Tentara Penjajah Israel Membantu Pemimpin Pemukim Ekstremis Memasuki Gaza Guna Survei Lokasi Pemukiman

Ket. Foto: Tentara Penjajah Israel Membantu Pemimpin Pemukim Ekstremis Memasuki Jalur Gaza
Ket. Foto: Tentara Penjajah Israel Membantu Pemimpin Pemukim Ekstremis Memasuki Jalur Gaza Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Tentara penjajah Israel melewati komandan mereka untuk membantu seorang pemimpin pemukim ekstremis, Daniella Weiss, memasuki Jalur Gaza guna mensurvei lokasi untuk pemukiman potensial.

Menurut media penjajah Israel, pada tanggal 13 November 2024 lalu, Daniella Weiss, seorang advokat terkemuka untuk pemukiman kembali ilegal di Jalur Gaza utara yang hancur, dilaporkan melakukan perjalanan ke sisi penjajah Israel di pagar perbatasan Jalur Gaza sebelum menyeberang ke Jalur Gaza.

Menurut laporan, Daniella Weiss dan para ekstremis pemukim lainnya memasuki Jalur Gaza melalui cara yang tidak jelas.

Baca Juga:
UNRWA Terbitkan Peta Terperinci yang Menggambarkan Bencana Kemanusiaan di Jalur Gaza

Di dekat Koridor Netzarim di Jalur Gaza bagian tengah, dia menghubungi tentara yang dikenalnya, yang mengatur agar sebuah jip mengangkutnya dan para aktivias lainnya ke bekas lokasi Netzarim, sebuah pemukiman yang dibongkar selama Pelepasan penjajah Israel dari Jalur Gaza tahun 2005.

Weiss dan kelompoknya dilaporkan kembali ke perbatasan Jalur Gaza melalui rute tidak resmi untuk menghindari deteksi oleh pasukan keamanan.

Militer penjajah Israel tampaknya tidak menyadari masuknya dia ke Jalur Gaza dan pejabat militer mengatakan bahwa mereka tidak dapat menemukan catatan persetujuan masuk.

Baca Juga:
Ribuan Pemukim Ilegal Serbu Masjid Ibrahimi di Tepi Barat untuk Peringati Hari Libur Yahudi

“Masuknya Weiss ke Jalur Gaza tidak diketahui dan tidak disetujui melalui jalur yang tepat,” kata seorang juru bicara militer.

Weiss, pemimpin gerakan pemukiman ekstremis Nachala, mengakui telah memasuki Jalur Gaza dan menerangkan dia menggunakan strategi yang sama dengan yang digunakan di Tepi Barat, memanfaatkan kehadiran militer untuk membangun pemukiman ilegal dengan mengorbankan penduduk asli Palestina.

“Bagaimana kita akan memasuki pangkalan militer? Ada berbagai macam ide kreatif. Jadi, di sini ada tenda dan di sebelah tenda ada bangunan, dan di sebelahnya ada dapur, dan di sebelahnya ada anak-anak, dan seterusnya,” tuturnya.

Baca Juga:
Hizbullah Sebut Pejuangnya Telah Luncurkan Roket ke Tentara Penjajah Israel di Sejumlah Komunitas di Penjajah Israel Utara

Dia menegaskan para pemukim siap pindah ke Jalur Gaza pada saat pemberitahuan.

“Kami tidak lagi bersiap untuk masuk. Saat kami bisa masuk, kami masuk,” pungkasnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

UNRWA Terbitkan Peta Terperinci yang Menggambarkan Bencana Kemanusiaan di Jalur Gaza

Peta terperinci yang menggambarkan bencana kemanusiaan yang terjadi di Jalur Gaza dilaporkan diterbitkan oleh UNRWA.

Ribuan Pemukim Ilegal Serbu Masjid Ibrahimi di Tepi Barat untuk Peringati Hari Libur Yahudi

Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat, diserbu oleh ribuan pemukim ilegal untuk memperingati hari libur Yahudi.

Hizbullah Sebut Pejuangnya Telah Luncurkan Roket ke Tentara Penjajah Israel di Sejumlah Komunitas di Penjajah Israel Utara

Roket dilaporkan diluncurkan oleh Hizbullah ke tentara penjajah Israel di beberapa komunitas di penjajah Israel bagian utara.

Media Penjajah Israel Peringatkan Adanya Ujaran Kebencian terhadap Tel Aviv oleh Warga Mesir

Adanya ujaran kebencian terhadap Tel Aviv oleh warga Mesir diperingatkan oleh media penjajah Israel.

Pemukim Penjajah Israel Memblokir Aliran Air di Mata Air Al-Auja Tepi Barat

Pemukim penjajah Israel melakukan pemblokiran terhadap aliran air di Mata Air Al-Auja di Tepi Barat yang terletak di utara Yericko.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;