Penjajah Israel Berupaya Membuat RUU yang Mengizinkan Polisi Menyelidiki Hasutan Terorisme Tanpa Persetujuan

Ket. Foto: Penjajah Israel Berupaya Membuat Rancangan Undang-Undang yang Mengizinkan Polisi Menyelidiki Hasutan Terorisme Tanpa Persetujuan
Ket. Foto: Penjajah Israel Berupaya Membuat Rancangan Undang-Undang yang Mengizinkan Polisi Menyelidiki Hasutan Terorisme Tanpa Persetujuan Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, sebuah RUU atau rancangan undang-undang baru yang diajukan lewat Komite Konstitusi, Hukum, dan Keadilan Knesset akan memungkinkan Kepolisian penjajah Israel untuk menyelidiki dugaan hasutan terorisme tanpa membutuhkan persetujuan dari Kantor Kejaksaan Negara.

Menurut media penjajah Israel, usulan ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan kelompok hak-hak sipil dan anggota parlemen oposisi yang berpendapat usulan ini dapat membatasi kebebasan berbicara.

Saat ini, penyelidikan yang semacam itu membutuhkan persetujuan jaksa penuntut umum untuk mencegah penafsiran hukum yang terlalu luas yang dapat melanggar kebebasan berekspresi.

Baca Juga:
Seorang Penyerang Ditembak Mati Polisi Penjajah Israel setelah Menikam Seorang Petugas Perbatasan di Gerbang Yerusalem

Di bulan Juli 2024, jaksa penuntut umum, Amit Aisman, mengatakan polisi telah memulai beberapa penyelidikan terhadap hasutan atau pelanggaran terkait dengan ujaran tanpa otorisasi yang tepat, mengabaikan arahan kantornya.

Diusulkan oleh MK sayap kanan Limor Son Har Melech, yang berasal dari Partai Otzma Yehudit yang ultranasionalis, klausul baru dalam undang-undang itu adalah bagian dari rancangan undang-undang yang lebih luas yang memiliki tujuan untuk memperketat pembatasan terhadap hasutan.

Juga memperluas larangan hingga mencakup pujian untuk individu yang melakukan tindakan teroris, bukan hanya tindakan itu sendiri.

Baca Juga:
Di Bawah Perlindungan Polisi, Pemukim Yahudi Ekstremis Mengambil Alih Sebuah Apartemen Palestina di Yerusalem Timur

Jika diberlakukan, maka undang-undang ini akan memungkinkan polisi untuk menindaklanjuti pengaduan resmi atau dengan cara lain.

MK Gilad Kariv, yang berasal dari Partai Buruh penjajah Israel mengkritik usulan itu dengan memperingatkan usulan tersebut dapat digunakan untuk mengintimidasi individu secara politis, terutama mengingat semakin besarnya pengaruh Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, terhadap polisi.

Dia berpendapat mencabut persyaratan persetujuan Jaksa Agung dapat mengakibatkan investigasi berlebihan yang memiliki tujuan membungkam perbedaan pendapat.

Baca Juga:
Penjajah Israel Menawarkan Status Penduduk Tetap kepada Pencari Suaka Afrika Jika Bersedia Bertempur di Perang Gaza

“Menetapkan polisi tidak membutuhkan persetujuan dari Kantor Kejaksaan Negeri untuk membuka penyelidikan terhadap hasutan terorisme akan mengakibatkan penyelidikan tanpa akhir untuk membungkam dan juga mengintimidasi tersangka dan penyelidikan politik,” katanya.

Di bulan April 2024, Pusat Hukum untuk Hak-Hak Minoritas Arab di penjajah Israel mengajukan banding kepada jaksa agung dan juga jaksa negara, menuntut diakhirinya apa yang disebutnya sebagai penyalahgunaan hukum pidana oleh polisi ‘sebagai sarana penganiayaan politik dan penindasan kebebasan berekspresi’. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Seorang Penyerang Ditembak Mati Polisi Penjajah Israel setelah Menikam Seorang Petugas Perbatasan di Gerbang Yerusalem

Sebelumnya menikam seorang petugas perbatasan di gerbang Yerusalem, seorang penyerang ditembak mati oleh polisi penjajah Israel.

Di Bawah Perlindungan Polisi, Pemukim Yahudi Ekstremis Mengambil Alih Sebuah Apartemen Palestina di Yerusalem Timur

Sebuah apartemen milik Palestina diambil alih oleh pemukim Yahudi ekstremis yang melakukannya di bawah perlindungan polisi.

Penjajah Israel Menawarkan Status Penduduk Tetap kepada Pencari Suaka Afrika Jika Bersedia Bertempur di Perang Gaza

Para pencari suaka asal Afrika ditawarkan status penduduk tetap oleh penjajah Israel jika bersedia bertempur di Jalur Gaza.

Pemimpin Oposisi Penjajah Israel Sebut Koalisi Pemerintahan Netanyahu Sebagai Pemerintahan Nol

Pemimpin oposisi penjajah Israel, Yair Golan, menyebut koalisi pemerintahan Benjamin Netanyahu sebagai pemerintahan nol.

Seorang Mantan Pejabat Senior Militer Mendesak Penjajah Israel untuk Menarik Diri dari Gaza Sesegera Mungkin

Penjajah Israel didesak seorang mantan pejabat senior militer, Mayjen Israel Ziv, untuk menarik diri dari Jalur Gaza sesegera mungkin.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;