

Ket. Foto: Pemukim Yahudi Ekstremis Mengambil Alih Sebuah Apartemen Milik Palestina di Yerusalem Timur
Ket. Foto: Pemukim Yahudi Ekstremis Mengambil Alih Sebuah Apartemen Milik Palestina di Yerusalem Timur Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Pemukim Yahudi ekstremis di bawah perlindungan polisi mengambil alih sebuah apartemen milik Palestina di kota At-tur di Yerusalem Timur pada hari Senin, tanggal 16 September 2024.

Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh Pusat Informasi Palestina.

Menurut Pusat Informasi Palestina, sekelompok pemukim yang dikawal oleh petugas polisi menyerbu apartemen itu sekitar pukul 3 pagi.

Baca Juga:
Penjajah Israel Menawarkan Status Penduduk Tetap kepada Pencari Suaka Afrika Jika Bersedia Bertempur di Perang Gaza

Para pemukim Yahudi ekstremis itu mengklaim bahwa mereka telah membeli apartemen itu dari pemiliknya yang tinggal di Amerika Serikat.

“Apartemen itu menjadi kosong setelah penyewa Palestina yang tinggal disana meninggal dunia sekitar 2 minggu lalu,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa warga Yerusalem di distrik Silwan melaporkan mereka telah menerima pemberitahuan pembongkaran dari penjajah Israel dan sanksi keuangan yang dikeluarkan oleh pemerintah kota yang dikuasai penjajah Israel itu.

Baca Juga:
Pemimpin Oposisi Penjajah Israel Sebut Koalisi Pemerintahan Netanyahu Sebagai Pemerintahan Nol

Menurut PBB, terdapat sekitar 150 keluarga Palestina dari Yerusalem Timur yang berisiko mengalami pengusiran paksa dan pemindahan paksa oleh otoritas penjajah Israel dan organisasi pemukim.

Di sisi lain, pada hari Senin, tanggal 16 September 2024, sejumlah pakar independen PBB mengecam apa yang mereka katakan sebagai meningkatnya kekerasan dan pelanggaran HAM oleh penjajah Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat, pengabaiannya terhadap putusan pengadilan internasional, dan serangan verbalnya terhadap PBB.

Para pelapor, yang ditunjuk oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB tetapi tidak berbicara atas nama PBB juga mengecam standar ganda negara-negara Barat dalam perang yang menghancurkan tersebut dan mengatakan penjajah Israel perlu menghadapi konsekuensi atas tindakannya.

Baca Juga:
Seorang Mantan Pejabat Senior Militer Mendesak Penjajah Israel untuk Menarik Diri dari Gaza Sesegera Mungkin

“Saya pikir penjajah Israel tidak dapat dihindari untuk menjadi negara ‘paria’ dalam menghadapi serangannya yang terus-menerus, tanpa henti, dan menjelek-jelekkan PBB terhadap jutaan warga Palestina,” ucap Francesca Albanese, pelapor khusus PBB untuk wilayah Palestina.

Bencana kemanusiaan di Jalur Gaza setelah lebih dari 11 bulan konflik juga telah memicu pertanyaan tentang dukungan politik dan militer jangka panjang negara-negara Barat terhadap penjajah Israel, termasuk dari Amerika Serikat dan Inggris, yang keduanya menyediakan senjata. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Penjajah Israel Menawarkan Status Penduduk Tetap kepada Pencari Suaka Afrika Jika Bersedia Bertempur di Perang Gaza

Para pencari suaka asal Afrika ditawarkan status penduduk tetap oleh penjajah Israel jika bersedia bertempur di Jalur Gaza.

Pemimpin Oposisi Penjajah Israel Sebut Koalisi Pemerintahan Netanyahu Sebagai Pemerintahan Nol

Pemimpin oposisi penjajah Israel, Yair Golan, menyebut koalisi pemerintahan Benjamin Netanyahu sebagai pemerintahan nol.

Seorang Mantan Pejabat Senior Militer Mendesak Penjajah Israel untuk Menarik Diri dari Gaza Sesegera Mungkin

Penjajah Israel didesak seorang mantan pejabat senior militer, Mayjen Israel Ziv, untuk menarik diri dari Jalur Gaza sesegera mungkin.

Palestina Memperingatkan Penjajah Israel tentang Bahaya Mendirikan Pos Pemukiman Ilegal di Situs Arkeologi di Betlehem

Bahaya mendirikan pos pemukiman ilegal di sebuah situs arkeologi di Betlehem diperingatkan Palestina kepada penjajah Israel.

Kepala Militer Penjajah Israel Dilaporkan Berencana Mengundurkan Diri pada Bulan Desember

Kepala Militer penjajah Israel dikabarkan berencana untuk mengundurkan diri dari posisinya pada bulan Desember tahun ini.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;