Brigade Al Qassam Klaim Tewaskan 3 Tentara Penjajah Israel di Jalur Gaza Utara

Ket. Foto: Brigade Al Qassam Menyatakan 3 Orang Tentara Penjajah Israel Tewas di Gaza Utara
Ket. Foto: Brigade Al Qassam Menyatakan 3 Orang Tentara Penjajah Israel Tewas di Gaza Utara Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Sayap bersenjata Hamas, Brigade Al Qassam, menyampaikan para pejuangnya telah menyerang tentara penjajah Israel di Jalur Gaza utara.

Brigade Al-Qassam menyatakan dan menewaskan 3 orang di dekat Beit Lahiya.

“Pejuang Al Qassam berhasil membunuh 3 tentara Zionis dari jarak dekat di sekitar bundaran Abbas Kilani, utara Beit Lahiya,” kata Brigade Al Qassam dalam sebuah pernyataan di Telegram.

Baca Juga:
Penjajah Israel Dilaporkan Hancurkan Masjid Terakhir di Desa Badui Gurun Negev

Beit Lahiya adalah sebuah kota di Jalur Gaza utara yang dekat dengan Jabalia dan Beit Hanoon.

Ketiga kota itu terkena dampak parah dari serangan tentara penjajah Israel selama sebulan.

Di sisi lain, ribuan warga Maroko dan Yaman berpartisipasi dalam protes dan acara solidaritas pada hari Jumat, tanggal 15 November 2024, waktu setempat, untuk mendukung Lebanon dan Jalur Gaza, mengutuk perang genosida penjajah Israel yang sedang berlangsung.

Baca Juga:
Pemerintah Penjajah Israel sedang Ajukan RUU yang Akan Melarang Pengibaran Bendera Palestina di Universitas yang Didanai

Di Maroko, kerumunan besar berkumpul di beberapa kota, termasuk dengan Kenitra, Berrechid, Al Hoceima, Kalaat M’Gouna, dan juga lainnya di seluruh negeri.

Aksi unjuk rasa yang diadakan oleh Komite Maroko untuk Dukungan Umat, yang merupakan sebuah organisasi non-pemerintah, menyerukan dukungan berkelanjutan untuk Palestina dan juga bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza.

Para pengunjuk rasa meneriakkan tuntutan diakhirinya perang penjajah Israel terhadap Palestina dan Lebanon.

Baca Juga:
Kementerian Telekomunikasi dan Ekonomi Digital Palestina Luncurkan Layanan Kode Pos di Google Maps

Di Yaman, puluhan ribu orang juga melakukan demonstrasi dalam solidaritas dengan Jalur Gaza dan Lebanon di 14 provinsi, termasuk ibu kota, Sana’a.

Aksi unjuk rasa yang diadakan oleh Komite Dukungan Al-Quds tersebut diselenggarakan di wilayah yang dikuasai oleh kelompok Houthi, seperti Saad, Sana’a, Hajjah, dan lainnya.

Para peserta mengibarkan bendera Yaman, Palestina, dan Lebanon, dan juga gambar para pemimpin Hamas dan Hizbullah.

Baca Juga:
Viral Momen Presiden Prabowo Kenalkan Menlu Sugiono dan Mayor Teddy ke Joe Biden di Gedung Putih Amerika Serikat

Mereka meneriakkan dukungan kepada Jalur Gaza dan Lebanon. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Penjajah Israel Dilaporkan Hancurkan Masjid Terakhir di Desa Badui Gurun Negev

Masjid terakhir di Desa Badui Umm Al-Hiran di Gurun Negev yang terletak di penjajah Israel selatan dihancurkan penjajah Israel.

Pemerintah Penjajah Israel sedang Ajukan RUU yang Akan Melarang Pengibaran Bendera Palestina di Universitas yang Didanai

RUU yang akan melarang pengibaran bendera Palestina di universitas yang didanai sedang diajukan oleh pemerintah penjajah Israel.

Kementerian Telekomunikasi dan Ekonomi Digital Palestina Luncurkan Layanan Kode Pos di Google Maps

Layanan kode pos di Google Maps dilaporkan diluncurkan oleh Kementerian Telekomunikasi dan Ekonomi Digital Palestina.

Viral Momen Presiden Prabowo Kenalkan Menlu Sugiono dan Mayor Teddy ke Joe Biden di Gedung Putih Amerika Serikat

Bertemu Joe Biden, Presiden Prabowo kenalkan Menlu Sugiono dan Sekretaris Kabinet Mayor Teddy di Gedung Putih.

Penjajah Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina di Yerusalem Timur dan Hebron

Rumah yang merupakan milik warga Palestina di Yerusalem Timur dan Hebron dilaporkan dihancurkan pasukan penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;