Tim Penyelamat Berjuang untuk Menyelamatkan 80 Warga Palestina yang Terjebak di Bawah Reruntuhan di Bureij

Ket. Foto: Tim Penyelamat Berjuang Menyelamatkan Puluhan Warga Palestina yang Terjebak di Bawah Reruntuhan di Kamp Pengungsi Bureij
Ket. Foto: Tim Penyelamat Berjuang Menyelamatkan Puluhan Warga Palestina yang Terjebak di Bawah Reruntuhan di Kamp Pengungsi Bureij Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Selama beberapa jam terakhir dari tadi malam, tanggal 17 September 2024, waktu Palestina, telah terjadi peningkatan yang luar biasa dari serangan dan pemboman artileri penjajah Israel di beberapa wilayah Jalur Gaza selama beberapa jam terakhir.

Di Kamp Pengungsi Bureij, tempat sebuah bangunan tempat tinggal telah rata dengan tanah, dan diperkirakan ada 80 warga Palestina yang terjebak di bawah reruntuhan.

Petugas pertahanan sipil telah berhasil menemukan 8 jenazah warga Palestina yang tewas.

Baca Juga:
Pengadilan Penjajah Israel Mempertimbangkan Melarang Mahasiswa Palestina Ikut Serta dalam Pemilihan Universitas Haifa

Tetapi masih ada puluhan orang yang tertimbun reruntuhan dan tim penyelamat berjuang menyelamatkan 80 warga Palestina yang terjebak di bawah reruntuhan di Bureij.

“Kami menghadapi tantangan yang luar biasa untuk dapat mengakses lokasi tersebut lagi, terutama karena militer penjajah Israel telah menargetkan sejumlah pekerja ketika mereka menuju ke tempat tersebut dengan tujuan auntuk menyelamatkan mereka yang masih ada di bawah reruntuhan,” ujar para pekerja darurat.

Di bagian utara, wilayah Sabra dan Zeitoun di Kota Gaza terus-menerus diserang oleh penjajah Israel.

Baca Juga:
Penjajah Israel Berupaya Membuat RUU yang Mengizinkan Polisi Menyelidiki Hasutan Terorisme Tanpa Persetujuan

Sejumlah korban dibawa ke Rumah Sakit Baptis untuk mendapatkan perawatan medis.

Tampaknya, konfrontasi masih berlangsung di bagian selatan Jalur Gaza, khususnya di Rafah, dimana militer penjajah Israel telah menyatakan telah terjadi insiden militer dan keamanan yang serius di Rafah, dengan 4 tentara penjajah Israel terluka kritis di tengah permusuhan yang sedang berlangsung dengan kelompok bersenjata Palestina.

Di sisi lain, di Maroko, pengadilan sedang bersiap untuk mengadili seorang tentara penjajah Israel, yang ditahan saat berlibur ke Marrakesh, atas kejahatan perang di Jalur Gaza di tengah protes yang meluas dan gugatan hukum nasional yang mendapatkan banyak perhatian.

Baca Juga:
Seorang Penyerang Ditembak Mati Polisi Penjajah Israel setelah Menikam Seorang Petugas Perbatasan di Gerbang Yerusalem

Di hari Jumat, tanggal 13 September 2024, sekelompok pengacara Maroko akhirnya berhasil meyakinkan pengadilan di Rabat untuk meninjau gugatan terhadap tentara penjajah Israel, Moche Avichzer, yang tiba di bulan Juli di Marrakesh.

Pengacara Moroko, Najia El-Hadjaji, salah satu dari 7 pengacara di balik gugatan itu, mengatakan Pengadilan Banding di Rabat setuju untuk meninjau gugatan itu steelah beberapa upaya mengklarifikasikannya di bawah kejahatan terkait terorisme. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Pengadilan Penjajah Israel Mempertimbangkan Melarang Mahasiswa Palestina Ikut Serta dalam Pemilihan Universitas Haifa

Pelarangan mahasiswa Palestina untuk ikut serta dalam pemilihan Universitas Haifa dipertimbangkan pengadilan penjajah Israel.

Penjajah Israel Berupaya Membuat RUU yang Mengizinkan Polisi Menyelidiki Hasutan Terorisme Tanpa Persetujuan

RUU yang mengizinkan polisi untuk menyelidiki hasutan terorisme tanpa persetujuan diupayakan dibuat oleh penjajah Israel.

Seorang Penyerang Ditembak Mati Polisi Penjajah Israel setelah Menikam Seorang Petugas Perbatasan di Gerbang Yerusalem

Sebelumnya menikam seorang petugas perbatasan di gerbang Yerusalem, seorang penyerang ditembak mati oleh polisi penjajah Israel.

Di Bawah Perlindungan Polisi, Pemukim Yahudi Ekstremis Mengambil Alih Sebuah Apartemen Palestina di Yerusalem Timur

Sebuah apartemen milik Palestina diambil alih oleh pemukim Yahudi ekstremis yang melakukannya di bawah perlindungan polisi.

Penjajah Israel Menawarkan Status Penduduk Tetap kepada Pencari Suaka Afrika Jika Bersedia Bertempur di Perang Gaza

Para pencari suaka asal Afrika ditawarkan status penduduk tetap oleh penjajah Israel jika bersedia bertempur di Jalur Gaza.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;