27 Menteri Penjajah Israel dan Anggota Knesset Menyerukan Netanyahu untuk Mengusir Warga Sipil di Gaza Utara ke Selatan

Ket. Foto: Pengusiran Warga Sipil di Jalur Gaza Utara ke Selatan Diserukan Sekelompok Menteri dan Anggota Knesset Penjajah Israel kepada Netanyahu
Ket. Foto: Pengusiran Warga Sipil di Jalur Gaza Utara ke Selatan Diserukan Sekelompok Menteri dan Anggota Knesset Penjajah Israel kepada Netanyahu Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Sekelompok 27 menteri penjajah Israel dan anggota Knesset menyerukan Perdana Menteri penjajah Israel, Benjamin Netanyahu, untuk mengusir warga sipil di Jalur Gaza utara ke selatan.

Menurut mereka itu untuk mengusir anggota Hamas yang tersisa.

Dalam surat kepada Perdana Menteri penjajah Israel dan kabinet keamanan nasional, para menteri menyerukan rencana untuk memindahkan semua warga sipil di wilayah itu ke selatan untuk ‘membersihkan’ wilayah Hamas.

Baca Juga:
Tentara Penjajah Israel Mengumumkan 4 Tentara Lagi Tewas dan 7 Lainnya Terluka selama Pertempuran Darat di Rafah

Rencana yang dimaksud disebut dengan ‘Rencana Jenderal’ dan mempunyai 4 tahap.

Tahapa pertama, yakni memindahkan warga sipil di Jalur Gaza utara ke Koridor Netzarim, memulai pengepungan.

Tahap kedua adalah mengumumkan wilayah itu sebagai ‘zona militer tertutup’.

Baca Juga:
Tim Penyelamat Berjuang untuk Menyelamatkan 80 Warga Palestina yang Terjebak di Bawah Reruntuhan di Bureij

Sedangkan tahap ketiga adalah mencegah bantuan memasuki wilayah itu hingga ‘dibersihkan’ dan anggota yang tersisa dikalahkan dengan menerapkan tekanan militer yang ‘intens’.

Tahap keempat dan terakhir adalah melakukan metode yang sama di wilayah lain di Jalur Gaza.

Surat tersebut tidak menyebutkan apakah warga sipil akan diizinkan kembali ke wilayah utara dan siapa yang akan memerintah wilayah itu.

Baca Juga:
Pengadilan Penjajah Israel Mempertimbangkan Melarang Mahasiswa Palestina Ikut Serta dalam Pemilihan Universitas Haifa

“Rencana itu diperlukan untuk mencegah Hamas melanjutkan kendalinya dan mengambil alih distribusi bantuan,” kata mereka.

Kelompok tersebut juga menambahkan rencana tersebut ‘dapat dilaksanakan’ menurut hukum internasional.

Perang penjajah Israel di Jalur Gaza telah menyebabkan krisis pengungsian dengan sekitar 1,9 juta orang telah mengungsi di Jalur Gaza, sering kali berkali-kali.

Baca Juga:
Pengadilan Penjajah Israel Mempertimbangkan Melarang Mahasiswa Palestina Ikut Serta dalam Pemilihan Universitas Haifa

Hal tersebut menurut Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Perintah evakuasi kontak sejak bulan Oktober telah mengakibatkan banyak warga Gaza mengungsi lagi.

Dari awal Juni hingga Agustus, penjajah Israel telah memerintahkan beberapa evakuasi di berbagai bagian Jalur Gaza, termasuk Shujaiya, kamp pengungsi al-Moghazi dan Deir el-Balah.

Baca Juga:
Penjajah Israel Berupaya Membuat RUU yang Mengizinkan Polisi Menyelidiki Hasutan Terorisme Tanpa Persetujuan

Banyak penduduk yang menolak untuk mengungsi, dengan alasan tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza.

Meskipun diperintahkan untuk pindah ke ‘zona aman’ yang telah ditentukan, penjajah Israel tetap memerintahkan evakuasi baru atau menyerang wilayah itu. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Tentara Penjajah Israel Mengumumkan 4 Tentara Lagi Tewas dan 7 Lainnya Terluka selama Pertempuran Darat di Rafah

Diumumkan bahwa 4 tentara penjajah Israel dan 7 tentara terluka selama pertempuran darat yang berlangsung di Rafah, Jalur Gaza.

Tim Penyelamat Berjuang untuk Menyelamatkan 80 Warga Palestina yang Terjebak di Bawah Reruntuhan di Bureij

80 orang warga Palestina yang terjebak di bawah reruntuhan di Kamp Pengungsi Bureij sedang berusaha diselamatkan tim penyelamat.

Pengadilan Penjajah Israel Mempertimbangkan Melarang Mahasiswa Palestina Ikut Serta dalam Pemilihan Universitas Haifa

Pelarangan mahasiswa Palestina untuk ikut serta dalam pemilihan Universitas Haifa dipertimbangkan pengadilan penjajah Israel.

Penjajah Israel Berupaya Membuat RUU yang Mengizinkan Polisi Menyelidiki Hasutan Terorisme Tanpa Persetujuan

RUU yang mengizinkan polisi untuk menyelidiki hasutan terorisme tanpa persetujuan diupayakan dibuat oleh penjajah Israel.

Seorang Penyerang Ditembak Mati Polisi Penjajah Israel setelah Menikam Seorang Petugas Perbatasan di Gerbang Yerusalem

Sebelumnya menikam seorang petugas perbatasan di gerbang Yerusalem, seorang penyerang ditembak mati oleh polisi penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;