Kelompok Pemukim Ekstremis Penjajah Israel Dilaporkan Memasang Iklan Properti di Lebanon Selatan

Ket. Foto: Properti di Lebanon Selatan Telah Mulai Diiklankan oleh Kelompok Pemukim Ekstremis Penjajah Israel
Ket. Foto: Properti di Lebanon Selatan Telah Mulai Diiklankan oleh Kelompok Pemukim Ekstremis Penjajah Israel Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Kelompok pemukim ekstremis penjajah Israel yang ingin mencaplok Lebanon selatan dan membangun pemukiman penjajah Israel di sana telah mulai mengiklankan properti.

Kelompok itu, yang dikenal sebagai Gerakan Pemukiman Lebanon Selatan membagikan iklan di aplikasi Telegram yang menampilkan sebuah rumah modern dengan gambar interior dan keluarga Yahudi penjajah Israel.

Iklan yang ditulis dalam bahasa Ibrani tersebut menyertakan rincian properti yang tidak ada, seperti lokasi, yang akan diberi nama Ibrani baru, ukuran dan juga jumlah kamar.

Baca Juga:
Otoritas Penjajah Israel Dilaporkan Telah Menyita Sekitar 14 Hektare Tanah di Desa Kafr Qaddum Tepi Barat Utara

“Saatnya punya rumah di Lebanon!” tulis iklan tersebut.

Iklan itu juga menyatakan setelah tereliminasinya komando tertinggi Hizbullah, termasuk Nasrallah, dan setelah serangan pager yang spektakuler, apakah juga memimpikan sebuah rumah besar, pemandangan pegunungan bersalju, dan komunitas yang hangat di tanah leluhur, Suku Asher dan Napthali?

Diketahui menurut Taurat, Suku Asher dan Naftali adalah bagian dari suku penjajah Israel.

Baca Juga:
Seluruh Keluarga yang Terdiri dari 17 Orang Tewas Akibat Serangan Udara Penjajah Israel di Lebanon Timur

Suku Asher tampaknya menetap di antara orang-orang Fenisia di wilayah atas Palestina, di sebelah barat Suku Naftali.

Kelompok ini menganggap Lebanon selatan sebagai wilayah bersejarah dan bagian dari ‘Tanah Perjanjian’ mereka.

“Kita tinggal satu keputusan strategis lagi untuk mencapai mimpi ini, untuk terus menghancurkan Lebanon selatan dan tidak membiarkan penduduknya kembali!” bunyi iklan itu.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Menutup Pos Pemeriksaan Militer di Timur Laut Betlehem

Postingan itu juga telah dibagikan oleh beberapa orang di media sosial X.

Gerakan Pemukiman Lebanon Selatan didirikan setelah gerakan ekstremis serupa dibentuk di antara para pemukim penjajah Israel, yang berusaha menduduki kembali dan menempati Jalur Gaza.

Gerakan ini didukung oleh para pemukim parlemen sayap kanan dan garis keras di penjajah Israel seperti Bezalel Smotrich dan Itamar Ben-Gvir.

Baca Juga:
3 Warga Palestina Dilaporkan Terluka oleh Tembakan Tentara Penjajah Israel Selama Serangan Militer di Tubas

Lebanin telah berada di bawah pemboman udara hebat oleh penjajah Israel selama lebih dari seminggu sekarang.

Ratusan orang telah tewas sementara ratusan ribu lainnya telah melarikan diri dari Lebanon selatan.

Hizbullah, kelompok yang didukung Iran yang telah memerangi penjajah Israel selama hampir setahun sekarang, telah menerima pukulan berat selama 2 minggu terakhir. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Otoritas Penjajah Israel Dilaporkan Telah Menyita Sekitar 14 Hektare Tanah di Desa Kafr Qaddum Tepi Barat Utara

Sekitar 14 hektare atau 57 dunum tanah di Desa Kafr Qaddum, Tepi Barat utara, dilaporkan disita oleh otoritas penjajah Israel.

Seluruh Keluarga yang Terdiri dari 17 Orang Tewas Akibat Serangan Udara Penjajah Israel di Lebanon Timur

Seluruh keluarga Lebanon yang jumlahnya terdiri dari 17 orang tewas akibat serangan udara penjajah Israel di Lebanon timur.

Pasukan Penjajah Israel Menutup Pos Pemeriksaan Militer di Timur Laut Betlehem

Pos pemeriksaan militer di timur laut Betlehem yang menghubungkan wilayah tengah dan barat Tepi Barat oleh pasukan penjajah Israel.

3 Warga Palestina Dilaporkan Terluka oleh Tembakan Tentara Penjajah Israel Selama Serangan Militer di Tubas

Selama serangan militer penjajah Israel di Tubas, Tepi Barat, sebanyak 3 warga Palestina dilaporkan terluka oleh tembakan tentara.

Otoritas Palestina dan Pendudukan Sepakat Mengerahkan 500 Personel Keamanan di Tepi Barat untuk Membongkar Alat Peledak

Adanya kesepakatan antara pendudukan dan PA untuk mengerahkan 500 personel keamanan di Tepi Barat untuk membongkar alat peledak.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;