Tentara Penjajah Israel Mengumumkan 4 Tentara Lagi Tewas dan 7 Lainnya Terluka selama Pertempuran Darat di Rafah

Ket. Foto: Sebanyak 7 Orang Tentara Penjajah Israel Terluka dan 4 Lainnya Tewas di Rafah
Ket. Foto: Sebanyak 7 Orang Tentara Penjajah Israel Terluka dan 4 Lainnya Tewas di Rafah Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Tentara pendudukan penjajah Israel mengumumkan pada hari Rabu, tanggal 18 September 2024 kemarin, waktu Palestina, bahwa 4 tentara lagi tewas dan 7 lainnya terluka selama pertempuran darat di Rafah, Jalur Gaza.

Ini menjadikan jumlah tentara penjajah Israel sejak bulan Oktober tahun lalu menjadi 714.

Keempat tentara penjajah Israel tersebut dkatakan oleh seorang perwira meninggal saat sebuah alat peledak diledakkan di sebuah gedung yang berada di Tel Al-Sultan di Rafah.

Baca Juga:
Tim Penyelamat Berjuang untuk Menyelamatkan 80 Warga Palestina yang Terjebak di Bawah Reruntuhan di Bureij

Menurut media penjajah Israel, seorang tentara wanita termasuk di antara mereka yang tewas.

Dia adalah seorang tenaga medis di Batalion ke-52 dan tentara wanita penjajah Israel pertama yang diumumkan tewas sejak dimulainya operasi darat di Jalur Gaza.

“3 dari mereka yang terluka berada dalam kondisi serius,” kata salah satu media penjajah Israel.

Baca Juga:
Pengadilan Penjajah Israel Mempertimbangkan Melarang Mahasiswa Palestina Ikut Serta dalam Pemilihan Universitas Haifa

Media tersebut menyampaikan salah satunya adalah perwira.

Radio Angkatan Darat penjajah Israel melaporkan seorang perwira terluka parah dalam insiden lain saat granat berpeluncur roket ditembakkan ke pengangkut personel lapis baja di kamp Shaboura di Rafah.

Laporan radio itu juga memperlihatkan bahwa tentara yang meninggal dan terluka di Rafah terlibat dalam operasi untuk menyapu bangunan yang diduga dipasangi oleh jebakan.

Baca Juga:
Penjajah Israel Berupaya Membuat RUU yang Mengizinkan Polisi Menyelidiki Hasutan Terorisme Tanpa Persetujuan

Meski prosedur telah diaktifkan untuk menemukan alat peledak, bahan peledak itu tidak terdeteksi.

Brigade Al-Qassam, yang merupakan sayap militer Hamas, mengaku bertanggung jawab atas alat peledak itu.

Data militer penjajah Israel menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 714 perwira dan prajurit sejak tanggal 7 Oktober 2023., dengan 343 orang tewas sejak dimulainya invasi darat pada tanggal 27 Oktober 2023.

Baca Juga:
Seorang Penyerang Ditembak Mati Polisi Penjajah Israel setelah Menikam Seorang Petugas Perbatasan di Gerbang Yerusalem

Pasukan pendudukan penjajah Israel menyampaikan 4.448 prajurit telah terluka sejak dimulainya perang Gaza, 2.655 mengalami luka ringan, 1.124 mengalami luka sedang, dan 669 luka serius. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Tim Penyelamat Berjuang untuk Menyelamatkan 80 Warga Palestina yang Terjebak di Bawah Reruntuhan di Bureij

80 orang warga Palestina yang terjebak di bawah reruntuhan di Kamp Pengungsi Bureij sedang berusaha diselamatkan tim penyelamat.

Pengadilan Penjajah Israel Mempertimbangkan Melarang Mahasiswa Palestina Ikut Serta dalam Pemilihan Universitas Haifa

Pelarangan mahasiswa Palestina untuk ikut serta dalam pemilihan Universitas Haifa dipertimbangkan pengadilan penjajah Israel.

Penjajah Israel Berupaya Membuat RUU yang Mengizinkan Polisi Menyelidiki Hasutan Terorisme Tanpa Persetujuan

RUU yang mengizinkan polisi untuk menyelidiki hasutan terorisme tanpa persetujuan diupayakan dibuat oleh penjajah Israel.

Seorang Penyerang Ditembak Mati Polisi Penjajah Israel setelah Menikam Seorang Petugas Perbatasan di Gerbang Yerusalem

Sebelumnya menikam seorang petugas perbatasan di gerbang Yerusalem, seorang penyerang ditembak mati oleh polisi penjajah Israel.

Di Bawah Perlindungan Polisi, Pemukim Yahudi Ekstremis Mengambil Alih Sebuah Apartemen Palestina di Yerusalem Timur

Sebuah apartemen milik Palestina diambil alih oleh pemukim Yahudi ekstremis yang melakukannya di bawah perlindungan polisi.

Berita Terkini

wave

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.


See All
; ;