Penjajah Israel Bunuh 7 Anak dalam 1 Keluarga dalam Serangan Udara di Bagian Utara Jalur Gaza

Ket. Foto: Penjajah Israel Membunuh 7 Anak dalam Serangan Udara di Jalur Gaza Utara
Ket. Foto: Penjajah Israel Membunuh 7 Anak dalam Serangan Udara di Jalur Gaza Utara Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Serangan udara penjajah Israel telah menewaskan 12 orang anggota keluarga, termasuk dengan 7 orang anak-anak, di bagian utara Jalur Gaza.

Hal tersebut dilaporkan oleh badan penyelamatan Pertahanan Sipil Palestina.

Sebuah video yang diunggah oleh badan itu di saluran Telegramnya menunjukkan stafnya mengevakuasi korban dari bawah reruntuhan rumah keluarga Khallah di Jabalia.

Juru bicara pertahanan sipil Mahmoud Basal mengatakan semua martir berasal dari keluarga yang sama, termasuk dengan 7 anak-anak, yang tertua berusia 6 tahun.

Baca Juga:
Ratusan Perwira Mengundurkan Diri dari Tentara Pendudukan Penjajah Israel pada Tahun 2024

“Serangan udara itu melukai 15 orang lainnya,” ujarnya.

Militer penjajah Israel menyampaikan kepada media bahwa mereka telah menyerang ‘beberapa teroris yang beroperasi di sebuah bangunan militer milik organisasi Hamas dan menimbulkan ancaman untuk pasukan IDF yang beroperasi di daerah itu’.

Mereka menyebutkan berdasarkan pemeriksaan awal, jumlah korban yang dilaporkan akibat serangan tersebut tidak sesuai dengan informasi yang dimiliki oleh IDF.

Pada hari Sabtu, tanggal 21 Desember 2024, Paus Fransiskus mengecam pemboman anak-anak di Jalur Gaza sebagai kekejaman.

Baca Juga:
Pemukim Penjajah Israel Dilaporkan Membakar Sebuah Masjid di Bagian Utara Tepi Barat

“Kemarin anak-anak dibom. Ini kekejaman, ini bukan perang. Saya ingin mengatakannya karena ini menyentuh hati saya,” ucapnya.

Penjajah Israel melanjutkan serangannya di Jalur Gaza pada hari Jumat, 20 Desember 2024, lebih dari 14 bulan sejak serangannya di Jalur Gaza.

Setidaknya 8 orang tewas akibat rudal pesawat tak berawak yang menghantam bangunan perumahan di jalan pasar kamp pengungsi Nuseirat.

Hal tersebut menurut Rumah Sakit Martir Al-Aqsa.

Baca Juga:
Pemukim Penjajah Israel Dirikan Pos Terdepan Ilegal Baru Dekat Komunitas Badui Palestina di Barat Laut Jericho

Media juga menyebutkan 4 orang juga tewas dalam serangan udara di Beit Hanoon dengan korban 2 orang anak perempuan dan orang tua mereka.

Mayat 3 bersaudara juga ditemukan dari reruntuhan rumah yang dibom di dekat Rumah Sakit Kamal Adwan.

Pejabat Darurat Senior UNRWA, Louis Wateridge, memperingatkan Jalur Gaza telah menjadi ‘kuburan’ karena hujan musim dingin yang lebat, kelaparan, kondisi kehidupan yang buruk, dan permusuhan yang terus berlangsung terus membahayakan nyawa. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Ratusan Perwira Mengundurkan Diri dari Tentara Pendudukan Penjajah Israel pada Tahun 2024

Dikabarkan ratusan perwira mengundurkan diri dari tentara penjajah Israel di tahun 2024 dikarenakan beberapa alasan termasuk perang Gaza.

Pemukim Penjajah Israel Dilaporkan Membakar Sebuah Masjid di Bagian Utara Tepi Barat

Masjid Bir Al-Walidain yang terletak di Desa Marda bagian utara Tepi Barat dilaporkan dibakar oleh pemukim ilegal penjajah Israel.

Pemukim Penjajah Israel Dirikan Pos Terdepan Ilegal Baru Dekat Komunitas Badui Palestina di Barat Laut Jericho

Pos paling depan ilegal baru didirikan oleh pemukim penjajah Israel di dekat komunitas Badui Palestina di barat laut kota Jericho.

Seperempat Warga Penjajah Israel Dilaporkan Hidup dengan Kerawanan Pangan

Seperempat masyarakat penjajah Israel dikabarkan hidup dengan kerawanan pangan termasuk dengan 34 persen anak-anak.

Pasukan Pendudukan Penjajah Israel Dikabarkan Hancurkan 2 Rumah Palestina di Jericho Tepi Barat

2 rumah warga Palestina yang terletak di Jericho, Tepi Barat, dilaporkan dihancurkan oleh pasukan pendudukan penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;