15 Orang Tewas, Pasukan Penjajah Israel Melakukan Serangan Udara terhadap Sebuah Sekolah di Jabalia Gaza Utara

Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Menyerang Sebuah Sekolah di Jabalia Jalur Gaza Utara
Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Menyerang Sebuah Sekolah di Jabalia Jalur Gaza Utara Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Pasukan penjajah Israel telah melakukan serangan udara terhadap sebuah sekolah di Jabalia, Jalur Gaza utara.

Media lokal menyampaikan sekolah yang menjadi sasaran adalah Sekolah Hafsa al-Faluja, yang merupakan tempat para pengungsi berlindung.

Rekaman kejadian setelah serangan terjadi yang telah diverifikasi menunjukkan pemandangan yang panik di sekitar sekolah dengan tim penyelamat membawa mayat dan korban yang terluka di atas tandu menjauh dari reruntuhan.

Baca Juga:
Warga Palestina di Gaza Takut Lebih Banyak Pembantaian Akan Terjadi saat Fokus Dunia Tertuju ke Lebanon

Setidaknya 15 orang kini dipastikan tewas akibat serangan tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh badan pertahanan sipil Gaza.

“Para korban termasuk wanita dan anak-anak,” ujar mereka.

Baca Juga:
Pasukan Pendudukan Penjajah Israel Dilaporkan Menghancurkan 2 Rumah di Lembah Yordan Utara

Puluhan lainnya terluka, beberapa diantaranya menderita luka parah, sementara pencarian orang-orang yang hilang di bawah reruntuhan terus berlanjut.

Militer penjajah Israel juga mengonfirmasi Sekolah Hafsa al-Faluja di Jabalia, Jalur Gaza, yang menjadi sasarannya digunakan sebagai ‘pusat komando dan kendali’ Hamas.

Tanpa membagi bukti apa pun, militer penjajah Israel menyampaikan mereka menargetkan anggota Hamas yang sebelumnya telah merencanakan serangan terhadap penjajah Israel.

Baca Juga:
Kepala Militer Penjajah Israel Sebut sedang Mempersiapkan Kemungkinan Serangan Darat di Lebanon

Salah satu serangan terbaru penjajah Israel sebelumnya adalah sekolah Kota Gaza pada tanggal 21 September 2024, yang menewaskan 22 orang, termasuk 13 anak-anak, 6 wanita, dan seorang bayi yang berusia 3 bulan.

Hal tersebut disampaikan oleh kantor media pemerintah Gaza.

Hamas mengutuk serangan penjajah Israel terhadap Sekolah Hafsa al-Faluja di Jabalia dan menggambarkannya sebagai ‘kejahatan dan kelanjutan genosida’ di Jalur Gaza.

Baca Juga:
Penjajah Israel Mengembalikan 88 Jenazah Warga Palestina yang Dikirim dalam Kontainer ke Jalur Gaza

Puluhan orang terluka dalam serangan terhadap sekolah tersebut yang berfungsi sebagai tempat perlindungan untuk keluarga Palestina yang mengungsi karena perang.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas mengatakan meningkatnya serangan biadab di Jalur Gaza dalam beberapa hari terakhir, terutama terhadap tempat penampungan dan tenda pengungsian, menunjukkan bagaimana warga sipil sengaja menjadi sasaran dan pembantaian kejam dilakukan terhadap mereka.

Hamas menambahkan komunitas internasional harus campur tangan untuk menghentikan ‘terorisme dan pelanggaran berat hukum internasional dan kemanusiaan’. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Warga Palestina di Gaza Takut Lebih Banyak Pembantaian Akan Terjadi saat Fokus Dunia Tertuju ke Lebanon

Warga Palestina di Jalur Gaza sangat takut akan lebih banyak terjadi pembantaian di Jalur Gaza saat perhatian dunia tertuju ke Lebanon.

Pasukan Pendudukan Penjajah Israel Dilaporkan Menghancurkan 2 Rumah di Lembah Yordan Utara

2 rumah yang terletak di Lembah Yordan Utara yang diduduki dihancurkan oleh pasukan pendudukan penjajah Israel.

Kepala Militer Penjajah Israel Sebut sedang Mempersiapkan Kemungkinan Serangan Darat di Lebanon

Kepala militer penjajah Israel, Herzi Halevi, menyampaikan sedang mempersiapkan kemungkinan serangan darat di Lebanon.

Hamas Meminta Sekjen PBB Segera Mengambil Langkah-langkah untuk Menghentikan Genosida di Jalur Gaza

Sekjen PBB diminta oleh Hamas untuk segera mengambil tindakan untuk menghentikan genosida yang terjadi di Jalur Gaza.

Penjajah Israel Mengembalikan 88 Jenazah Warga Palestina yang Dikirim dalam Kontainer ke Jalur Gaza

Sebanyak 88 jenazah warga Palestina dikabarkan dikembalikan oleh penjajah Israel ke Jalur Gaza dalam kontainer.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;