Pejuang Hizbullah Melawan Pasukan Darat Penjajah Israel di 3 Titik Perbatasan di Lebanon Selatan

Ket. Foto: Hizbullah Terlibat Bentrokan Sengit dengan Pasukan Darat Penjajah Israel di 3 Titik Perbatasan di Lebanon Selatan
Ket. Foto: Hizbullah Terlibat Bentrokan Sengit dengan Pasukan Darat Penjajah Israel di 3 Titik Perbatasan di Lebanon Selatan Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Pejuang Hizbullah melawan atau terlibat dalam bentrokan sengit dengan pasukan darat penjajah Israel di 3 titik perbatasan di Lebanon selatan.

Kantor berita negara, NNA, menyampaikan pejuang Hizbullah berperang melawan pasukan penjajah Israel yang mencoba maju ke kota Aita Al-Shaab, Qaouzah, dan Ramiya.

Pasukan penjajah Israel menembaki Aita Al-Shaab dan Ramiya dengan artileri barat.

Baca Juga:
Polisi Penjajah Israel Sebut 7 Warga Penjajah Israel Ditangkap karena Menjadi Mata-Mata untuk Iran

Secara terpisah, dilaporkan seorang gadis Lebanon meninggal karena luka yang diderita dalam serangan udara penjajah Israel di kota Kharayeb di Lebanon timur.

Beberapa serangan juga dikabarkan di kota Kharayeb, Habbouch dan Arab Salim, Houmine El Faouqa dan Jarjouaain.

Belum ada informasi yang tersedia mengenai cedera atau kerusakan.

Baca Juga:
1.390 Pemukim Ilegal Penjajah Israel Memaksa Masuk ke Kompleks Masjid Al Aqsa untuk Rayakan Sukkot

Penjajah Israel telah melancarkan kampanye udara besar-besaran di Lebanon sejak tanggal 23 September 2024 terhadap apa yang mereka sebut sebagai target Hizbullah.

Penjajah Israel memperluas konflik pada 1 Oktober 2024 dengan melancarkan serangan darat ke Lebanon selatan.

Di sisi lain, tentara penjajah Israel menghadapi tantangan serius baru karena mengalami kekurangan amunisi serius yang dibutuhkan untuk melanjutkan agresi terhadap Jalur Gaza dan Lebanon yang terkepung.

Baca Juga:
2 Pekerja Bantuan dari Kelompok Bantuan Inggris Tewas dalam Serangan Udara Penjajah Israel di Jabalia

Koresponden militer untuk surat kabar penjajah Israel, Avi Ashkenazi, menyatakan selain itu, karena tahun ajaran di universitas-universitas penjajah Israel dimulai pada akhir bulan ini, tentara pendudukan juga khawatir banyak tentara cadangan akan menolak untuk melakukan perang dan memilih untuk kembali belajar.

“Dilema tentara diperburuk dengan pertempuran di 7 front dan manuver di darat di 2 front, ditambah dengan periode perang yang panjang,” katanya.

Menurutnya, sejumlah besar prajurit cadangan telah menunda studi akademis mereka selama tahun lalu untuk bertempur, tetapi telah menyampaikan kepada komandan mereka bahwa mereka tidak siap kehilangan tahun akademik lagi karena mereka takut usaha akademis mereka yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir akan sia-sia.

Baca Juga:
3 Anak Palestina Terluka Akibat Tembakan Tentara Penjajah Israel di Beit Furik Tepi Barat

“Akan sulit untuk memaksa para prajurit untuk melanjutkan dinas militer mereka,” pungkasnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Polisi Penjajah Israel Sebut 7 Warga Penjajah Israel Ditangkap karena Menjadi Mata-Mata untuk Iran

7 warga penjajah Israel ditangkap oleh pihak kepolisian penjajah Israel karena menjadi mata-mata untuk intelijen Iran.

1.390 Pemukim Ilegal Penjajah Israel Memaksa Masuk ke Kompleks Masjid Al Aqsa untuk Rayakan Sukkot

Sebanyak 1.390 pemukim penjajah Israel memaksa masuk ke kompleks Masjid Al Aqsa untuk merayakan hari raya Yahudi Sukkot.

2 Pekerja Bantuan dari Kelompok Bantuan Inggris Tewas dalam Serangan Udara Penjajah Israel di Jabalia

Serangan udara penjajah Israel di Jabalia, Jalur Gaza, menyebabkan 2 pekerja bantuan dari kelompok bantuan Inggris Oxfam tewas.

3 Anak Palestina Terluka Akibat Tembakan Tentara Penjajah Israel di Beit Furik Tepi Barat

Tembakan dari tentara penjajah Israel menyebabkan 3 orang anak Palestina terluka di kota Beit Furik, Tepi Barat.

7 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Udara Penjajah Israel yang Menargetkan Sekolah di Jalur Gaza Barat

Serangan udara penjajah Israel yang menargetkan sebuah sekolah di Jalur Gaza bagian barat menewaskan 7 orang warga Palestina.

Berita Terkini

wave

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.


See All
; ;