Firma Keamanan Swasta Akan Memaksa Warga Palestina Jalani Pemeriksaan Biometrik di Zona Kontrol Gaza

Ket. Foto: Warga Palestina Akan Dipaksa Firma Keamanan Swasta Menjalani Pemeriksaan Biometrik di Zona Kontrol Jalur Gaza
Ket. Foto: Warga Palestina Akan Dipaksa Firma Keamanan Swasta Menjalani Pemeriksaan Biometrik di Zona Kontrol Jalur Gaza Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Penjajah Israel dan Amerika Serikat dilaporkan sedang mempertimbangkan rencana bersama untuk mengerahkan firma keamanan swasta Amerika-penjajah Israel untuk mengelola Jalur Gaza dengan melakukan pemeriksaan biometrik terhadap warga Palestina dengan ancaman menahan bantuan kemanusiaan.

Menurut laporan media, Amerika Serikat dan penjajah Israel berencana untuk menjalankan program percontohan, dimulai dengan Desa Al-Atatra di Jalur Gaza barat laut, yang melibatkan 1.000 tentara bayaran swasta yang akan menciptakan ‘komunitas berpagar’ di dalam Jalur Gaza, di mana mereka akan mengendalikan penduduk dan pergerakan mereka melalui penggunaan biometrik.

Rencana itu kabarnya akan melibatkan pasukan penjajah Israel yang akan mengusir para pejuang Palestina dan anggota Hamas dari area tersebut.

Baca Juga:
UNRWA Sebut Penjajah Israel Terus Melarang Masuknya Bantuan Kemanusiaan ke Jalur Gaza

Lalu para tentara bayaran akan mendirikan tembok pemisah di sekitar lingkungan itu 48 jam kemudian yang memaksa hanya penduduk setempat untuk masuk dan keluar lewat penggunaan identifikasi biometrik.

Kepatuhan terhadap sistem paksaan juga akan sepenuhnya menentukan penyediaan bantuan kemanusiaan, dengan siapa saja yang menolak menerima metode biometrik dikabarkan akan diputus dari penerimaan bantuan penting.

Rencana itu kabarnya akan mengalokasikan dana sebesar 90 juta USD untuk penduduk daerah itu untuk membangun kembali rumah mereka dengan seorang syekh lokal ditunjuk pada posisi kepala dewan di zona tertentu.

Baca Juga:
Pejuang Hizbullah Melawan Pasukan Darat Penjajah Israel di 3 Titik Perbatasan di Lebanon Selatan

Perusahaan keamanan swasta yang menjadi garda paling depan dalam rencana yang dilaporkan adalah GDC atau Global Development Company yang menjuluki dirinya sebagai ‘Uber untuk zona perang’.

Dimiliki oleh pengusaha penjajah Israel-Amerika Serikat, Mordechai Kahana, operator perusahaan itu mencakup mantan perwira tinggi militer penjajah Israel dan mantan anggota militer dan intelijen Amerika Serikat.

“Kami telah mengembangkan strategi untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan secara aman kepada warga sipil di Jalur Gaza,” kata GDC dalam siaran pers pada hari Senin, tanggal 22 Agustus 2024. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

UNRWA Sebut Penjajah Israel Terus Melarang Masuknya Bantuan Kemanusiaan ke Jalur Gaza

Komisaris Jenderal UNRWA menyampaikan penjajah Israel terus melarang masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Pejuang Hizbullah Melawan Pasukan Darat Penjajah Israel di 3 Titik Perbatasan di Lebanon Selatan

Pasukan darat penjajah Israel terlibat bentrokan sengit dengan Hizbullah di 3 titik perbatasan yang berada di Lebanon selatan.

Polisi Penjajah Israel Sebut 7 Warga Penjajah Israel Ditangkap karena Menjadi Mata-Mata untuk Iran

7 warga penjajah Israel ditangkap oleh pihak kepolisian penjajah Israel karena menjadi mata-mata untuk intelijen Iran.

1.390 Pemukim Ilegal Penjajah Israel Memaksa Masuk ke Kompleks Masjid Al Aqsa untuk Rayakan Sukkot

Sebanyak 1.390 pemukim penjajah Israel memaksa masuk ke kompleks Masjid Al Aqsa untuk merayakan hari raya Yahudi Sukkot.

2 Pekerja Bantuan dari Kelompok Bantuan Inggris Tewas dalam Serangan Udara Penjajah Israel di Jabalia

Serangan udara penjajah Israel di Jabalia, Jalur Gaza, menyebabkan 2 pekerja bantuan dari kelompok bantuan Inggris Oxfam tewas.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;