Penjajah Israel Loloskan Undang-Undang yang Izinkan Penahanan Anak-Anak Palestina di Bawah Usia 14 Tahun

Ket. Foto: Penjajah Israel Meloloskan UU yang Mengizinkan Anak-Anak Palestina di Bawah Usia 14 Tahun Ditahan
Ket. Foto: Penjajah Israel Meloloskan UU yang Mengizinkan Anak-Anak Palestina di Bawah Usia 14 Tahun Ditahan Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Knesset penjajah Israel meloloskan undang-undang yang mengizinkan penahanan anak di bawah umur Palestina di bawah usia 14 tahun.

RUU itu disetujui dalam pembacaan kedua dan ketiga dalam perolehan suara 55 berbanding 33.

Hal tersebut disampaikan oleh Knesset penjajah Israel dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga:
Tentara Penjajah Israel Memanggil Ratusan Guru Sekolah untuk Berperang di Gaza dan Lebanon

Undang-Undang itu, yang merupakan tindakan sementara selama 5 tahun, memungkinkan pengadilan untuk memerintahkan penahanan anak-anak di bawah usia 14 tahun di fasilitas tertutup jika terbukti bersalah atas pembunuhan yang melibatkan ‘terorisme atau kegiatan teroris’.

Menurut pernyataan tersebut, setelah mencapai usia 14 tahun, anak tersebut akan terus menjalani hukumannya di penjara.

Tindakan itu dapat diperpanjang hingga 2 tahun setelah mendapat persetujuan dari menteri kehakiman dan kesejahteraan serta Komite Konstitusi Knesset.

Baca Juga:
Seorang Pria Palestina dengan Down Syndrome Terluka Parah dalam Serangan Pesawat Nirawak Penjajah Israel di Tepi Barat

Undang-Undang itu juga mencakup ketentuan 3 tahun yang memungkinkan pengadilan untuk memenjarakan anak di bawah umur di penjara alih-alih fasilitas khusus anak hingga 10 hari jika mereka dianggap berbahaya atau menimbulkan ancaman untuk orang lain.

“Pengadilan juga dapat memperpanjang periode ini apabila keadaan mengharuskannya,” ujar Knesset.

Menurut kelompok hak asasi Palestina, lebih dari 270 anak di bawah umur Palestina saat ini ditahan di tahanan penjajah Israel meski ada resolusi PBB dan perjanjian internasional yang melarang pemenjaraan anak-anak.

Baca Juga:
Brigade Al-Qassam Membunuh dan Melukai Tentara Penjajah Israel dalam Serangan di Jalur Gaza Utara

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, meminta penjajah Israel untuk menghormati hukum internasional dan menyampaikan situasi di Jalur Gaza adalah bencana.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan PBB yang mengonfirmasi bahwa 70 persen korban tewas yang telah diverifikasi di Jalur Gaza adalah wanita dan juga anak-anak.

Kantor HAM PBB mengutuk apa yang disebutnya sebagai ‘pelanggaran sistematis terhadap prinsip-prinsip dasar hukum humaniter internasional’.

Baca Juga:
Forum Jurnalis Palestina Kecam Kunjungan Jurnalis Maroko ke Penjajah Israel

“70 persen dari mereka yang terbunuh di Jalur Gaza adalah wanita dan anak-anak,” menurut laporan PBB.

Stenegard mengatakan di media sosial X bahwa situasi penduduk sipil di Jalur Gaza tidak manusiawi dan puluhan ribu orang telah kehilangan nyawa, termasuk dengan ribuan anak-anak. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Tentara Penjajah Israel Memanggil Ratusan Guru Sekolah untuk Berperang di Gaza dan Lebanon

Ratusan guru sekolah telah dipanggil oleh tentara pendudukan penjajah Israel untuk berperang di Jalur Gaza dan Lebanon.

Seorang Pria Palestina dengan Down Syndrome Terluka Parah dalam Serangan Pesawat Nirawak Penjajah Israel di Tepi Barat

Dalam serangan pesawat nirawak penjajah Israel di Tepi Barat, seorang pria Palestina dengan down syndrome terluka parah.

Brigade Al-Qassam Membunuh dan Melukai Tentara Penjajah Israel dalam Serangan di Jalur Gaza Utara

Tentara penjajah Israel dibunuh dan dilukai oleh Brigade Al-Qassam dalam serangan di Jalur Gaza bagian utara, Palestina.

Forum Jurnalis Palestina Kecam Kunjungan Jurnalis Maroko ke Penjajah Israel

Kunjungan yang dilakukan oleh jurnalis Maroko ke penjajah Israel dilaporkan dikecam oleh Forum Jurnalis Palestina.

Pasukan Penjajah Israel Hancurkan Lebih Banyak Rumah Milik Warga Palestina di Yerusalem

Pasukan penjajah Israel menghancurkan lebih banyak rumah yang merupakan milik warga Palestina di Yerusalem.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;